Social Icons

28 Oktober 2012

Nasi Goreng Hitam (Cumi)

"Bahagia itu kalau masih bisa bareng-bareng teman dalam kondisi apapun."

Meski ga mudik, liburan tetap asyik kalau ada teman yang bisa diajak bareng untuk agenda elit: masak.

Lagi-lagi, dapur Mbak Bibit jadi sasaran (^^,)v

Bareng sama teman-teman yang ga mudik, saya, Zara, dan Mutia nginep di kos Mbak Bibit untuk besoknya sholat Id sama-sama di halaman rektorat UNS. Pulang dari sholat id baru kami masak-masak yang bahannya sudah dibeli kemarin sore di Pasar Legi.

Ada banyak masakan yang dibuat: tumis kangkung, sambal cumi-tempe, pong tahu, talam jagung, sup ayam, dan nasi goreng hitam (cumi). Tapi, nasi goreng hitam dan sup ayamnya dibuat hari berikutnya. Ini, yang saya post, nasi gorengnya aja ya (^^,)bb

Ceritanya, waktu di Bandung dulu, saya diajak makan di restoran Niagara dekat kampus Enhaii. Ada menu nasi goreng hitam, ternyata hitamnya itu dari tinta cumi. Jadi pengen nyobain bikin, hihihi...

Sebenarnya cuminya ga terlalu banyak. Tapi, karena yang makan cuma berempat, cumi 25gr bisa cukup untuk si lidah icip-icip. Badan cuminya disambel bareng tempe, kepala cumi plus tinta hitamnya direbus terpisah. Terus, kepalanya diiris kecil-kecil (kalau saya, bagian mata cuminya dibuang).

Bumbu nasi gorengnya mirip nasi goreng biasa: bawang merah, bawang putih, cabe, garam, sedikit gula. Saya lebih suka bumbunya diuleg (^^,)v

Setelah bumbu dihaluskan, tumis bumbu sampai harum, masukkan telur, diorak-arik bareng si bumbu sampai matang. Lalu, masukkan rebusan cumi + tintanya ke tumisan bumbu. Aduk rata sampai agak kering, baru masukkan nasinya. Goreng sampai nasinya agak kering. Dan taraaaaaaaaaaaaaa... Nasi goreng hitam siap disajikan (^.^)

Ini nasinya dicetak pakai mangkuk bentuk love, hihihi... Dimakannya bareng pong tahu (sama kaya nugget tahu yang pernah saya buat).

Oh iya, yang mau bikin pong tahu, ini resep(asli)nya dari Pak Wied Harry. Tapi kami bikinnya ga pakai takaran. Intinya, nugget itu campuran bahan-bahan ini:

> tahu putih, bungkus serbet, peras, lumatkan (kami pakai 2 bungkus tahu putih yang setiap bungkus isinya 10 buah)
> dada ayam cincang
> wortel, potong kecil-kecil
> daun bawang, iris tipis-tipis
> garam secukupnya

Seharusnya, adonannya diberi telur supaya menyatu. Eh, kami lupa, hahaha...

Setelah diaduk rata, adonannya dikukus. Namanya anak kos ga punya kukusan, jadi adonan ditaruh di panci kecil dan simasukkan ke panci lebih besar yang sudah diisi air, hihihi...

Dikukusnya ga pakai estimasi waktu. Ya, kira-kira pas adonannya udah agak mengeras dan memadat waktu ditusuk pakai garpu. Karena ayamnya lumayan banyak, nuggetnya jadi mengeluarkan kaldu. Akhirnya si kaldu diperas dan dicampur sama tulang-tulang ayam (karena cuma dadanya yang diambil) dan tulangnya direbus untuk disop (^^,)a

Dipotong kecil-kecil, dicelupkan ke telur, baru digoreng.

Hasilnya, kaya yang di gambar pertama tadi (^^,)v

Ini nih, menu id kami kemarin, hehehe... Ntah sarapan atau makan siang namanya karena dimakannya setelah semua matang. Jam 10 atau 11-an saya lupa. Kompornya cuma satu jadi agak lama masaknya (^^,)a


Siangnya, kami dapat kiriman daging kambing dari tetangga, juga daging sapi dari adik saya, Bayu. Untungnya masih ada tenaga untuk masak. Jadi, daging kambingnya dibikin tongseng. Besoknya, bareng Mbak Binti, Mbak Ari, dan Zara, saya masak daging sapinya untuk diolah jadi gulai, semur, dan sop. Jadi, liburan kali ini full of masak \(^.^)/

1 komentar: