Social Icons

18 November 2012

Banyak Uang = Punya Kuasa = Banyak Amal

(Disadur dari kultwit Ust. @Yusuf_Mansur)

Allah pasti akan mengazab Israel, menurunkan malaikat-malaikatNya di dan untuk Gaza, serta menakdirkan syahid untuk para pejuang. Al Faatihah...

Tentang usaha/dagang, muslim kudu usaha/dagang. Ga usah takut dikata pengen dunia. Say: emang pengen. Tapi dengan cara-cara yg diridhai Allah,dan jadikan ibadah.

Begitu juga dengan kerja. Jangan takut kerja itu ntar dikata nyari duit. Emang nyari duit. (Baca: gaji). Itulah seutama2 nyari rizki. Ga minta2.

Dunia itu milik Allah. Masa yang lain yang ambil? Ya mestinya hamba Allah yang muslim yang lebih wajib ngambil. Jangan malu2. Tentu dengan cara&petunjuk-Nya.

Cari dunia. Dengan Cara2Nya Allah. Jangan lupa hak Allah&hak sesama. Itu saja. Waktunya shalat, shalat. Keluarkan zakat&sedekah. +akhlak. Sip.

Bisnis, usaha, dagang, kerja, gagalnya aja, jadi ibadah. Apalagi hasil. Bisa sedekah, bisa nafkahin anak&keluarga yg halal, bisa nolong orang.

Israel ngebom Gaza, ya harus lah kita bantu. Bahkan tidak dengan doa saja. Dengan donasi. Karena itu, geber usahanya, geber dagangnya. Supaya bisa lebih banyak.

Bisnis&aqidah, sama eratnya nih hubungan&pengaruhnya, dengan kekuasaan&aqidah. Pemegang bisnis&kekuasaan bisa berpengaruh hebat ke aqidah.

Kalau saya owner hotel, terus saya keluarin kebijakn jual minuman keras&diskotik,+dilarang pake jilbab+kudu pake rok pendek, sebagai karyawan berani nolak?

Kalau saya yang punya maskapai, saya suruh muslimah2 pramugari, pake rok dengan belahan nyaris ke pangkal paha, berani kah sdri pramugari menolak?

Kalau saya owner pabrik, saya bicara: jangan shalat jum'at lah. Lalu sdr brani keluar? Hebat bila berani.

Bila saya pemilik toko/kantor, trus saya bilang, jangan dhuha ya... Ga boleh sholat dulu, layanin dulu tamu. Atau ga usah ada pengajian. Beranikah melawan?

Bisnis, usaha, dagang, malah masuk fardhu 'ain kali. Itu kalo udah bersentuhan dengan soal aqidah.

Berapa banyak rumah sakit, bank, pabrik, kantor2? Di sana ada penjajahan aqidah? &pelanggaran HAM di urusan agama?

Penjajahan/agresi Gaza, kasar sekali. Ga bisa saya juga terima. Tapi penjajahan/agresi ekonomi, perih juga terasa. Kawan2 saya tak berdaya.

Ucapan saya menggelegar ke langit, sejak saya melek dagang dan aqidah... Izinkan yaa Rabb, saya jadi pengusaha hebat&besar...

Ingin kuselamatkan aqidah kawan2 sebaya saya. Begitu saya mengucap di '94-an, yg sy ulangi lg di 2006.

Saya dengar di 2006, ada pemuka agama non muslim, yg bersumpah akan bangun 1000 rmh ibadah mereka... Saya ga mau jadi the loser.

Saya, &beberapa pemuda muslim lain: sani, midzi, jameel, rohim, hendi irawan, mengobarkan semangat yang tak tercatat sejarah...

Yuk kita jawab... Begitu pekik kami...

Kita juga bikin 1000 pesantren...

dengan apa...?

Perjalanan 6th s/d 2012 ini, menjelma 3rb pesantren kecil2 senusantara dan manca negara. Semoga menjelma menjadi pesantren besar semua.

Yang kami tak terima di 2006 itu, tokoh agama yg bersumpah membangun 1000 rumah ibadah agama mereka, adalah tokoh bisnis, tokoh usaha. Nasional pula.

Dia punya properti. Dia punya hotel. Dia punya seabrek2 usaha. Siapa karyawannya? Muslim! Siapa pelanggannya? Muslim! Subhaanallaah.

