Social Icons

16 November 2014

Seni Menawar

Salah satu kelemahan saya (yang ga ibu-ibu banget) adalah ga bisa nawar ((^.^’)
Ntah saya yang terlalu baik atau memang lugu, terkadang ada rasa ga tega. Seperti tadi ketika ke pasar. Saya merasa tidak masalah dengan membeli jagung dua ribu perbonggol, toh ukurannya memang besar-besar. Tapi, ibu di samping saya menawar dengan nada tinggi, "Sewu mangatus wae lah, Mas, koyo ngene iki kok!" padahal secara fisik jagungnya sehat. 
google.com

Tiba-tiba saya teringat dengan kisah seorang tukang becak di Jogja. Beliau memiliki dua prinsip, jangan pernah menyakiti orang dan beri makan anak istri dari rizki yang halal. Beliau adalah tukang becak yang tak pernah pasang tarif. Misal ada ibu-ibu mau ke Malioboro, "Sepuluh ribu ya, Pak?" beliau mengangguk. Menurut beliau jika memprotes, "Lima belas, Bu!" itu sudah menyakiti orang. Jadi, jikapun misal ibu-ibunya menawar, "Malioboro lima ribu ya, Pak?" beliau akan mengiyakan saja. Dan tahukah hasil dari prinsip luar biasa itu? Kedua anak laki-lakinya menjadi hafidz dan menjadi orang hebat (secara jabatan dan finansial) di kota besar. Subhanallah.. Selalu ada orang-orang yang membuat kita iri ya di luar sana..

Semoga setiap kebaikan yang kita niatkan membawa kebaikan pula untuk orang banyak :-)
Readmore - Seni Menawar

Choco Lava Cake

Sejak gabung di grup langsungenak di facebook, saya seolah ketagihan untuk mencoba resep ini dan itu. Salah satunya ini, Choco Lava Cake. Di grup, resepnya dikukus. Tapi, berhubung saya baru saja dibelikan oven (sebagai kado milad #uhuk), saya mencoba resep yang panggang dari dapur masak.

Ini adalah gambar dari percobaan kedua, hihihi.. Bandingkan dengan percobaan pertama.
Yang pasti beda bentuk karena beda cetakan. Awalnya saya hanya memiliki cetakan pie mini. Dan karena berasumsi cetakan kurang besar yang mengakibatkan lava juga kurang wah, akhirnya saya membeli cetakan muffin. Daaan.. Saya baru mengerti, ternyata lava ini dihasilkan karena teknik memanggang. Memanggang tidak perlu lama. Setelah cake mengembang, langsung angkat. Karena kalau menunggu terlalu lama, lava akan ikut memadat dan jadilah choco cake tanpa lava :D
Ini resepnya kalau mau buat (^^,)v

> 100gr dark chocolate & 85gr margarin, lelehkan
> 30gr terigu & 1 sdm cokelat bubuk, ayak
> 2 btr telur & 30gr gula pasir mix sampai mengental (kalau diangkat pakai sendok, adonan seperti pita)
> masukkan terigu & cokelat bubuk, mix kecepatan rendah
> masukkan lelehan cokelat, mix rata. panggang

saya pakai ilmu kira-kira sewaktu menakar tadi :D
Readmore - Choco Lava Cake

12 November 2014

Sulam Pita Perdana


Selesaaai \(^.^)/ Belum rapi siy, tapi untuk seorang amatir cukup membahagiakan lhooo..

Semacam alasan untuk rehat ba’da koreksi UTS (400an) mahasiswa, saya memilih berleha-leha bersama peralatan menyulam sembari menikmati Running Man. Supaya tersegarkan juga otaknya dengan sedikit senyum dan tawa. Tapi, yaaa namanya otodidak di awal-awal nyulam salaaah melulu. Sampai BT. Makanya seminggu baru jadi karena ngumpulin moodnya yang susah ((^.^’)

Berikutnya ingin berkutat kembali dengan mesin jahit. Mau ngecilin baju, hihihi.. Semangat! (^^,)9
Readmore - Sulam Pita Perdana

10 November 2014

Untukmu Mahasiswa

Memutuskan untuk kuliah berarti bersiap menerima konsekuensinya. Termasuk berpayah-payah belajar, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, pun berlelah-lelah merampungkan skripsi. Jika kemudian sebagian dari kita mendapatkan jalan lain untuk sukses, bukan linear dari jurusan yang kita tempuh, tak masalah. Tak kan sia-sia kuliah yang telah dijalani bertahun-tahun. Ilmunitu tak pernah basi. Saya hanya menyayangkan mereka yang mengambil jalan pintas (bahkan curang!) demi memperoleh sebuah nilai.
google.com

Apalah arti dari sebuah ijazah jika pemilik tak mampu memaknai ilmu. Kalau hanya mengejar ijazah, tak perlu kuliah. Di luar sana ada baaanyak sekali orang sukses bahkan tanpa sekolah. Yang menjadikan kita sukses adalah integritas diri. Maka, bersiaplah untuk tersingkirkan jika berpikir untuk berbuat curang.

