Social Icons

22 April 2012

Mercusuar di Pantai Pandansari

Kalau mau ke pantai, ya ke Jogja. Di Solo ga ada soalnya, hahaha... Tapi ga mau ah ke Parangtritis, soalnya udah pernah ke sana dua kali. Akhirnya, Beni yang baik sekali mau menampung saya selama main di Jogja, ngajak saya ke pantai Pandansari. Masih sebaris lah sama Parangtritis :D


Awalnya saya mau main-main aja di pantai, foto-foto. Jadi ga bawa baju ganti. Eh, waktu ambil foto yang di atas, Beni ga bilang dong kalau ada ombak gede banget nyamperin saya. Alhasil, baju satu-satunya yang saya pakai, basah kuyup.

Biar impas, Beni mesti dibikin basah juga. Sayang sekali pemirsa, sang ombak sungguh menyayangi muslimah satu ini. Cuma roknya dong yang basah.


Puas basah-basahan dan kejar-kejaran sama ombak, Beni ngajak jalan-jalan. Ada kebun buah naga di pantai ini permirsa :O


Dan ada angle yang agak mirip sama nuansa Korea atau Barat gitu deh, hihihi...


Terus, Beni ngajak naik ke mercusuar yang tangganya curam sekaleee :O


Tapi, pemandangannya cantiiiiiiiiik banget. Ini diambil dari lantai dua.


Lantai tiga... empat... hosh hosh hosh... tujuh! akhirnya sampai puncak mercusuar! \(^.^)/
Ga sia-sia perjuangan naiknya pemirsah karena pemandangannyaaa... Subhanallah...


Readmore - Mercusuar di Pantai Pandansari

Baso Suka-suka



Iya, namanya Baso Suka-suka. Ada di Kedai Es Eni daerah Sagan dekat Galeria Mall Jogja. Sebenarnya, menu andalan kedai ini memang aneka es (yang namanya aneh-aneh seperti Es Anti Stres, Es Kemesraan, Es On On, de el el). Tapi, berhubung saya lapar, saya pesan Baso plus jus alpukat. Basonya, kita ambil sendiri (prasmanan). Ada baso wortel, baso ayam, baso ikan, baso rambutan, baso kepiting, dan baso sapi pastinya. Yang saya pilih, baso ikan. Ini beda-beda lho rasanya, karena memang terbuat dari berbagai jenis ikan. Coba deh, dicicip sendiri :p
Readmore - Baso Suka-suka

21 April 2012

Elemen Kebahagiaan


"Empat elemen kebahagiaan itu bukan air, tanah, api, dan udara. Tapi, empat elemen itu adalah aku, kamu, kalian, dan mereka" :D

Bergelut dengan pikiran yang menyesakkan selama puluhan jam ke belakang membuatku memutuskan sesuatu hingga aku sendiri menyebutnya sebagai Sillyness of Weekend. Ya. Katakanlah ini gila. Memutuskan sesuatu dalam jangka waktu secepat laju cahaya dan satu hal (gila) ini cukup membuat rona bahagia kembali terpancar. Hei, bukankah ini hebat? *tangan di pinggang, tertawa lebar

Ntah apa yang terjadi sebenarnya (tepatnya, aku tak ingin banyak bercerita tentang hal-hal menyesakkan itu di sini. psst.. ini top secret). Datang bersamaan dalam jumlah yang tak terbatas membuat otakku terasa over load. Tolonglah, pikiran ini harus dibuang jauh-jauh. Ada Filsafat Ilmu, Metodologi Penelitian, Analisis Data Komputer, dan mata kuliah mengerikan lainnya yang harus aku selesaikan tugasnya. Dan ini mengharuskanku memiliki pikiran yang sehat. Allahku, tolonglah, ringankan sebentar pikiranku ini.. *memohon dengan sangat

Jumat, bagiku adalah hari spesial. Karena di hari inilah aku akan meluangkan waktu sepenuhnya untuk berduaan saja dengan tugas-tugas kuliahku yang terhormat. Sabtu dan Minggu, mungkin sedikit merefresh diri dengan berlatih soal-soal analisis data untuk komputer *whats?

Ternyata, Jumat inilah puncaknya. Sebenarnya, aku sudah cukup meluapkan sesak itu di Kamis malam, dan aku sedikit lebih lega karenanya. Tapi, karena situasi yang mendukung (sendiri di kamar dan hanya ditemani laptop yang memamerkan data Filsafat Ilmu yang harus ditranslate), sesak itu kembali datang. Oh, Allah, really wanna throw away such a thing.. Aku pun memutuskan untuk tidur lebih cepat.

