Social Icons

26 Mei 2013

Sushi tanpa Nori

Well, this is today's menu:
***
Sedang sibuk-sibuknya olah data karena Rabu, 29 Mei 2013 adalah salah satu hari besar saya: Seminar Hasil Penelitian. Yah, semacam pra-sidang gitu... Dan draf (tesis) harus dikumpulkan ke penguji hari senin sedangkan data yang belum diolah masih banyaaaaaak.. Alhasil, yang saya lakukan sepanjang hari hanyalah berduet dengan laptop (pinjaman karena laptop saya masih di opname).

Di hari-hari genting seperti ini saya tidak ingin ambil resiko (kesehatan). Menjaga pola makan tetap penting karena kadang data-data di laptop membuat saya jengah beranjak kecuali untuk ke kamar mandi kemudian sholat. Pengalaman kemarin, karena shaum yaumul bidh (puasa tiga hari di pertengahan bulan qomariyah) saya agak santai, tidak sibuk cari makan meskipun perut sudah keroncongan. Eh, jelang maghrib malah hujan deras, jadi semakin malas keluar cari makanan. Jadi deh buka puasa cuma sama segelas susu (alhamdulillah).

Hari ini, karena libur (tidak setor hafalan) saya bergegas belanja sayur ba'da shubuh. Biasanya mood masak jadi lebih wah kalau pagi-pagi keluar terus belanja :D

Sempat googling dan menemukan gambar sushi, akhirnya saya putuskan untuk buat sushi. Ga sempat beli nori (rumput laut). Ribet harus manasin motor dulu, ke Indomart, beli snack rumput laut (yang halal). Sayang waktunya (^^,)v

Lapisan:
- telur dadar
- sawi rebus
- nasi uduk
- sambal tempe cabe hijau

Ini bisa dibilang snack dan cukup praktis dimakan bahkan sambil olah data penelitian :D
Mengeyangkan, penuh nutrisi: karbo, protein nabati, protein hewani, vitamin dan mineral (dari sawi).

Nasi uduknya, tinggal beras aja dikasih santan dan sedikit garam. Masak pakai magic com. Lebih baik lagi dikasih serai (tutus) dan daun salam supaya harum.
Biasanya kalau masak sambal tempe, tempenya saya goreng dulu baru ditumis dengan bumbunya: bawang merah, bawang putih, irisan cabe, gula merah, garam.

Tapi, lihat gambar tumis tempe di blog Bunda Haura, saya mupeng juga. Jadi, nyobain tumis tempe tanpa digoreng dulu tempenya dan gula merah diganti kecap.

Hm... Lebih empuk sih, rasanya juga tetap gurih pedas. Tapi, saya prefer sambal tempe yang digoreng dulu tempenya deh ((^.^')

2 komentar:

  1. Asik akhirnya nemu juga resep ini, gara2 nyobain di mangkok ramen di permata cimahi... jadi pengen bikin sendiri... di bookmark dulu deh... thanks min

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.. semoga bermanfaat ya..

      Hapus