Yang diharapkan dari seorang dosen (biasa seperti saya) hanyalah melihat mahasiswanya satu-persatu menunjukkan pada dunia bahwa mereka mampu, benar-benar bersungguh meraih yang diimpikan.
Readmore - Untukmu Mahasiswa

8 November 2014

Cara Cepat Hafal Quran

google.com
Untuk yang ke sekian kalinya saya ditanya, "Gimana sih caranya supaya bisa cepat hafal Al Quran..?" Pertanyaannya adalah, mengapa ingin cepat hafal? Esensi menghafal Alquran itu apa..

Interaksi dengan Alquran adalah sebuah perjalanan panjang. Menghafal adalah salah satu bagian dari perjalanannya. Pastilah terhalang karena kesulitan lafadz ayat, misalnya, digoda dengan kesibukan, malas.. Kita hanya perlu menghafal. Kalau tak kunjung hafal ya diulang lagi dan diulang. Kalau masih belum hafal, ulang teruuus, bahkan seorang ulama mencontohkan mengulang hafalan sampai 600x. Dan mereka yang berputus asa dalam menghafal adalah mereka yang tidak memahami untuk apa menghafal Alquran :-)

Saya tidak punya tips cepat menghafal Alquran. Hanya meyakini satu hal, dekat dengan Alquran akan mendatangkan banyak keajaiban :-)
Readmore - Cara Cepat Hafal Quran

4 November 2014

Apem Nasi

Apem nasi. Agak maksa fotonya karena mati lampuuu :D

Apa yang terpikir ketika di dapur ada sisa nasi..? Dibuat nasi goreng, biasa. Diolah jadi kerupuk, itu khas Mamak mertua. Tapi, saya ingin mengolah dengan cara berbeda. Daaan.. Nemu grup ibu-ibu kreatif ’langsungenak’ dapat ide untuk mengolah nasi menjadi apem.

Bahan:
~Nasi 1 gelas
~Gula pasir 3/4 gelas
blend bersama air 1,5gelas

~terigu 1 gelas
~tepung beras 1 gelas
~fermipan 1 sdt
~pewarna (sy pake van houten sisa bikin kue kemarin)

Hasil blend tadi dicampur dengan bahan tepung, aduk rata. Diamkan selama 3 jam, kemudian kukus.

Adonan saya pakai saf instan. Biasanya fermentasi lebih cepat, jadi agak khawatir kalau didiamkan 3 jam. Akhirnya tetap saya kukus meski hanya didiamkan 1,5 jam. Saya kukus dengan cetakan mawar dan karena blender nasinya kurang lembut, bentuk adonannya jadi kurang sempurna ((^.^’)

Rasanya? Ya apem
Ga beda jauh dengan apem dari tape kok..
Readmore - Apem Nasi

5 Oktober 2014

Hasil Jahitan Perdana

Hasil jahitan perdana \(^.^)/

Untuk seorang amatir seperti saya, ini menggembirakan lho, fufufu.. Berawal dari suami yang ngasih pe er ’bikinin kolor’, saya pun tertantang. Kebetulan ada sarung yang agak kurang prioritas untuk dipakai. Jadilah saya gunting sesuai pola celana pendek.
Awalnya saya pikir, semalam saja cukup untuk membuat ini. Tapi nyatanya munduuur sampai dua, tiga hari. Yang karet untuk pinggangnya belum beli lah, salah jahit lah, kurang rapi lah, daaan human error lainnya. Tapi berkat tangan terampil suami, jahitan saya yang acak adut itu bisa jadi rapi begini, hihihi.. ‪#‎malu‬ aslinya sayah. Masih ingin belajar ko.. Harus semangat pokoknya.
 Target berikutnya, saya ingin buat daster untuk Mama & Mamak (^^,)v

Note: cara membuat celana pendek ini saya intip di sini.
Readmore - Hasil Jahitan Perdana

30 September 2014

Cake untuk Mama

Coba tebak, berapa usia si pembuat cake? 5 tahun? Yak, salaaah.. Yang dekor cake ini usianya sudah hampir 25 tahun ((^.^’)

Sudah sejak awal September saya ngulik dekorasi cake yang elegan terutama untuk ibu-ibu usia 50 tahunan (mama saya-red). Sampai ke toko buku segala cari inspirasinya. Dan di bayangan saya wow bangeeet lah pokoknya ini cake.

