Social Icons

11 September 2011

Menjadi Guru Tidak Mudah


Apa yang terbersit di dalam benak ketika mendengar kata ‘guru’? Dulu, yang kutahu, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena memberikan ilmu dan mendapatkan kebaikan yang tak terputus, aku mencita-citakan diriku menjadi seorang guru. Dan tahukah, sepanjang perjalananku menjadi pendidik di sekolah, aku berkesimpulan bahwa menjadi seorang guru itu tidak mudah.

Apa yang terpikirkan ketika menghadapi anak-anak berkemampuan rendah, yang bahkan materi matematika dasar seperti perkalian pun mereka tidak mahir? Matematika itu terdiri dari berbagai materi yang saling berkaitan. Sehingga, jika seseorang lemah pada materi tertentu, hal ini akan mempengaruhi kemampuannya pada materi yang lain. Inilah sulitnya. Kita diharuskan mengejar materi karena tuntutan kurikulum, sedangkan di lain sisi kita harus terus mengingatkan anak-anak tentang perkalian, pembagian, perpangkatan, bahkan pengakaran yang semestinya telah mereka kuasai di bangku Sekolah Dasar.

Jika saja, tuntutan ketuntasan belajar bukan dilihat dari nilai, melainkan kegigihan belajar anak-anak, mungkin tidak akan ada anak yang berputus asa dan tidak mau lagi belajar matematika. Karena merasa kapok, lantas membenci matematika. Karena nilai selalu jeblok, lantas ingin tidak ada pelajaran matematika lagi di sekolah.

Namun, kita hidup di sebuah dunia yang memiliki aturan. Aturan dibuat oleh orang-orang yang berwewenang. Dan kita bukanlah orang yang mempu mengubah aturan sekehendak hati. Maka, menjadi guru, setidaknya adalah terus memotivasi dan menginspirasi agar anak-anak terus belajar. Belajar memaknai hidup. Belajar untuk menjadi hidup. Bahkan belajar untuk membuat orang lain kembali hidup.

Readmore - Menjadi Guru Tidak Mudah