Mungkin beginilah caranya otak bekerja. Meski mata terpejam, ia tetap menari-narikan kata demi kata yang semuanya memiliki hubungan kekerabatan dengan 'pikiran sesak' itu. Aku gelisah. Tidur rasanya tidak tenang. Pukul sepuluh malam aku terbangun karena ada pesan yang masuk ke ponsel, mengabarkan salah satu teman yang sedang sakit dan meminta doa untuk kesembuhan. Pukul dua belas aku terbangun, mengharapkan seseorang tiba-tiba mengirim pesan, "Baik-baik saja, kan?". Pukul satu, aku kembali terbangun. Mengirimkan pesan ke seorang teman, "Are you awake?" yang sebenarnya tersirat makna, "Teman, aku ingin berbagi, sedikit saja..". Pukul tiga aku kembali terbangun. Dan akhirnya menyimpulkan bahwa kasur dan bantal gulingku sedang tidak bersahabat.

Setelah membisikkan sesuatu kepada Tuhan (aku menyebutnya 'Allahku'), aku membereskan kamar. Mandi sebelum adzan shubuh berkumandang, dengan harap bahwa pikiranku hanyut terbawa titik-titik air yang mengguyur tubuh. Ada jadwal mengaji jam enam pagi. Artinya, setengah enam aku harus sudah berangkat karena harus menjemput teman terlebih dahulu sebelum meluncur melintasi jalanan Solo menuju kompleks perumahan di dekat Terminal Tirtonadi.

Wuuuzzzzzz! Jalanan pagi yang sepi membuat semuanya terasa mendukung. Angin yang berhembus lebih kencang karena laju motor yang kutambah, menyapu bagian wajah yang terasa penat. Sejuknya, semilirnya, segarnya. Dan aku pun akhirnya mampu menghembuskan napas panjang.

Motoran dengan kecepatan 'lebih' terkadang menjadi sangat menyenangkan. Apalagi, jika melintasi jalanan sepi tak berpenghuni. Bisa menangis juga berteriak sepuasnya, dan semuanya akan tersamarkan dengan deru motor *nyengir kuda

"Bagaimana jika aku motoran ke Jogja, sendiri?" Pikiran itu melintas begitu saja. Ya! Aku akan ke Jogja, apapun yang terjadi!

Secepat itulah pikiran 'gila' ini melintas, dibarengi dengan jemari yang mengetikkan banyak kata untuk dikirimkan ke beberapa nomor ponsel.

"Say, ada agenda hari ini? Aku ke Jogja ya? :D" Pesan untuk Beni(ta) di Jogja.

"Boi, anter Kakak ke Stasiun Balapan ya, jam sepuluhan." Pesan untuk Bayu, adikku di kosan yang tak jauh dari kosanku.

"Ndro, mo beli Kripik Karuhun." Pesan untuk Shandronando, seorang teman yang tempo hari mempromosikan kripik super pedas itu. Berniat membawanya sebagai oleh-oleh untuk Beni(ta).

Dan sepulang mengaji, aku benar-benar bergegas ke Jogja.

Tenanglah, aku tetap tak mengabaikan tugas karena membawa serta bahan-bahan kuliah bersama laptop yang bertengger manis di ransel. Beni(ta) yang akan menjamin keberlangsungan hidupku selama dua-tiga hari di Jogja nanti, maka aku cukup duduk sembari menikmati pemandangan yang terlihat dari kanan dan kiri jendela gerbong besi yang melintasi rel sepanjang jalan dari Solo ke Jogja, dan kemudian bisa sepuasnya berkeliling menemukan 'energi baru' dari apa yang bisa kulihat, kudengar, dan kurasa selama di Jogja.

Ada kamu, aku senang. Ada kalian, aku gembira. Ada mereka, hidupku lebih lengkap rasanya. Maka, aku menjadi bahagia jika aku, kamu, kalian, dan mereka berkumpul bersama. Ya. Ini tentang sebuah pengakuan bahwa aku, layaknya manusia biasa yang ingin tertawa bersama berbagi asa, juga cerita. Dan aku menyebut ini sebagai elemen kebahagiaan :)

>>>"Hei Teman, aku rindu!" :D
Readmore - Elemen Kebahagiaan

16 April 2012

Paradise (Maher Zain)



I remember when I first met you
I felt that God answered my call
There was that one place I always thought about
And I just wanted to be there with you
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
I had a great feeling inside of me
That one day I’ll be there with you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Do you remember the hard times we went through?
And those days we used to argue
But there was not one thing that could bring us down
‘Cause we always had in our minds
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
The place we’ve been promised to live in forever
And best of all, it’s just me and you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

I remember us praying at night
And just dreaming about this together
I’m so blessed to have you in my life
And now we can enjoy these blessings forever
Paradise is where we are now
Paradise, a dream come true
Paradise, O what a feeling!
Paradise, thank You Allah!

