Social Icons

15 Desember 2012

Cita untuk Separuh Agama

"Bukankah kita percaya bahwa setiap inci takdir yang Ia persiapkan adalah indah dan penuh kejutan? Maka semestinya kita menjadi yang terbaik dalam beramal juga mempersiapkan diri, memantaskan diri menerima takdir indahNya..."


Bu Hastati, SH, dalam kesempatan menjadi pemateri Kajian Muslimah Pascasarjana UNS, telah banyak bercerita tentang beberapa kasus yang beliau tangani di meja persidangan. Dominasi kasus: perceraian. Innalillah... Meski bercerai adalah halal, tapi Allah membencinya, Allah membencinya, Allah membencinya...

Siapalah kita, yang berhak mengatur-atur takdir. Tak kuasa sedikitpun kita membuat sesuatu terjadi ataupun tidak terjadi, melainkan Allah yang memegang kendali skenario untuk setiap episode kehidupan kita. Tapi, percayalah bahwa skenario yang Ia tuliskan bisa seketika Ia ubah karena upaya-upaya kita dalam berikhtiar...

Allah sesuai prasangka hambaNya, pun Allah tak akan mengubah nasib tanpa kita berusaha mengubahnya. Jika kita memang menginginkan pernikahan yang barokah, yang sakinah mawaddah warahmah, maka persiapkanlah...

Mbak Vida dalam kesempatan Kajian yang lain mengingatkan tentang Rethinking of Your Married. Semua butuh rencana, semua butuh visi, agar aktivitas tak sekedar aktivitas tetapi juga mimpi untuk mendapatkan barokah Allah di dalamnya...

Sejauh apa kita memantaskan diri? Karena kita tak hanya akan menjadi pasangan hidup seseorang, tetapi juga ibu (atau ayah) dari anak-anak kita kelak, juga menyandang gelar sebagai menantu, ipar, tetangga, dan keluarga dalam sebuah masyarakat. Separuh agama bukan perkara sepele, bukan perkara sepele..

Bercita-citalah yang besar, untuk umat. Sebagaimana Umar Bin Khaththab ra berkata, "Janganlah seorang Muslim bercita-cita kecuali cita-cita yang besar." Karena surga terlalu luas untuk dihuni sendirian, maka sepantasnya kita mensholihkan diri, keluarga, juga masyarakat agar kelak berduyun-duyun menghampiri pintu surga yang Allah bentangkan.

Mencita-citakan diri menjadi hafidz agar mampu mendidik anak-anak hafidz? Hingga dalam puluhan tahun ke depan, dunia tak lagi di huni para ahli teknologi, sains, kedokteran, bahkan pemimpin-pemimpin negeri kecuali mereka  adalah penghafal alquran...

Mari bercita-cita... Karena cita-cita menjadikan diri tergerakkan. Percaya. Sebagaimana sabda Rasul, "...jika ia jujur, ia akan mendapatkan apa yang dicita-citakan." Maka bercita-citalah sebanyak-banyaknya untuk umat. Hingga suatu saat, Allah takdirkan seseorang yang mampu mendukung cita-cita kita datang, dan bersamanya kita genapi separuh agama.

Barakallah...


0 komentar:

Posting Komentar