Social Icons

2 Desember 2011

Cinta adalah Saranghae


Membaca sebuah kisah tentang dua anak manusia karya Andrea Hirata di salah satu novelnya, membuat saya berpikir bahwa cinta memang memiliki banyak kekuatan. Jika cinta datang, mengalirlah energi positif melalui pembuluh darah. Jika cinta datang, maka semangat untuk hidup akan bertambah-tambah. Jika cinta datang, berjuta senyum akan terukir di wajah.

Cinta tak memiliki definisi. Cinta adalah satu-satunya bahasa yang tak pernah puas diceritakan. Cinta adalah hal ajaib yang ditemukan dan tidak diketahui formulanya. Cinta mampu menggerakkan. Cinta dapat diupayakan, dapat pula datang dengan sendirinya. Cinta bukan hanya milik mereka yang berumur belasan. Cinta adalah hal universal yang setiap orang berhak memberi dan menerimanya.

Tidakkah kita memiliki sesuatu yang dicinta? Anda, kalian, mereka, juga saya. Memiliki sesuatu yang dicinta memang menyenangkan. Lihatlah, saban hari saya tersenyum karena dia. Melihatnya, mendengarnya, merasakan bahwa ia ada.

Memperhatikan gerak-geriknya di antara teman-teman sekelompok yang jumlahnya belasan, terfokus hanya untuk mencari dia. Jika datang gilirannya untuk bersuara, saya menajamkan pendengaran. Karena sungguh, di antara teman-temannya itu, ia yang suaranya paling merdu.

Esoknya, saya mencari tahu banyak hal tentang dia. Pertama, namanya. Menemukan nama yang unik, akhirnya saya menamai dengan bahasa sendiri, Mr. Q. Di lain kesempatan, saya mengetahui bahwa ia pernah hampir kehilangan pita suara karena kecelakaan empat tahun silam. Di kemudian hari, saya semakin tahu tentang keluarganya yang sangat berencana dan hanya terdiri dari empat orang anggota, Ayah, Ibu, ia, dan kakak perempuan satu-satunya.

Jika rindu, saya akan melihat-lihat video rekaman yang saya simpan di salah satu folder pribadi. Melihat ia di salah satu video, merentangkan tangan dan tersenyum mempersembahkan lembaran kertas yang disusun rapi di dinding di belakangnya yang membentuk daun waru berwarna merah jambu. Atau sekedar ikut menyanyikan bagiannya di lagu No Other, “Nolla-ul ppuniya goma-ul ppuniya saranghal ppuniya, hooo yeah…”

Saya tidak ingin mengenal kata patah hati untuknya, meski saya seratus persen menyadari bahwa banyak perempuan, yang jauh lebih cantik dibandingkan saya, yang diam-diam maupun terang-terangan menyukainya. Wajar saja, Kyuhyun (Mr. Q) adalah member Super Junior termuda yang masuk kategori Lima Member Super Junior Tertampan. Saya, lebih tertarik mendengar suaranya.

“Hei, kamu!” kata saya seraya menatap dia yang sedang beraksi di panggung dari video yang saya putar melalui Media Player Classic. “Suaramu bagus, saya suka.” Satu senyum kembali terukir di wajah. “Coba kamu Muslim, pasti pintar ngajinya…”

Semakin penasaran dengan lagu-lagu Super Junior, saya pun bergegas menuju warnet, yang tak jauh dari rumah untuk men-download video-videonya. Sesampainya di warnet, hanya ada satu bilik yang kosong, sedangkan bilik-bilik lain terisi oleh anak-anak kecil yang baru pulang sekolah dan histeris sekali berteriak ini itu disertai suara tembakan, derap kaki, juga jeritan yang keluar dari speaker komputer yang mereka operasikan. Malu sekali. Dari cara mereka menatap, saya pasti dikira ingin ikut bermain game on line.

Satu jam saja, dan saya sudah mendapatkan belasan video klip Super Junior. Di rumah, saya memutar ulang video-video yang tersimpan di dalam flashdisk dan menemukan lagu yang membuat saya merasa senang menyanyikannya. Saya tidak mengerti apa yang mereka nyanyikan, tetapi percaya bahwa ada kata-kata penyemangat yang disematkan oleh si pencipta lagu.

Me, lagu yang –di dalam pikiran saya- menceritakan tentang seseorang yang seharusnya tetap menjadi diri sendiri, “It’s gonna be me!”. Miracle, yang meski terdapat lirik “Life couldn’t get better” ingin saya ralat menjadi “Life could get better”. Dan Happiness, yang dengan hanya membaca judulnya saja membuat saya merasa bahagia karena mereka sedang berbagi kebahagiaan. Sok tahu memang saya. Tetapi, saya tidak hendak mencari tahu arti lagu mereka melalui English Lyrics yang bisa dengan mudah saya comot dari arsip-arsip Mbah Google. Tidak hendak merusak mind set tentang keistimewaan judul lagu-lagu itu bagi saya.

Menyimak kisah tentang Mr. Q dan keluarganya membuat saya iri. Keluarga yang bahagia sekali. Suatu saat ia berkata, “Jika ditanya, siapa yang paling saya sayangi dan hanya diminta memilih satu, saya pasti bingung memilih di antara Ayah dan Ibu karena salah satunya pasti akan marah. Maka, saya akan memilih kakak perempuan saya. Ia baik dan juga sangat menyayangi saya.” Membuat saya berpikir untuk menjadi kakak yang baik juga untuk Bayu dan Agil, dengan cara saya.

Suatu pagi, saya menemukan dan menyaksikan sebuah video memori tentang Super Junior. Tiba-tiba saya teringat akan banyak hal. Saya ingin, keakraban dan kekerabatan tidak hanya dimiliki oleh mereka, orang-orang terkenal itu. Dan jika ditilik, ternyata saya pun memilikinya, memori-memori berharga bersama orang-orang yang telah mampir, bahkan singgah hingga begitu lama di dalam hati saya. Lahirlah sebuah keinginan tentang menyiapkan hal istimewa di hari ketika usia kembar kedua saya datang, 22 tahun di 1 November 2011.

“Coba kalian Muslim,” kata saya lagi kepada mereka meski tak bisa mendengar suara saya. “Pasti dapat banyak pahala karena membuat saya senang.”

0 komentar:

Posting Komentar