Social Icons

30 Maret 2013

Festival Kuliner Solo

Lihat postingan teman di facebook, kabarnya ada Festival Kuliner di depan RRI Solo 29-31 Maret 2013. Wah, kebetulan hari ini saya mengajak Bayu hang out sekalian cari printer. Awalnya sih mau ngajak makan di Waroeng Steak n Shake seperti biasa. Tapi, agaknya mupeng ke festival.

Apa yang terpikir ketika mendengar kata festival? Ramai pasti, seru, gitu kan? Tapi, sesampainya saya di depan RRI Solo, hingar bingar festival di dalam imajinasi saya hilang sekejab. Sepi ternyata.. Hanya ada dua baris stand makanan yang juga sepi pengunjung. Serius ini festival? Timing yang kurang tepat atau publikasi yang kurang wah?

Apapun itu, karena saya dan Bayu lapar, kami coba saja makanan-makanan yang ada. Yang biasa sih, ada Mister Burger, Amanda Brownies Kukus, Kentang Twist, dan yang lain. Yang agak beda itu Cakue Medan, Soto Gerabah. Tapi, saya mengunjungi stand yang lain: Laras Food (Dim Sum) dan Tuanmuda (Ramen Sushi). Oh iya, saya juga sempat memfoto stand Zupa Soup.
Pertama, kami beli snack. Dim Sum Indonesia, tapi digoreng. Jadi buat saya, ini namanya nugget :D
Belinya satuan, Rp 2.000,00. Jadi terserah kita mau pilih apa.


















Makanan ini bebas dari zat-zat aditif. Dan terpenting, ada label halal MUI :)
Enak kok, lumayan. Meski untuk ukuran mahasiswa, dua ribu rupe untuk jajan sekecil ini tergolong mahal :D

 Setelah itu, kami mampir ke stand Ramen Sushi. Lihat label halalnya? :)

Ini menu-menunya...

















Bayu pesan ramen. Ya mungkin karena di stand, jadi makanan yang disuguhkan menggunakan mangkuk sekali pakai, bukan mangkuk keramik seperti di gambar :D

Rasa mie-nya mungkin seperti mie instan biasa. Cuma bumbunya memang lebih nendang. Kalau kata Bayu, 'nyegrak'. Karena paduan cabe dan mericanya betul-betul wow, jadi harus banyak minum :D

Mie, kapri, wortel, telur, ayam suir. Itu isinya.
Kelihatan ya, minyaknya buanyak :O

Saya pernah makan Takoyaki dan Okonomiyaki yang dijual di belakang kampus UNS. Jadi, kali ini saya pesan sushi. Karena saya mupeng dengan sushi yang ada di gambar, saya pilih recommended sushi.
Ini pakai toping abon sama telur ikan. Ntah ya itu abon apa warnanya pink begitu. Tapi, saya sanksi itu telur ikan. Soalnya waktu digigit langsung pecah dan rasanya asin. Atau telur ikan memang begitu? Hahaha.. Dusun.

Isi sushinya sosis, nugget, timun. Itu digulung sama selada dan nori (rumput laut). Yang di mangkuk kecil warna hijau, namanya wasabi. Penasaran, saya cicip sedikit. Rasanya? Di beberapa detik pertama rasanya mirip mint, lama-lama jadi pahit dan kata Bayu "rasanya kaya kayu". Undescribable, pemirsah, cobain sendiri aja :D

Yang di plastik, warnanya agak kehitaman, tebakan saya itu minyak ikan. Untung minyaknya ga langsung dituang di semua sushi. Minyaknya baru dicocolin ke satu sushi, dan rasanya asiiiiiiiiiiiiiiiiin banget. Akhirnya, saya makan sushi yang dicelup ke dalam kuah ramennya Bayu. Hahaha.. Parah. Agaknya lidah saya memang kurang cocok dengan makanan Jepang.


Tahu, komentar Bayu?

"Orang Jepang itu makanannya beginian ya? Ya ampun, mau jadi orang pinter berat banget. Makanannya aja harus yang begini."

Hahaha.. Ntah apa itu korelasinya, tapi tidak terbayang bagaimana jika suatu saat nanti saya tinggal di Jepang meski hanya beberapa hari saya ((^.^')

Anyway, satu porsi sushi dan ramennya lumayan wow: Rp 20.000,00. Hehehe.. Buat coba-coba boleh lah..

Note:
Sushi mah bisa dibuat sendiri di rumah. Dulu saya pernah bikin Onigiri dan rasanya ga jauh beda sama sushi yang saya beli ini. Mungkin karena sama-sama ada rumput lautnya (ngarang haha). Dengan modal Rp 20.000,00 malah bisa beli lebih banyak dari ini :p

0 komentar:

Posting Komentar