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Aulia's Note:
I do love this song. Bukankah ini cita-cita kita? :)
Download lagunya di sini
Readmore - Paradise (Maher Zain)

Kuliner Akhir Pekan

Ini yang paling disuka. Ketika menjelajahi tempat baru, hal menarik berikutnya adalah berburu makanan. Pagi-pagi, setiap hari Minggu, ada 'car free day' di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo. Banyak jajanan pastinya: es dawet Banjarsari, bakso bakar, kue leker, jagung manis, bubur ayam Jakarta, sate, serabi, dan masih banyak lagi. Berhubung belum sarapan, saya ditemani Beni-ta (teman yang kuliah di UAD Jogja dan sedang berlibur di Solo), memilih untuk menyantap hidangan berkarbohidrat tinggi terlebih dahulu, sebelum membeli jajanan ini itu.



Ini namanya pecel kampung. Biasanya, pecel itu bumbunya kacang tanah yang ditumbuk bersama cabe, garam, dan bumbu lainnya, kemudian diseduh dengan air. Yang ini, agak berbeda. Ada wijen hitam sebagai tambahannya. Membuat nasi merah dan sayuran pelengkapnya terasa lebih segar (seperti mint). Coba deh, supaya ada rasa bangga yang singgah, "Makanan Indonesia itu enak lhooo..."





Boleh juga kan, mencicipi makanan dari negara lain? Ini namanya Takoyaki. Nemu waktu mau pulang. Katakanlah, jajanan jelang siang. Waktu ngintip Mbaknya bikin adonan, tampaknya bahan-bahannya ga sulit. Tepung, telur, potongan daun bawang, potongan cumi, dan bumbu khas takoyaki (mungkin dari Jepangnya langsung, hihi, ntahlah). Dimasak di loyang khusus supaya bentuknya bulat seperti onde-onde. Sudah matang, ditaburi saus (teriyaki? I don't exactly know) dan mayonaise. Yang paling saya suka, toppingnya. Saya pilih nori (rumput laut). Dan yang terpenting, ada label halal di gerobaknya :)



Sore, ada acara di kosan baru Mbak Wardah di daerah Palur (dekat UNS tapi sudah masuk Kabupaten Karanganyar). Mbak Wawa (panggilan saya) masak soto Pontianak (khas kampung halamannya). Wuaaaaah.... Suka suka suka. Meski saya tidak menemukan perbedaan soto ini dibanding soto yang lain (karena saya begitu dusun :p), soto ini tetap enak dan "Kenyaaaaaaang!". Kata Mbak Wawa, ini namanya Soto Cinta :)
Readmore - Kuliner Akhir Pekan

13 April 2012

Jajanan Sore


Ini namanya roti konde. Dari tepung gandum, jadi seratnya cukup tinggi. Bisa dikasih taburan gula bubuk, bisa juga susu kental manis. Sedikit mirip pancake saya ya, bedanya saya biasanya pakai cokelat masak :p

Dua cup itu, es krim Solo. Es krim produksi lokal. Enak lho.. Murah lagi cuma Rp 1.500,-. Walls atau Campina yang sebesar itu biasanya Rp 3.000,-. Dan kemudian saya bermimpi menjadi produsen es krim di kemudian hari :D
Readmore - Jajanan Sore

4 April 2012

Sudut Kota Solo

Makasih banget deh buat Beni yang udah mau mampir ke Solo. Soalnya, karena Beni yang nyempetin liburan (meski cuma dua hari) di Solo, saya jadi nyari banyak referensi tentang sudut kota Solo untuk ngajak Beni jalan-jalan

Rektorat UNS. Ya ampun, kalau bukan mahasiswa UNS sih dusun ya pengen poto (tapi saya juga pernah poto di sini ding, hihihi)
Untuk yang ga punya kendaraan dan perlu ke beberapa tempat yang jaraknya berjauhan, UNS punya bus kampus yang sekali naik cuma bayar seribu rupeee. UPI ga punya yah, jadi waktu S1 dulu saya keliling kampus UPI yang jalannya menanjak dan berliku itu jalan kaki, hosh hosh hosh...