Yeah.. Sampai di hari H, ternyata kesibukan semakin merajalela, apalagi ini hari-hari awal masuk di tahun ajaran baru. Alhasil setelah berpagi membereskan rumah, saya langsung ngampus untuk wawancara mahasiswa baru. Kyaaa.. Tersisa 2 jam di sore hari untuk bikin cake. Kalau bikinnya besok ga seru T _T

Awalnya saya ingin pakai krim untuk hiasan. Tapi menurut pengalaman, krim ini terbuang percuma pada akhirnya. Jadi saya pakai cokelat untuk lapisan sponge-nya. Nyari strawberry ga keburuuu .. Jadilah choco chip warna yang saya pakai daaan.. Yah, beginilah hasilnya pemirsah ((^.^’) not bad lah yaaa..

Maksud hati bikin love di tengah, tapi pas ditabur in choco chip nya pada tenggelam haha.. Ya sudah. Apa adanya deh. Kata Mama enak ko, hihihi.. I’m not good enough in art, really.

Barakallah fii umrik, Mama sayang.. Semoga kebaikan untuk Mama, di dunia dan di akhirat. Cake itu ga wajib. Tapi seneng aja kalau bisa ngasih Mama olahan tangan sendiri (^^,)v

Resepnya sama dengan cake yang dulu saya buat untuk Bayu ^^
Readmore - Cake untuk Mama

29 September 2014

Episode Lain Tilang-menilang

Senin siang gembira. Saya sedang melaju bersama revo hijau kesayangan dengan aman damai sentosa ketika tiba-tiba retina mata saya menangkap sosok bapak-bapak polisi yang sedang bertugas mengontrol kelengkapan berkendara warga sekitar. Hohoho.. Gabungan ya.. Dengan wajah tanpa dosa, saya pun lewat saja. Tak disangka, salah satu bapak polisi meminta saya berhenti. Hlo.. Salah saya apa :O

google.com

 Saya berhenti, tersenyum elegan, kemudian menepi. Kondisi fisik motor lengkap. Saya berhelm. Aman.

"Mau kuliah ya.." tanya bapaknya alih-alih memberi salam hormat seperti pak polisi lain.
"Wah.. Ga kuliah lagi saya, Pak," saya tertawa kecil, masih elegan. "Mau ngajar.."

"Oh.. Awet muda kayanya," komentar Bapaknya sembari menanti saya mengeluarkan SIM dan STNK.
"Hehe.. Sudah menikah saya, Pak." Masih santai dan tersenyum layaknya seorang dosen ‪#‎uhuk‬.

"Dari Pringsewu?" tanya beliau saat saya menyerahkan SIM. Saya mengangguk sembari terus merogoh setiap celah di tas. Hyak ampun.. Saya tidak membawa STNK. Dan bisa gawaaat kalau bapaknya tahu surat penting itu tak saya bawa.
"Sebentar ya, Pak.." saya mengambil ponsel dengan tetap tersenyum elegan supaya bapaknya tidak curiga.

"Halo, assalamualaikum," terdengar suara dari seberang.
"Waalaikumussalam. Bee.. Bawain STNK ke dekat pom bensin STKIP ya.. Aya lupa bawa. Ini disuruh Pak Polisi ambil," nada suara saya tenang mencerminkan kedamaian supaya pak polisi tak curiga.

"Ga bawa STNK ya.." tanya pak polisi yang mendengar saya berbicara di telepon. Yah.. Ketahuan.
"Iya Pak, maaf. Motornya tukar pakai dengan suami soalnya. STNK ada di dompet beliau," wajah saya masih innocent sekali.
"Rumahnya di mana?"

"Dekat kok, Pak. Di belakang SMP 10. Tunggu 5 menit ya Pak ya," kata saya seolah pak polisi harus maklum karena saya pejabat negara atau tokoh elit lainnya.

Tik tok tik tok. Kami menunggu. Tiba-tiba terasa garing sekali. Kami saling diam. Tak ada adu argumen seperti bapak-bapak sopir truk di samping saya yang berusaha menyogok, tak ada suara marah bapak polisi yang merasa harga dirinya dihina, tak ada caci maki sopir yang tak kunjung diloloskan dari sandera..

