Social Icons

16 April 2012

Kuliner Akhir Pekan

Ini yang paling disuka. Ketika menjelajahi tempat baru, hal menarik berikutnya adalah berburu makanan. Pagi-pagi, setiap hari Minggu, ada 'car free day' di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo. Banyak jajanan pastinya: es dawet Banjarsari, bakso bakar, kue leker, jagung manis, bubur ayam Jakarta, sate, serabi, dan masih banyak lagi. Berhubung belum sarapan, saya ditemani Beni-ta (teman yang kuliah di UAD Jogja dan sedang berlibur di Solo), memilih untuk menyantap hidangan berkarbohidrat tinggi terlebih dahulu, sebelum membeli jajanan ini itu.



Ini namanya pecel kampung. Biasanya, pecel itu bumbunya kacang tanah yang ditumbuk bersama cabe, garam, dan bumbu lainnya, kemudian diseduh dengan air. Yang ini, agak berbeda. Ada wijen hitam sebagai tambahannya. Membuat nasi merah dan sayuran pelengkapnya terasa lebih segar (seperti mint). Coba deh, supaya ada rasa bangga yang singgah, "Makanan Indonesia itu enak lhooo..."





Boleh juga kan, mencicipi makanan dari negara lain? Ini namanya Takoyaki. Nemu waktu mau pulang. Katakanlah, jajanan jelang siang. Waktu ngintip Mbaknya bikin adonan, tampaknya bahan-bahannya ga sulit. Tepung, telur, potongan daun bawang, potongan cumi, dan bumbu khas takoyaki (mungkin dari Jepangnya langsung, hihi, ntahlah). Dimasak di loyang khusus supaya bentuknya bulat seperti onde-onde. Sudah matang, ditaburi saus (teriyaki? I don't exactly know) dan mayonaise. Yang paling saya suka, toppingnya. Saya pilih nori (rumput laut). Dan yang terpenting, ada label halal di gerobaknya :)



Sore, ada acara di kosan baru Mbak Wardah di daerah Palur (dekat UNS tapi sudah masuk Kabupaten Karanganyar). Mbak Wawa (panggilan saya) masak soto Pontianak (khas kampung halamannya). Wuaaaaah.... Suka suka suka. Meski saya tidak menemukan perbedaan soto ini dibanding soto yang lain (karena saya begitu dusun :p), soto ini tetap enak dan "Kenyaaaaaaang!". Kata Mbak Wawa, ini namanya Soto Cinta :)

0 komentar:

Posting Komentar