Kalau yang ini, rektorat Institut Seni Indonesia (ISI), kampus yang tetanggaan sama UNS. Ah, Beni sih cuma pengen nyari angle yang bagus buat foto (--,)a















Masjid Ageng dekat alun-alun kota Solo. Baru pertama kali ke sini lho saya, hahaha, padahal udah empat bulan di Solo.

Ini nih Taman Sriwedari yang sering dijadiin markasnya Opera Van Java untuk manggung di Solo. Taman ini ada di jalan Slamet Riyadi.

Ada meriam di depan Sriwedari. Kira-kira ada isinya ga ini?

Waktu itu lagi ada festival tari anak deh kayanya di pendopo Sriwedari. Ah, biarin. Kita foto di patungnya aja, Be :D

Ada car free day setiap hari Minggu di Jalan Slamet Riyadi. Lumayan untuk jalan sehat sekaligus jajan, hahaha...


Yang beginian ini nih yang klasik.

Kadang, ada yang ngadain acara-acara tertentu di car free day. Promo produk, konser penggalangan dana, promo PAUD berbasis Islam, publikasi Solo Berkebun, atau yang ini, konser yang diadain sama anak-anak istimewa (berkebutuhan khusus).

Museum Radya Pustaka juga ada di jalan Slamet Riyadi.

Setiap akhir pekan, ada kereta api uap yang lewat rel di jalan Slamet Riyadi. Kalau ga salah, ini kereta untuk wisata keliling kota Solo, jadi beroperasi cuma pas ada yang booking. Klasik ya? Ini bahan bakarnya kayu atau batu bara ya, lupa saya.  Pulang dari jalan-jalan bareng Beni, kereta itu lewat. Waaaw... dusun banget lah. Soalnya baru pertama kali lihat, hihihi...


Ada juga Railbus Bathara Kresna. Kalau yang ini kereta api lintas kota. Rutenya bisa dilihat di sini.





Kalau bus tingkat ini beroperasinya akhir pekan.



Oh iya, sebenarnya saya pernah juga jalan-jalan ditemani Bayu, adik saya, dulu waktu saya tes seleksi calon mahasiswa pascasarjana UNS. Bengawan Solo, misalnya. Tapi, sungainya ga di foto soalnya airnya keruh... :(

Taman Makam Pahlawan di dekat kampus UNS.

Keraton juga alun-alun.










Kampus ISI (angle ini ga Beni ambil untuk foto, padahal bagus ya...)

Solo punya banyak tugu juga patung di jalanannya, termasuk daerah Pedaringan ini...

Dibanding Jogja, Solo memang lebih bersahaja dalam artian kultur 'desa'nya masih kerasa meski tetap kejawen buanget. Liat aja alun-alun sama keratonnya, beda kan sama jogja yg waw getoh, hahaha.

Jogja kan notabenenya provinsi dibanding Solo yang cuma salah satu kota (kecil) di Jawa Tengah. Tapi, agaknya, Jogja udah kedatangan banyak turis, lokal sampai internasional, bahkan beberapa menetap di Jogja selama kurun waktu tertentu, mahasiswa dari luar daerah yang kuliah di sana misalnya. Jadi kulturnya juga udah sedikit bercampur. Di solo, kalau kita ketemu orang pasti diajak 'boso' (jawa haluuus banget, dekat ke kromo-inggil), bahkan di pusat perbelanjaan.

Inilah Solo, kota kecil yang cukup nyaman :)
Beberapa aktivitas di Solo untuk periode Oktober 2012 bisa dilihat di sini. Budayanya cukup kental ya, di Solo :)
Readmore - Sudut Kota Solo

1 April 2012

Aku dan Asaku

merahku memudar
jinggaku berpencar
tergantikan biru, kelabu

ingin kembali berlari, jemput sang bayu
namun kakiku, sejenak terpaku

ada yang hilang, ada yang pergi
menambah kekosongan yang tak terperi

bolehkah aku jujur?
bolehkah aku meminta?
bahwa aku, bersama secangkir asaku,
ingin tetap di sini mencecap manis dari gula-gula mimpi

miracle itu.. bukankah masih ada di genggamanku?
aku percaya. dan itu cukup.
Readmore - Aku dan Asaku