"Udah Mbak, ini bawa aja." Pak polisi terlihat menyerah dan mengembalikan SIM saya. "Besok jangan lupa bawa STNK ya.."
Ha? Gitu doang? Kayanya pak polisi kecewa karena dari tadi krik krik saja menghadapi saya. Tapi cepat-cepat saya menjawab, "Iya, Pak. Makasih, Pak.."

Dan beliau meminta kendaraan lain mengalah, memberi jalan untuk saya lewat. Sementara pengendara yang lain masih tertahan oleh polisi yang garang.

Dan sepanjang jalan saya garuk-garuk kepala. Maaf Pak, agaknya senyum elegan saya menghancurkan mimpi Bapak untuk membuat drama di senin siang gembira (’.’)a

Episode lain ada di sini.
Readmore - Episode Lain Tilang-menilang

27 September 2014

Aku Ingin Menikah Denganmu, Lagi

Aku ingin menikah denganmu, sekali lagi..
Karena cinta kita tak pernah sama. Ianya timbul kemudian tenggelam. Seiring dengan tawa, tangis, juga amarah kita yang datang bergantian.

Aku ingin menikah denganmu lagi..
Ada yang salah dengan kita, ada yang salah dengan niat kita. Sementara jalan yang kita titi adalah sama. Kita yang salah.. Kita yang harus membenahi kembali perahu yang berbalik arah.

Aku ingin menikah denganmu lagi..
Kita harus terus belajar untuk menjaga diri, melindungi yang lain. Aku adalah pakaian bagimu dan kau adalah pakaian bagiku.

Aku ingin menikah denganmu lagi..
Dengan Allah dan malaikat sebagai saksinya. Dengan Alquran sebagai maharnya. Aku ingin anak-anak kita kelak menyaksikan betapa orang tua mereka menginginkan keluarga kita adalah ahlul Quran..

Aku ingin menikah denganmu lagi..
Karena aku memutuskan untuk tetap di sini seberat apapun, sesulit apapun. Engkau yang Allah pilihkan untukku, dan aku ingin kita tetap bersama di rumah yang Allah bangunkan untuk kita, di surga.

Aku ingin menikah denganmu, lagi, lagi, lagi.. Hingga waktu berhenti berputar, hingga Allah tetapkan bahwa kita telah lulus setiap ujianNya.
google.com

Readmore - Aku Ingin Menikah Denganmu, Lagi

12 September 2014

Tahfidz Bersama Mahasiswa

"Sodaqallaahul’adziim.." Ia mengakhiri setoran hafalan hari itu. Saya pun menggerakkan pena untuk menuliskan nilai di buku rapor.

"Yaaah.. Ibuuu.." rengeknya ketika saya baru menorehkan huruf J. Ia tahu saya akan menuliskan Jayyid (baik) atau Jayyid Jiddan (baik sekali) dan bukanlah mumtaz (sempurna) seperti yang ia harapkan.

"Hehe," saya tersenyum saja. "Ada yang salah siy tadi.." Padahal di antara teman-teman, rapornya lah yang paling banyak menyimpan nilai mumtaz.

Dan seketika saya merindukan asrama 
google.com
Dulu, saya pun begitu. Sedikit ’ngambeg’ saat Ustadzah menorehkan nilai tak memuaskan. Kecewa pada diri sendiri yang tidak bisa menghafal lebih baik di hari itu.

Semangat anak-anaaak (^^,)9

Begitulah dinamika menghafal Al Quran. Tak linear sebagaimana ekspektasi kita. Seringkali menurun bahkan tak jarang dihinggapi putus asa dan ingin menyerah. Beruntunglah kalian yang memilih menjadi berbeda, memilih tetap menghafal sekalipun dihinggapi kesibukan setiap harinya. Semoga barokah Al Quran mewarnai hari-hari kalian, menjadi tabungan kebaikan di akhirat kelak.
Uhibbukunna, fillah..
Readmore - Tahfidz Bersama Mahasiswa

1 September 2014

Aquaponik untuk Halaman Belakang

Bahagianyaaa.. Rumah sudah bisa ditempati \(^.^)/
Belum selesai sebetulnya, belum ada plafon dan lantainya juga masih semen kasar. Tapi, saran Papa kami paling tidak harus menunggu setahun dulu untuk memastikan lantai kuat dan siap dikeramik. Supaya ga retak atau bolong karena tanah timbunannya kurang padat.

