Social Icons

26 Juli 2012

Puding Singkong Lapis Buah


Dapat kiriman singkong dari ayahnya Aghnia. Kali ini pengen dibuat dessert biar ga berat waktu disantap. Scara, singkong kan berkarbohidrat. Ini ditambah buah biar ada variasi nutrisinya. Tapi, yaaa namanya singkong tetep aja ya kerasa berat waktu dimakan. Biar kata jadi puding, makan sepotong juga udah kenyang. Hahaha..

Baiklah, ini resepnya:

Puding Singkong Lapis Buah

bahan I:

300 gram aneka buah, potong kecil-kecil
600 ml air
125 gram gula pasir
1 bungkus agar bubuk

bahan II:
1.000 ml susu
150 gram gula pasir
2 bungkus agar bubuk
1/4 sendok teh garam
200 gram singkong, parut halus

cara membuat:
  • Rebus bahan I (tanpa buah) sambil diaduk hingga mendidih.
  • Tata buah dalam cetakan.
  • Tuang adonan ke dalam cetakan lalu bekukan.
  • Rebus bahan II sambil diaduk hingga mendidih. Tuang ke atas bahan I (setelah mengeras). Bekukan.
  • Setelah beku, potong-potong lalu sajikan.
Readmore - Puding Singkong Lapis Buah

25 Juli 2012

Nasi Hijau Telor Balado


Waktu masih tinggal di Bandung, saya suka sekali dengan nasi goreng hijau ala Food Court Limamu di kawasan Gegerkalong Girang. Eh, nemu resep nasi hijau yang ternyata ga jauh berbeda dengan nasi uduk, hanya diberi tambahan air perasan (jus) bayam supaya warnanya lebih hijau. Dan, ini jadinya :D

Pengen agak keren dengan menghias ala Mickey Mouse, sayangnya kelihatan sepi karena kurang bahan. Kalau ada daun selada atau mie goreng, mungkin bisa untuk rambutnya, hihihi.. Tapi, gini aja cukup kan ya, Nasi Hijau Telor Balado. Tinggal tambahin buah dan susu biar empat sehat lima sempurna :D

Ini resepnya:

Nasi Hijau Telor Balado

Bahan-bahan:
  • 250 gr beras, dicuci bersih
  • 300 ml santan dari ½ butir kelapa
  • 150 gr daun bayam dan 50 ml air, diblender, disaring ukur 100 ml
  • 1 sdt garam
  • 2 lbr daun salam
  • 3 lbr daun jeruk buang tulang
  • 1 btg serai, ambil putihnya, memarkan
  • 2 lbr daun pandan
Memasaknya bisa dengan magic com, bisa juga dengan kompor. Sama seperti memasak nasi biasa.
Readmore - Nasi Hijau Telor Balado

23 Juli 2012

Cake Sukun Tabur Kurma


Hasil eksperimen hari ini: Cake Sukun Tabur Kurma :D

Ngintip resep potato-cake di blog tetangga, hihihi.. Berhubung lupa beli kentang tadi pagi dan di rumah ada sukun yang gretong, alhasil cake-nya berbahan dasar sukun (dengan campuran terigu tentunya :D).

Beda kentang beda sukun. Kentang teksturnya agak melting, kalau sukun lebih berserat. Seharusnya ini pake susu cair 600 ml, tapi karena takut terlalu encer, dikurangi jadi 400 ml. Dan, hasilnya.. Cake-nya jadi super duper berserat :D

Ga nemu piring saji yang lebih lebar, akhirnya pake piring makan. Jadi dua lapis deh cakenya. Bagian tengah dioles pake cokelat masak n ditaburi keju (tapi ga terlalu kelihatan ya, hahaha). Dan bagian atas ditaburi kurma yang dipotong kecil-kecil.

Ini resepnya:

Cake Sukun Tabur Kurma

Bahan-bahan:
1) 6 butir telur (3 putih sisihkan)
2) 300 gr Gula pasir
3) 225 tepung terigu
4) 400-600 gr sukun (kukus, kemudian haluskan)
5) 600 ml susu cair
7) 1 bks vanili
8) 3 sdm mentega, cairkan
9) Kurma untuk taburan (bisa diganti kismis)

Petunjuk:
o> Siapkan cetakan yg sudah di olesi mentega dan tepung.
o> Kocok gula, telur, dan vanili hingga mengembang.
o> Tambahkan sukun, aduk rata. Setelah rata masukkan tepung dan aduk kembali sampai rata.
o> Tambahkan susu, aduk rata. Tambahkan mentega cair, aduk rata lagi.
o> Siap di panggang. Taburi kurma setelah setengah matang.
Readmore - Cake Sukun Tabur Kurma

13 Juli 2012

Sahabat Pena: Bertemu, Akhirnya

Pertama kali mengenalnya dahulu saat aku masih di Sekolah Dasar. Ia yang mengajakku berkenalan via surat yang dilayangkannya jauh-jauh dari Surakarta ke Lampung dengan perangko yang dahulu kukoleksi karena aku seorang filateli.


Katanya, ia menemukan alamatku dari tulisanku yang dimuat di salah satu rubrik majalah anak. Dan sejak itu, kami saling berkirim surat dan bertukar cerita hingga aku menginjak remaja dan duduk di bangku SMA.


Aku kehilangan kontak setelah bertahun lamanya. Seiring berjalannya waktu, akupun dikenalkan dengan facebook yang mampu melacak setiap membernya di seluruh dunia, termasuk sahabat penaku itu. Dan akhirnya, aku menemukan wall-nya yang dinamai dengan nama asli: Nurul Fathonah.

Surakarta. Pertama kali mendengar nama kota ini darinya. Dan kini, saat aku kembali menempuh studi di Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, aku mencarinya. Beruntung, kami dipertemukan dalam sebuah percakapan via fb-chat (karena dia memang jarang sekali online). Kami pun bertukar nomor ponsel.

Sore ini, aku berkunjung ke rumahnya di Sukoharjo, 15 menit perjalanan motor dari UNS. Bayangkan bagaimana rasanya bertemu dengan kawan lama yang sama sekali belum pernah ditemui sebelumnya :)


Mengenalnya lebih dari sepuluh tahun dan baru bertemu di Juli 2012. Kami pun bertukar banyak sekali cerita, "Oooh.. Jadi ini tho Surakarta yang dulu sering Mbak Nurul ceritain.."

Ia, yang memang dua tahun lebih dahulu lahir dibandingkan aku, sudah menimang dua buah hati sekarang :)
Readmore - Sahabat Pena: Bertemu, Akhirnya