Social Icons

9 Januari 2012

Luvy Brother


Suaranya serak. Kukira pengaruh dari flu yang memang mampir di hidungnya. Tapi, kata Mama mungkin seraknya tidak akan hilang. Suaranya mulai bertransformasi menjadi suara lelaki dewasa.

Senang melihatnya bertumbuh, adik bungsuku itu. Dibanding Bayu, dia yang lebih terasa adik. Mungkin karena usia yang terpaut sepuluh tahun. Aku tahu betul bagaimana ia karena sejak lahir, tanganku telah sering membopongnya.
Jika Bayu adalah teman bermain, teman bertengkar, body guard di jalan, Agil tetaplah adik. Yang darinya aku ingin melihat banyak asa dan cita tercipta.

Bicara dengan Agil membuatku merasa lebih dewasa dan mengerti bagaimana menyampaikan makna. Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa ia berkata, “Kangennya sama Kakak, bukan Mas Bayu.” Karena Bayu menghadapinya seperti aku menghadapi Bayu, mengajaknya bermain.

Bayu dan Agil. Meski berbeda cara, aku ingin tetap melihat mereka menjadi orang hebat.

0 komentar:

Posting Komentar