Selama menunggu setahun itu, sembari menabung, saya ingin menata halaman depan dan belakang dulu, hihihi.. Amatir siy, tapi boleh kan punya cita-cita. Halaman depan nanti kita bahas di ruang yang lain. Kali ini saya ingiiin sekali cerita tentang aquaponik.
sumber: google.com
Sekitar 7x3 meter halaman yang tersisa di belakang rumah. Padahal saya bercita-cita menanam banyaaaaaaak sekali jenis tanaman, terutama sayur-mayur dan bumbu dapur, hihihi... Di kota begini harganya melambung, bikin nangis setiap kali belanja ke warung.

Awalnya saya ingin menanam dengan teknik hidroponik, tapi kok ingin punya kolam ikan juga yaaa... Dan paaas banget tempo hari lihat liputan di televisi tentang aquaponik. Ternyata bisa digabungkan  ((^.^')

Teknik aquaponik ini selain menghemat tempat, baik juga untuk kolam ikannya. Air terus diputar dari kolam ke media tanam dan kembali ke kolam. Jadi, media tanam juga berfungsi sebagai penyaring. Makanya, cocok untuk berbagai jenis ikan, termasuk ikan yang agak rewel dengan air (air harus selalu bersih) seperti ikan mas. Tapi, suami sukanya lele siy ('.')a
sumber: google.com
Hanya tanaman tertentu yang cocok dengan teknik hidroponik, misalnya sayuran hijau. Kalau cabe, tomat, daun bawang, dan bumbu dapur lain tetap butuh tanah untuk menanamnya. Mungkin pakai polybag atau paralon yang diisi tanah seperti ini ya nanti...

sumber: google.com
sumber: google.com















Mudah-mudahan benar-benar bisa terealisasi (^.^)v
Readmore - Aquaponik untuk Halaman Belakang

30 Agustus 2014

Mendadak Dering


Saya sedang mendampingi seorang pria tampan yang mengemudi ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Dari Mama. Reflek saya memeriksa ponsel di saku, siapa tahu sebelumnya Mama menelepon saya. Biasanya begitu, Mama baru akan menelepon menantunya ketika anak perempuan satu-satunya ini tidak mengangkat meskipun telah berkali-kali ditelepon.

Saya menarik napas, mempersiapkan diri, siapa tahu Mama mencak-mencak dengan kalimat khasnya, "Anak Mama ini susah banget lhooooo dihubungi. Udah kaya pejabat aja." Waduh!

Satu, dua, tiga, bismillah.. Saya pun mengangkat telepon karena si empunya ponsel sedang mengemudi, "Halo, assalamualaikum," jawab saya takut-takut.

"Walaikumsalam. Yaaa.. Mama kholas yaaa juz satuuu.."

Saya termelongo selama sepersekian detik. Tapi kemudian cepat-cepat menjawab, "Oke.. Sip sip sip. Alhamdulillah.." Dan klik, sambungan telepon terputus.

Olalaaa.. Mama laporan progres tilawah ternyata. Baru bergabung di One Day One Juz dan begitu bersemangat. Bangga saya.
Readmore - Mendadak Dering

27 Agustus 2014

Menghafal Al Quran bukan Perkara Matematis

Hafalan Al Quran itu.. tidak bisa dihitung secara matematis.

Yah.. Mengenyam pendidikan dengan spesifikasi matematika agaknya memang sedikit mempengaruhi perilaku dan cara berpikir saya. Misalnya ini. Karena hanya tersisa satu semester di Solo, maka saya hanya punya kesempatan enam bulan untuk menjadi hafidzhoh. Artinya, sebulan saya harus hafal minimal 5 juz. Maka sepekan hafalan saya minimal 1,5 juz. Sehari target setoran adalah 3 lembar. Wow!



Tapi serius ya.. Dulu saya begitu bersemangat lho untuk mengejar target itu. Sampai teman-teman sepermainan (ehm, sebelum masuk asrama tahfidz, sejarah saya adalah anak gaul yang suka main, hihihi..) heran, "Aul hebat bisa menghafal segitu banyaaak.." Seiring berjalannya waktu.. Saya menjadi stres. Ini sudah bulan apa, hafalan sudah berapa juz, tesis apa kabar, jodoh belum datang, aaaaaaargh.. Dan tibalah masa di mana saya bertanya, untuk apa saya menghafalkan Al Quran..

 
Sumber google.com

Saya menangis, karena yang saya pikirkan hanyalah waktu, waktu, dan waktu.. Tanpa meresapi makna dari setiap aktivitas yang saya pilih. Setoran hafalan seolah hanya berlalu begitu saja tanpa berbekas di hati. Bahkan, sembilan juz yang sempat disetorkan kepada ustadzah terkadang tak bisa saya ulang meski hanya berselang hari. Saya semakin menangis ketika kemudian tesis dimudahkan dan seseorang yang baik agama dan akhlaknya pun datang menjemput saya dari tangan orang tua. Ya Allah.. Betapa baiknya Engkau.. Dan saya malu karena hafalannya begini..

