Social Icons

24 April 2013

Keputusan Besar, Menghafal Al Quran

Kita selalu iri ya, melihat hamba Allah yang lain yang (sepertinya) cinta kepadaNya jaaauh lebih besar dari kita. Usahanya untuk menarik perhatian Allah itu lho.. Kata-katanya, perilakunya, pikirannya.. Semua menginspirasi bahkan membawa kebaikan untuk banyak orang. Dan mungkin, itu yang saya rasakan saat ini. Iri yang teramat sangat kepada beliau, Ustadz Yusuf Mansur.

Teman-teman terdekat hafal sekali. Setiap ada kesempatan bercerita, saya pasti menceritakan "Kata Ustadz Yusuf Mansur gini.." atau "Ustadz Yusuf Mansur punya proyek untuk umat.."

Ah.. Tidak bermaksud mengkultuskan seseorang, apalagi menafikan bahwa di luar sana ada banyak sosok-sosok hebat yang (bisa jadi) jauh lebih hebat dari beliau. Hanya tak ingin melupakan satu inci pun ucapan terima kasih untuk beliau, juga mendoakan kebaikan dunia akhirat untuk beliau dan keluarga.

Perubahan terhebat dalam diri saya, melalui beliau (atas izin Allah), adalah keputusan besar untuk menjadi seorang penghafal al quran. Bahkan berkeinginan mengkhatamkannya tahun ini.

Dahulu, menghafal al quran bagi saya hanyalah 'sekedar'. Sewaktu luang, sewaktu ingin, baru menghafal. Hingga suatu ketika saya mendapatkan hadiah dari seorang teman: CD ODOA (One Day One Ayat). Dan ntah mengapa, file yang pertama kali saya buka adalah tausiyah berjudul Dream.

"Saya membayangkan sebuah masa, di mana kita sholat berjamaah dan imamnya adalah bapak presiden Indonesia. Ketika bepergian lintas kota, sopir bus mengajak para penumpang untuk murajaah, paaas 30 juz sesampainya di tujuan. Saat menaiki pesawat, pilot dan pramugarinya pun penghafal al quran. Saya membayangkan Indonesia yang jauh lebih baik, karena para pemimpin, para ahli ilmu, semua penghafal al quran..." kata Ustadz Yusuf Mansur.

Saya menangis. Baru saja tersadarkan bahwa menghafal al quran bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan umat. Saya menangis. Untuk banyak alasan yang bahkan saya sendiri tidak mengerti.

Ya Allah.. Jika ribuan bahkan jutaan umat tergerakkan untuk menghafal al quran karena ajakan Ustadz Yusuf Mansur, semulia apa kedudukan beliau di sisiMu? Dan alangkah ruginya aku jika tidak menjadi bagian dari para hamba yang menghafalkan al quran...

Satu-persatu mimpi pun melintas di dalam benak.

Jika saya adalah penghafal, maka kelak akan saya hadiahkan mahkota cahaya untuk kedua orang tua. Sebagai bentuk syukur saya memiliki orang tua yang luar biasa, yang mendukung dan memberikan banyak fasilitas untuk saya meraih mimpi.

Jika saya adalah penghafal, maka saya bisa memberi syafaat untuk keluarga terdekat, hingga kelak keluarga kami akan tetap bersama, berkumpul di surga.

Jika saya adalah penghafal, maka anak-anak yang saya lahirkan kelak adalah anak-anak sholih-sholihah yang juga penghafal, yang melalui lisan dan tangan mereka lah umat menjadi berjaya, Islam tertegakkan. Merambah hingga semua lini: ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan...

Saya harus menjadi bagian dari perubahan. Dan perubahan itu dimulai dari menghafalkan al quran.

"Semoga Ust. dan keluarga diberi kebaikan yang banyak oleh Allah, di dunia dan di akhirat. Terima kasih banyak ustadz :)" kata saya melalui sebuah tweet.

Terbaca atau tidak, saya tidak peduli :)

0 komentar:

Posting Komentar