Pengennya saya menulis dengan bahasa kegeraman, dengan rahang bergemeretuk. Tapi tanggung berprinsip kalem. Itu aja udah pake tanda seru.

Bangunlah wahai pemuda muslim. Sebagaimana seruan kepada pemuda Gaza yang tak usah lagi diseru. Mereka sudah berangkat ke medan jihad. Tinggal kita...

Sungguh, agresi Gaza itu kasar. Tapi penjajahan/agresi ekonomi&aqidah di negeri ini, juga teramat kasar. Terbungkus ekonomi kapitalis&HAM.

Bila saya menyeru PatunganUsaha, untuk bangun hotel... Saya ga akan mundur. Sejengkal juga ga bakal mundur. Maju terus.

Sekarang masih PU yg 10jt-an. Tar malah saya keluarin PU yang 100rb. Biar pada ikutan perang ekonomi. Ini jihad ekonomi.

Saya insyaAllah udah sangat kaya, sangat cukup. Saya punya mobil yang berganti2 tiap hari. Tergantung panitia yang jemput, he he.

Saya juga dah kayak pmilik hotel&maskapai. Tak tau pesen tiket, tinggal masuk, tinggal terbang. Juga ditanggung panitia, he he.

Anak2 pun sekolah di pesantren. Untuk makan minum, hidup, senang2, udah cukup dah. Jadi, saya ga punya kepentingan di PatunganUsaha.

Saya akan terus belajar bisnis, sama orang2 yang udah duluan bisnis, sambil terus menyusun kitab tafsir, mengajar qur'an, dll.

Bagi saya, bisnis, dagang, udah jadi medan laga layaknya dakwah. Turun dengan semangat 2020. Semangat '45 udah lewat jauh soalnya.

Pengennya saya bawa api ini ke dunia politik. Tapi sayang, muslim sudah terpenjara bicara ini. Bicara bisnis aja sudah terpenjara. Apalagi politik.

Padahal ga mesti pengen jadi penguasa ketika mengingatkan bahayanya aqidah bila kekuasaan dipegang sama yg non&tak berakhlak.

Sebentar tweet ini pun akan mengundang reaksi. Biar. Biarlah. Terserah. Terserahlah. Hasbiyallaah. Cukuplah Allah bagi-Ku.

Hasbiyallaah. Cukuplah Allah bagi-ku. Ku yg pertama, salah. K nya huruf besar. He he, saking semangatnya.

Ketika pemerintah sudah tidak lagi bisa berdiri di kepentingan rakyat, maka jangan salahkan jika rakyat ambil alih. Saya, masih sopan. Pake ekonomi.

Bila 10jt saja ummat Islam nabung di BMT saya (Koperasi Daarul Qur'an), masing2 1jt? Wuah... Kita bisa beli2in prusahaan2 bagus yang sudah dijual.

Daripada cuma ngomong doang, saya bismillaah aja. Memulai mimpi besar, dengan mulai ngambil air wudhu, shalat, doa, &bergerak.

Seraya minta bimbingan Allah, &saran2 para senior... Agar tak salah di kemudian hari.

Toh bank2 besar di negeri ini, juga yang kecil2, ngumpulin duit muslim juga! Maaf, pake tanda seru, he he. Tetep kalem.

Bahkan para penipu berkedok sama, sama2 berbasis koperasi, gotong royong, berhasil ngumpulin trilyunan duit rakyat. Ada yg sampe 6T!

Hotel&Apartemen PatunganUsaha di http://www.patunganusaha.com , hanyalah langkah awal, langkah kecil. Untuk BELI ULANG INDONESIA.

Ini bukan impian. Buat saya, mudah2an bukan kesombongan, sudah menjadi sebuah kewajiban. Yakni bila berhadapan dengan aqidah.

Mau jadi apa anak2 kita nanti? Bila kita saja sebagai pekerja "mereka" sudah dirampas haknya beribadah&beraqidah yang benar?

Yaa Allah, saya mohonkan kpd-Mu, agar kawan2 saya semua mendoakan saya. Hasbiyallaah... Cukuplah Allah bagiku...

Tegur saya, jentil saya, kritik saya... Sepenuh hati saya terima. Semoga Allah memberi hidayah-Nya buat kita semua. Salam.

0 komentar:

Posting Komentar