Tesis selesai, artinya saya harus kembali ke kampung halaman. Kebetulan suami asli Lampung, hanya berbeda kabupaten dengan saya. Lama merantau membuat saya tak mengenal lingkungan, tak pula mengenal banyak kawan. Sementara suami sering ke luar kota. Maka, jadilah saya yang menggalau karena tak punya banyak aktivitas seperti di Bandung ataupun Solo. 

Pesan ustadzah sebelum pamit dahulu, saya harus bisa murajaah satu juz sehari. Wah wah.. Dulu, untuk siap setor satu juz langsung, saya butuh persiapan satu pekan. Jadi deh hanya sanggup murajaah seperempat juz perhari. tapiii.. tetap saja berkendala T-T apalagi saya belum nemu halaqah yang sesuai kebutuhan. Di sini hanya ada halaqah tahfidz pekanan dan setorannya pun terbatas karena harus bergantian dengan teman-teman yang lain. Dan saya pun kembali menggalau karena murajaah yang belum juga selesai, padahal saya sudah ingin segera menambah hafalan. Hingga kemudian, hati saya tergerak untuk bergabung dengan komunitas One Day One Juz. 

Saya sudah mendapat ajakan bergabung sejak lama, apalagi kebanyakan teman-teman aktivis bergabung di sini. Tapi, pada waktu itu saya menolak dengan alasan harus mengejar target hafalan. Yah.. ternyata saya merasa waktu saya kurang efektif karena menghafal lebih besar tantangan ’malas’nya, apalagi tanpa musyrifah untuk menyimak. Baiklah, daripada waktu saya terbuang sia-sia (karena banyak tidur dan nonton tipi), bismillah.. dengan ini saya nyatakan bergabung dengan grup ODOJ via whatsapp (ketok palu, tok tok tok!)
Sumber: google.com
Waaaaaaah.. Subhanallah senangnya bisa gabuuung \(^.^)/
Kenal dengan teman-teman dari berbagai daerah dengan berbagai cerita, bahkan saling memotivasi untuk tilawah tidak hanya satu juz sehari, share info dan nasehat-nasehat untuk berbuat baik.. dan yang pasti saya punya kesibukan baru: tilawah.

Tilawah.. tilawah.. tilawah.. ternyata tilawah ampuh mengusir galau! Karena asyiknya, terkadang saya menyesal ketika bepergian dan tidak membawa Al quran. Padahal kan bisa menunggu (jemputan, misalnya) sambil tilawah.. Dan alhamdulillah.. Berkat motivasi dari ODOJ saya bisa mengkhatamkan alquran 3x selama ramadhan. Dan air mata saya kali ini, benar-benar air mata bahagia.. Sebelumnya saya tidak pernah khatam lebih dari sekali selama ramadhan..

Tak lama berselang, Faizah, teman saya seasrama tahfidz dulu men-chat, mengajak gabung ke grup One Day One Line menghafal alquran. Yeeeeeee.. Alhamdulillah nambah lagi semangat hafalannya. Apalagi sistem setorannya perhari. Meski via audio dan tidak bertatap langsung dengan penyimak hafalan, saya merasakan efektifnya grup ini.

Yah.. Berinteraksi dengan Al Quran memang membahagiakan. Satu hal yang kemudian saya sadari, bahwa bercita-cita menjadi penghafal Al Quran tidak bisa hanya mengejar waktu. Memangnya, kalau bisa menghafal 30 juz dalam setahun, sudah berhenti sampai di situ? Ya tidak. Interaksi dengan Al Quran harus terus-menerus. Apalagi 'hafidz' yang artinya penjaga, tidak cukup hanya lancar menyebutkan ayat ini surat ini, juz ini.. Kita harus pula meresapi makna ayatnya, bagaimana sejarah ayat itu diturunkan. Ah.. Menjadi hafidz adalah sebuah perjalanan panjang. Maka, tetap berada di lingkungan para pecinta Al Quran adalah salah satu cara untuk tetap bersemangat mempelajari, mentadabburi, dan menghafalkannya. Ntah itu melalui ODOJ, ODOL, maupun komunitas yang lainnya.

