Social Icons

11 Desember 2012

Nasi Jagung

Oleh-oleh ikut kajian kemarin banyaaak banget. Dokter Annta yang ngisi, tentang nutrisi selama hamil. Yeah, memang tema di Sekolah Pranikah bulan Desember adalah "How to be a Mom" setelah sebelumnya seputar "How to be a Wife" dan "Rethinking of Your Marriage". Tapi, info-info nutrisi ternyata banyak dibahas dan ga hanya nutrisi untuk ibu hamil.

Well, dari dr.Annta, saya tahu nutrisi-nutrisi apa saja yang dibutuhkan tubuh secara seimbang. Mulai dari kebutuhan karbohidrat, protein, kalsium, vitamin, dan zat besi. Ternyata kalau dikalkulasi, kita membutuhkan nutrisi-nutrisi itu dalam jumlah yang cukup banyak. Dan nyatanya kita belum aware dengan makanan-makanan yang dikonsumsi, sudah cukup belum nutrisinya? Jangan sampai anak yang dilahirkan nanti cacat tubuh atau bahkan lambat cara berpikirnya karena sang ibu kurang melek dengan info seputar nutrisi.

Nanti deh, kalau udah dapat copyannya, insyaAllah saya bagi powerpoint beliau yang padat info seputar nutrisi :D

Anyway, salah satu cara untuk meningkatkan kandungan protein yang kita konsumsi adalah dengan mengolah nasi. Jadi nasi uduk misalnya, atau nasi goreng. Karena dengan diolah seperti ini, nasi jadi berminyak yang notabenenya hasil olahan kelapa (protein nabati).

Saya senang mengolah nasi jadi nasi hijau, nasi uduk, nasi goreng hitam, bahkan onigiri (bisa dilihat di Goody Yummy). Kali ini, saya pengen ngolah nasi jagung. Karena sama-sama karbohidrat, beras dan jagungnya saya masak dengan santan supaya berprotein. Hasilnya? Ini...

Agak kaget memang waktu buka magic com. Pasalnya, bulir-bulir jagungnya masih utuuuuh, hahahahaha... Seharusnya jagungnya ditumbuk kasar supaya menyatu dengan berasnya. Ini, nasi jagung buatan Bunda Haura, Lebih cantik ya :D

Kayanya Bunda Haura bikinnya pakai beras jagung. Kalau saya, pakai jagung manis yang masih ada bonggolnya itu pemirsah (--,)a jadi masih basah dan ga bisa ditumbuk. Tapi, rasanya tetap yummy kok... Apalagi ada gurih dari santannya. Coba deh...

Resepnya gampang. Jagung, ambil bulirnya... Jangan lupa dicuci bersih. (Foto ini diambil di albumnya Mbah Google karena foto saya yang tadi hasilnya ga bagus, hihihi)

Jagung dicampur dengan beras (cuci bersih) dengan takaran yang sama. Jumlah santan yang digunakan untuk memasak, takar seperti masak nasi biasa. Jangan lupa dikasih garam biar gurih. Saya lupa pakai serai tadi. Kayanya kalau pake, hasilnya lebih harum :)

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan:
* Kalori : 355 Kalori
* Protein : 9,2 gr
* Lemak : 3,9 gr
* Karbohidrat : 73,7 gr
* Kalsium : 10 mg
* Fosfor : 256 mg
* Ferrum : 2,4 mg
* Vitamin A : 510 SI
* Vitamin B1 : 0,38 mg
* Air : 12 gr
(Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia)

Manfaat Jagung 


1. Melancarkan pencernaan.
    Jagung mengandung serat sehingga bermanfaat besar bagi sistem pencernaan. Selain itu, jagung bisa               mencegah sembelit, wasir, dan menurunkan risiko kanker usus besar.

2. Sumber mineral.
    Setiap butir kuning jagung mengandung banyak sekali ragam mineral, seperti magnesium, tembaga, besi,         dan paling penting fosfor yang diperlukan untuk kesehatan tulang. Nutrisi ini tidak hanya mencegah tulang       dari keretakan karena Anda bertambah tua, tapi juga meningkatkan fungsi normal ginjal.
 
3. Merawat kulit
   Jagung kaya akan antioksidan yang membantu menjaga kulit tetap muda lebih lama. Terlepas dari                  konsumsi secara teratur, jagung dapat diaplikasikan sebagai minyak jagung merupakan sumber yang kaya      asam linoleat. Pati jagung juga berguna menenangkan iritasi kulit dan ruam
 
   (sumber : okezone)

0 komentar:

Posting Komentar