Social Icons

14 Juni 2012

Cinta dalam Kata


"Mana tulisanmu yang baru?" tanya seorang teman.

Ia orang ke sekian setelah beberapa teman yang lain bertanya hal yang sama. Senang, tentu saja. Meski tak tahu apakah mereka menyukai, mengulum sejenak tulisanku, mencecapnya, sebelum kemudian menyesaki lambung-lambung mereka dan diserap sari-sarinya oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh layaknya makanan bernutrisi. Setidaknya, aku tahu tulisanku dinikmati, meski hanya oleh beberapa pasang mata.

Ya. Kalian benar. Puluhan hari kulewati dan tak jua menambah postingan baru di note diary on line-ku. Ntah buntu, ntah terlalu banyak terpaku. Agaknya aku tak memiliki alasan yang benar-benar tepat untuk ungkapkan, mengapa tak segera merangkai jutaan kata seperti dahulu.

Cinta itu menggerakkan. Benar. Cinta yang dahulu begitu setia hadir dalam benak, menyentuh jemariku hingga mampu berlama-lama menekan tuts keyboard, memunculkan satu, dua, tiga, bahkan ribuan huruf di layar, hingga membentangkan sebuah tulisan. Terkadang haru dalam biru, sesekali merah karena ceria. Cinta, aku merindukannya...

Cinta untuk setiap nafas yang Ia anugerahkan. Cinta untuk syukur tak terkira atas setiap miracle yang Ia beri di setiap inchi hidupku. Cinta untuk berbagi hikmah kepada kau, kalian, juga mereka. Cinta dalam dekapNya, bersama orang-orang yang saling mencinta karenaNya. Ya. Cinta itu yang menguatkan niat untuk tetap taat juga saling mengingatkan dalam kebaikan. Melalui tulisan...

Asa. Nampak sekali bahwa aku melupakannya. Terlena dengan banyak hal baru di sekelilingku. Terlupa bahwa setiap detik waktu yang memburu disesaki banyak rasa tuk penuhi qalbu. Semoga kembali temukan cinta untuk kuatkan langkah dalam menarikan kata demi kata untuk berbagi asa.

-------*o*o*o--------

Terima kasih telah mengingatkan (untuk terus menulis) :)

Semoga segera bisa hasilkan tulisan yang renyah, enak dikunyah, sekaligus menyehatkan.

Semoga hariku dan harimu barokah :)

0 komentar:

Posting Komentar