Semoga kita selalu dimudahkan untuk menjadi ahlul Quran ya :)
Readmore - Menghafal Al Quran bukan Perkara Matematis

23 Agustus 2014

Cokelat Dove

Biasanya, selepas halaqah tahfidz dengan mahasiswa di kampus, saya akan memberikan kuis berhadiah yang jawabannya ada di ayat atau surat tertentu di dalam Al Quran. Dan di pertemuan kedua, saya ingin memberi hadiah cokelat, cemilan favorit saya

Setibanya di sebuah toko swalayan, saya melihat cokelat ini di antara cokelat-cokelat lain di rak saji. Sekilas tak menemukan label halal MUI, tapi agaknya cokelat ini memang barang impor karena saya melihat bagian bertuliskan ’ingredient’ berbahasa Indonesianya ditempel, bukan dicetak di plastik pembungkusnya. Wah, Indonesia belum produksi agaknya.

Setelah diulik, ketemu! Label halalnya ngumpet di balik lipatan pembungkus. Dan yang membuat takjub adalah.. Logonya asli dari China, dari (semacam) majelis ulamanya.

Waaah.. Jadi pengen beli lagi ((^.^’)
Readmore - Cokelat Dove

19 Agustus 2014

Infused Water


  1. Infused water. Pertama dengar istilah ini dari seorang kakak tingkat, kira-kira setahun lalu. Karena penasaran, saya coba tanya Mbah Google, ini apaan siy.. Dan ternyata ini adalah alternatif meminum air supaya air juga lebih segar bahkan berfungsi sebagai anti oksidan. 

     Dulu masih kos, jadi ga langsung saya coba. Eh.. tempo hari teman sekelas saya di SMP ngepost infused water. Jadi pengen ikutan deh haha.. Berhubung ada jeruk nipis, jadilah si jeruk saya rendam dengan air mineral dan disimpan di kulkas.

    Sewaktu diminum? Segeeer.. Lumayan efektif menambah selera minum karena saya agak susah mengikuti anjuran ahli kesehatan untuk minum air minimal delapan gelas sehari :D
    Infused water. Pertama dengar istilah ini dari seorang kakak tingkat, kira-kira setahun lalu. Karena penasaran, saya coba tanya Mbah Google, ini apaan siy.. Dan ternyata ini adalah alternatif meminum air supaya air juga lebih segar bahkan berfungsi sebagai anti oksidan.

    Foto: google.com
    Resep lengkapnya, ini saya copas dari fb Mbak Bekti Rahayu (yang juga copas dari tempo :p )

    1. Stroberi dan kiwi
    Bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular, menguatkan sistem kekebalan, menurunkan gula darah, dan memperlancar pencernaan.

    2. Teh hijau + daun mint + jeruk nipis
    Bermanfaat untuk pembakaran lemak, pencernaan, meredakan sakit kepala, mengatasi susah buang air besar, dan menjaga kesehatan pernapasan.

    3. Timun + jeruk nipis + lemon
    Bermanfaat untuk mengatasi kembung, mengontrol nafsu makan, mengatasi dehidrasi, dan menjaga kesehatan pencernaan.

    4. Lemon, jeruk nipis
    Manfaatnya sebagai sumber vitamin C dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

    gak semua buah cocok dimasukkan ke dalam air mineral. Menurut Detik Health, ada beberapa buah yang A-Big-No bergabung ke perkumpulan Minuman Infus. Contohnya :

    1. Buah yang mengandung banyak air seperti Semangka.

    2. Buah yang bertekstur lembek seperti Pepaya, Pisang dan Durian juga ndak cocok lantaran penampilannya yang bakal hilang kece saat menyatu dengan air.

    3. Nangka, sah-sah aja bergabung masuk jadi anggota perkumpulan Minuman Infus tapi kandungan alkoholnya tinggi sehingga ndak bagus buat lambung apalagi penderita maag.

    4. Si Apel crunchy juga kurang oke dimasukkan ke dalam perkumpulan Minuman Infus. Tau sendiri dong, Apel itu buah yang mudah teroksidasi. Dibelah dikit, warna buahnya langsung berubah apalagi kalo direndam berjam-jam.

    Cara buatnya mudah. Siapkan buah-buah yang mau dipakai. Cuci bersih dan potong-potong. Masukkan buah-buahan tsb ke dalam botol atau jar. Diamkan di dalam kulkas minimal 3 jam. Buah-buahan bisa diisi ulang setelah pemakaian 24 jam. Infused Water bisa tahan 3 hingga 5 hari, tergantung buah yang dipakai.
     
Readmore - Infused Water

17 Agustus 2014

Rendang Jengkol

Suami sukaaa sekali dengan jengkol. Tapi saya yang galak, "Pokoknya ga boleh makan jengkol sering-sering." Enak siiiiy, tapi baunya itu lhooo.. Meski kalau dipikir, jahat juga saya membuat suami harus ’nyumput-nyumput’ makan jengkol. Baiklah.. Berhubung dapur sudah jadi, saya mau deh masakin jengkol untuk beliau.

