Social Icons

24 Desember 2013

My husby vs Daging Sapi

Salah satu perbedaan kami yang sedikit membuat saya tercengang adalah ketidaksukaan beliau dengan daging sapi. Bukan hanya tidak suka, tapi memang benar-benar t.a.k.d.o.y.a.n. Sebagai perempuan, tentu saja yang lebih saya pikirkan adalah nutrisi. Tapi, memaksanya makan berarti akan melihatnya berwajah masam. Hingga suatu hari...

Ceritanya dinner di luar, di salah satu waroeng yang pemiliknya adalah pengusaha muslim dan begitu mendukung program tahfidz (sebut saja Waroeng Steak ). Sengaja saya pesan Blackpepper (steak sapi) dan -sudah saya duga- ia memesan Chicken Mushroom (steak ayam). Di pertengahan makan, ketika ia memainkan gadgetnya dengan begitu serius, saya selipkan sepotong kecil steak saya di antara potongan steak di hot plate-nya. Tanpa curiga sedikitpun, beberapa detik kemudian, ia kembali mengunyah steaknya.

"Ah.. Dikasih merica malah jadi aneh steaknya," komentarnya. Sebelumnya memang ia sempat menaburkan merica.

Saya tersenyum menang sembari menyalaminya, "Selamat! Anda berhasil makan daging sapi!"



:D



Readmore - My husby vs Daging Sapi