Social Icons

1 November 2012

A Year Older, A Year Better

Ratusan menit tersisa menjelang terlewatinya usia kembarku, 22 tahun...

Aku masih saja terpaku. Layar di depanku belum benar-benar terisi jutaan kata, buah dari pikiran yang akhir-akhir ini penuhi benak. Jemariku seolah terkantuk, nyaris lupa bagaimana cara menekan tuts keyboard untuk mengetikkan huruf demi huruf. Alih-alih menatap dalam-dalam lembaran kertas di Microsoft Word, mataku justru mengkhianatiku. Ia mengaburkan pandanganku dengan embun yang mengkristal di sudut-sudutnya.

Ah... Selalu saja sendu. Mengingat bahwa ribuan hari telah terlewat sedangkan diri belum menjadi apa-apa, belum menjadi siapa-siapa. Apakah arti dari sebuah pertambahan usia?

Ntah dari mana datangnya keinginan itu, tiba-tiba, jemariku disibukkan dengan mencari arsip penting di ponsel, doa dari teman-teman di hari pertama usia kembarku tiba. Ya. Aku terbiasa menyimpan doa apapun yang diberikan untukku di hari kelahiran. Dan kemudian, aku kembali membacanya, satu persatu...

“Selamat mensyukuri nikmatNya dengan bertambahnya usia, Teeeh...”

“Met milad Aul, semoga diberi umur yang bermanfaat...”

“Ayo, panjatkan doa terbaikmu saat ini... Pilihan untuk berganti jenjang sudah nyata di hadapan. Kamu punya kesempatan memilih... Semoga naik kelas.”

“Semoga Allah memberikan kemudahan di setiap langkahmu, Mbakku...”

“Semoga Aulia selalu sehat dan bahagia ^_^”

“Orang yang paling baik adalah mereka yang panjang umurnya dan baik amalnya (HR. Ahmad)”

Dengan dada bergemuruh, aku kembali mengamini doa-doa itu, meski semua pesan yang tersimpan di ponsel belumlah usai kubaca. Mataku kembali berkabut, mengaburkan pandanganku, sekali lagi.

“Allahku...” desisku perlahan.

Mengingat bahwa Allah menganugerahkan orang-orang istimewa di sekitarku, membuatku berucap syukur berkali-kali, tak henti-henti, berjuta kali, bahkan lebih... Untuk tawanya, cerianya, bahagianya, juga amarahnya, sedihnya, kecewanya, ragunya, gelisahnya, semua rasa yang Allah beri dalam setiap menit detik yang terlewati. Syukur, syukur, syukur... Karena dari merekalah aku belajar hingga mampu berdiri seperti saat ini.

Meniatkan diri menjadi taat dan manfaat. Meniatkan diri untuk menjaga orang lain dari gangguan lisan dan tangan. Meniatkan diri untuk terus berlari, berlomba-lomba menuju surga dan ampunanNya yang seluas langit dan bumi, agar Ia melihat, siapa di antara para hambaNya yang terbaik amalnya.

Yang pandai menjaga kesyukuran di saat lapang maupun sempit. Yang tetap bersabar dalam taat, juga sabar menjauhi maksiat.

Semoga kebaikan selalu menyertai kita, di dunia dan di akhirat. Semoga Allah hapuskan salah dan khilaf kita, dahulu, kini, dan nanti. Semoga.. Semoga... Dan semoga kita selalu berada dalam Rahmat dan barokahNya. Aamiin.

Sebagaimana quote yang saya temukan suatu hari di wall teman, saya pun ingin berucap, “Birthday is not only a year older, but also a year better.”

Semoga menjadi lebih baik, dari hari ke hari.



Dalam Hening
Ratusan Menit Jelang 1 November 2012

2 komentar:

  1. Allohumma aamiin Lee.. =)

    baguuus.. dd(^_^)bb



    tidak harus menunggu ultah, dan berusaha utk tidak ikut2an budaya merayakannya..



    .. kerana setiap hari selalu ALLOH berikan kado-kado terbaik & terindah untuk kita..

    .. karena ALLOH selalu siapkan kertas baru di tiap pagi kita,
    untuk kita isi dengan hal-hal yang lebih baik..

    _baarokallohu fiykum_

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. jazakillah mbak nyonyah, luv you..

      Hapus