Social Icons

22 September 2012

Mendadak Cooking

Sabtu pagi. Tak berencana melakukan banyak agenda 'berat' hari ini. Yeah, berkutat dengan bahan-bahan tesis, merencanakan Bab I, II, III, daaan membayangkan penelitian yang (akan menjadi) luar biasa nanti, cukup membuat kepala saya mengeluarkan asap tebal (hanya imajinasi).

Saya ingin bersenang-senang seharian. Karena itu, saya membuat janji dengan Mbak Bibit untuk (belajar) membuat handycraft dari sabun ataupun kain flanel. Saya pun sengaja tidak sarapan dulu karena jam 10 berencana berdua saja dengan Bayu, adik saya, untuk menikmati kupon 'Beli 1 Gratis 1' di Soetik Steak belakang kampus. Karena itulah saya membuat status,

Kebahagiaan hari ini akan dimulai pukul 10. Bersiaplah! :D
*eh salah, sekarang bahagia, nanti jam 10 bahaga sekali
:D

Salah satu adik tingkat saya di SMA, Yusuf, memberi komen yang pada akhirnya memancing saya untuk membalas komennya dengan kata-kata tak terduga. (Note: Foto ini diambil setelah Yusuf berganti profil picture. Profpic awalnya, dia lagi senyum bahagia karena pamer tart di tangannya).


Ya. Awalnya hanya komen di status, tapi kok tiba-tiba saya berencana untuk eksperimen tart di dapur Bunda Tiara, salah satu pemateri kajian di Forum Muslimah Pascasarjana UNS yang cukup dekat dengan saya.

Wait, bukannya Tiara, putri Bunda, genap dua tahun bulan September ini? Sepertinya asyik kalau eksperimen di dapur Bunda di hari lahir Tiara. Nanti hasil eksperimennya bisa jadi tanda cinta saya untuk Tiara. Jemari saya pun bergerak memijit tombol-tombol di ponsel.

"Bunda, Tiara milad (ulang tahun) tanggal berapa?"

Tak lama, ponsel saya bergetar karena menerima balasan.

"Today. Ada apa? Mohon doanya yaaa..."

Apppaaaaaaah? Hari iniiiiiiiiiiiii? Saya menjerit sehisteris-histerisnya.

Ini memang masih pagi, jam digital di layar laptop pun masih menunjukkan pukul tujuh lewat beberapa puluh menit. Tapi saya belum mandi, belum beres-beres kamar, belum prepare beberapa bahan yang harus saya bawa ke kosan Mbak Bibit nanti, dan belum booking motor Bayu (karena saya tidak ada kendaraan) untuk melesat ke rumah Bunda di daerah Banjarsari.

Dengan cepat, otak saya mengatur rencana ini dan itu. Sementara Mbah Google membantu saya mencari resep-resep tart yang amat sangat keren sekali, saya disibukkan dengan ponsel untuk membujuk Bayu agar motornya boleh saya pinjam, juga mengajak teman yang mungkin saja free dan mau diajak kolaborasi di dapur Bunda.

Well, motor boleh saya pinjam tapi dzuhur sudah harus dikembalikan. Teman-teman yang membalas pesan saya sudah punya agenda elitnya masing-masing. Baiklah, saya meluncur sendiri saja ke Banjarsari dengan kecepatan tinggi.

Awalnya, saya ingin membuat tart (yang memang belum pernah saya buat). Tapi, kasihan Tiara kalau hasil eksperimennya gagal. Jadi, saya buat Avocado Pound Cake saja yang sudah pernah saya racik di dapur Mama saat libur tempo lalu.

Selesai belanja di Pasar Nusukan, saya bergegas ke rumah Bunda yang memang sudah saya kabari rencana saya meminjam dapurnya hari ini. Jadi Bunda sempat pinjam mixer dulu ke tetangga, hihihi...

Bunda belum punya pemanggang, jadi cake-nya saya dadar ala pancake.Dari adonan yang ada, jadi tiga lapis pancake. Setiap lapisnya diberi lelehan cokelat masak. Karena ini tanda cinta, cakenya saya bentuk love :D



Saya ga bawa kamera digital, jadi difoto pakai hape. Yeah, not bad lah :D

Versi kedua, Bunda mau adonannya dipanggang pakai Amazing Com warisan Mamah (mertua) Bunda. Saya menyebutnya Amazing, bukan Magic, karena memang Com ini serbaguna. Bisa untuk memanggang macam-macam, termasuk cake.

Dan hasilnya? Better dari pancake sebelumnya deh kayanya :D

Untuk ukuran Com yang diameternya besar, adonannya kurang banyak. Jadi hasilnya ga terlalu tinggi. Tapi rasanya tetap lembuuuuut dan melting di mulut :p

Karena Tiara masih di sekolah, jadi saya ga sempat lihat ekspresinya waktu makan cake-nya. Tapi, Bunda baik sekali. Malamnya, foto Tiara di-tag ke fb saya.

Senang deh lihat senyumnya :)

Dan quote saya tempo hari, terasa sekali hari ini, 

"Bahagia itu kalau bisa memberi sesuatu untuk orang lain."




Note:
Setelah agenda bahagia dari rumah Bunda, saya ke kosan Mbak Bibit untuk membuat handycraft. Nanti-nanti saya pos ya, insyaAllah :)

Dan kupon Soetik Steak saya bernasib malang. Dengan alibi 'ada teman dari Jogja yang main ke Solo, Bayu mau ngajak makan enak', kupon saya diambil Bayu untuk traktir temannya itu (--,)a

4 komentar:

  1. Itu sisa potongannya mbok ya dikirim ke Jakarta ae.. eman-eman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, telat. Sekarang sudah habis, Kisanak :D

      Hapus
  2. Baru sempat baca dik. Makasih ya mendadak cooking waktu itu... Membuat Tiara tambah bahagia meski dia blm tahu apa itu ulang tahun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. Maaf juga Bunda jadi repot. Yang terpenting, Tiara makin cerdas dan sholihah seiring bertambahnya usia :)

      Hapus