Social Icons

1 Maret 2012

Will You Marry Me?


Dahulu kala, ada seorang prajurit yang jatuh cinta pada seorang putri. Prajurit yang gagah perkasa itu, dengan beraninya melamar sang putri.

Kata sang putri, "Kau bisa mendapatkan hatiku jika kau mau menunggu di depan pintu kamarku setiap hari selama setahun, tanpa sehari pun terlewat."

Prajurit itu menyanggupi. Setiap pagi, sebelum putri bangun, dia datang dan menunggu di depan pintu sampai putri kembali tertidur. Esoknya pun begitu.

Esoknya lagi..
Sampai sepekan..
Sebulan..
Dan..
Sampai tinggal satu hari lagi tersisa dan genaplah setahun sang prajurit menuruti kata-kata sang putri.

Malam, sebelum hari penentuan itu tiba, sang prajurit gelisah.

"Bagaimana jika putri lupa dengan janjinya?"
"Bagaimana jika ternyata selama ini putri hanya mempermainkanku saja?"
"Bagaimana jika.."

Dan berjuta "Bagaimana jika.." yang lainnya.

Akhirnya, di hari ke 364, sang prajurit tidak datang.

***

Ini cerita yang diceritakan oleh Yuri-sama dalam Dorama Gold.

"Begitulah lelaki..." katanya, "Romantis, naif, tapi lemah di akhir.."

"Jika posisinya dibalik," lanjutnya lagi. "Misalnya yang jatuh cinta perempuan miskin kepada pangeran, dia akan berdiri setahun penuh tanpa ada satu hari pun terlewat."

Begitu. Perempuan punya kecenderungan untuk berkorban dan bersedia menunggu 'keajaiban' bahkan sampai waktu yang tak diketahui akhirnya. Ah... Tapi, apa benar boleh begitu?

Sama-sama lemah kan, baik laki-laki ataupun perempuan? Dalam kelemahan yang berbeda, justru seharusnya mereka mampu saling menguatkan.

0 komentar:

Posting Komentar