Social Icons

4 Januari 2012

Aghnia-ku (Part-1)


Setiap kali ada yang datang, ia menatap curiga. Tak berkedip. Seperti memamerkan bola matanya yang jernih. Ia tetap cantik bahkan ketika marah ataupun menangis.

“Cape’, ya Dek..” Mama membopongnya, berhati-hati karena tangan kirinya diinfus.

“Cepat sembuh dong, biar bisa main lagi.”

Aghnia sayang..

0 komentar:

Posting Komentar