Social Icons

12 November 2012

Mbah Kakung

Begini cara Mbah Kakung duduk sejak dahulu. Sarungnya itu lho, seperti memanggil kami, para cucu, untuk 'ngelendot' atau main ayun-ayunan. Sejak saya kecil sampai sepupu terkecil saya lahir, selalu 'nemplok' kalau Mbak Kakung sedang duduk begini.

Untuk kami, Mbah Kakung itu hebat, bisa apa saja. Dahulu, saya sering dibuatkan celengan dari bambu ataupun egrang untuk bermain bersama teman-teman. Kalau ada tugas prakarya dari sekolah, Mbah Kakung yang nanti mencarikan tanah liat dan mengajarkan bagaimana membuat asbak.

Dan tahukah, Mbah Kakung juga dokter gigi untuk kami. Setiap kali ada gigi susu yang hampir tanggal, Mbah Kakunglah tempat kami berkonsultasi. Nanti, Mbah Kakung yang mengikatkan benang ajaibnya di gigi kami. "Apa itu?" Mbah Kakung menunjuk langit. Sewaktu kami lengah itu lah gigi susu itu ditarik Mbah dan tiba-tiba saja kami sudah ompong.

0 komentar:

Posting Komentar