Social Icons

11 Januari 2012

Aghnia-ku (Part-3)


“Dadadadaddaaddd..” celotehnya tak jelas.
Sesekali jemarinya dimasukkan ke dalam mulut, atau sekedar menggesek-gesekkan gusi atas dengan gusi bawah. Mungkin gatal karena gigi seri bawahnya mulai tumbuh. Ia tertawa, aku senang. Karena pagi ketika aku tiba, ia masih pucat dan terlihat lemas.

Aghnia, sepupu bungsuku yang baru sembilan bulan itu, jumat kemarin baru check out dari rumah sakit untuk yang kedua kalinya. Radang usus. Kabarnya, ia sudah dipaksa menelan nasi padahal belum dibiasakan dengan bubur lembut.
Karena itulah aku ingin menjadi ibu yang cerdas. Jika pun suatu saat anakku sakit, sakitnya bukan disebabkan kelalaian dan ketidaktahuanku.

Cepat sembuh ya, Aghnia sayang..

0 komentar:

Posting Komentar