Awalnya jengkol ini ingin saya semur karena lebih praktis dan saya tau bumbunya. Eh tapi beliau maunya direndang. Haduuuh.. Minta resep ke mama ponselnya tak bisa dihubungi. Terpaksa deh ngintip arsipnya Mbah Google. Dan... This is it, my first rendang jengkol :D


Saya ga puas siy karena warnanya agak kuning. Biasanya mama kalau masak rendang itu merah kecokelatan. Agaknya rendang mama tak berkunyit. Lain kali mungkin saya pakai parutan kelapa yang disangan supaya santannya lebih gurih. Ini saya pakai kemiri jadi kentalnya agak aneh (in my humble opinion ;p )

Anyway, saya berharap ada yang bisa ngajarin food fotografi lho ((^.^’)
Readmore - Rendang Jengkol

13 Agustus 2014

Lap

Setelah sepekan bertugas di luar kota.

A: Nih.. (menyodorkan plastik berisi kain atau semacamnya)
B: Apa ini..? (bertanya lugu)
A: Lap. (ekspresinya lurus)
B: Oh..

Setelah berhari-hari tergeletak di kamar dan tak tersentuh, A membuka plastik yang berisi (semacam) kain yang tempo lalu ia bawa.

A: Apa ini, Yank? (merentangkan kain yang selebar taplak meja)
B: (menoleh sebentar). Kan kemaren katanya lap.

Hening sesaat.

B: Oooooooooooh.. Hahahahaha.. (bangun dan mengambil kain di tangan A). Jadi ini maksudnya oleh-oleh? Kerudung thooo.. Kemarin bilangnya lap siiiy..
A: (ekspresinya seperti mau menjitak)

B: Makasih ya, Sayaaaaaaaang..

*fenomena lelaki lapangan beristrikan perempuan lurus serius
Readmore - Lap

13 Juli 2014

51, Semoga Usia Papa Barakah


Sejak kami kecil, Papa lama merantau di Kota Kembang untuk studi, maka hanya Mama yang menjadi pahlawan di mata kami. Dan saya baru tahu betapa hebatnya Papa justru setelah dewasa.

Papa punya caranya sendiri untuk mendidik anak-anak. Tidak banyak memberi aturan, tetapi lebih kepada teladan. Hingga kami mampu menyaksikan, bagaimana menjadi bersahabat sekaligus berwibawa, bagaimana membawa nama baik keluarga dengan tidak banyak berdebat. Papa tahu kapan saatnya berpendapat, meski lebih banyak berbuat. Dan karena dermawannya, kami ingin menjadi seperti Papa.

Barakallah fii umrik, semoga usia Papa senantiasa barakah.. Semoga kebaikan untuk Papa, di dunia juga di akhirat. Semoga kebaikan sekecil apapun yang kami lakukan mengalirkan kebaikan pula untuk Papa dan Mama. 51 tahun. Semoga Papa tetap menginspirasi..
 
Readmore - 51, Semoga Usia Papa Barakah

5 Juli 2014

Cara Menarik Mengajar Hapalan Al Qur'an Kepada Balita


Share dari seorang sahabat (sumber dari sini)
 
***
 
Saya tinggal di Iran dan punya anak usia empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak-anak. Setelah masuk.., wah ternyata unik banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat akhwat-akhwat yang berkecimpung dibidang ini). Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz'amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar, misalnya gambar anak sedang cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu), lalu guru cerita tentang gambar itu (jadi anak harus baik..dll).

Kemudian, sang guru ngajarkan ayat "wabil waalidaini ihsaana/ Al Isra:23" dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu) misal "walidaini" isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). Jadi anak-anak mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yang diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca dan baru kemudian mulai menhapal juz'amma. Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar..dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, pensil warna, mobil-mobilan dll. Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru mulai menghapal ayat.

Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak-anak saling berebut memberikan pendapat. (Sayang anak saya karena masalah bahasa, cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya). Setelah berhasil menghapal satu ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk di kelas, bareng-bareng anak-anaknya. Kelas itu durasinya 90 menit.

Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air akan terlalu besar, anak saya akan nyeletuk, "Mama, itu israf (mubazir)!" (Soalnya, gurunya menerangkan makna surat Al A'raf:31 "kuluu washrabuu walaatushrifuu / makanlah dan minumlah dan jangan israf (berlebih-lebihan)). Waktu dia liat TV ada polisi ngejar-ngejar penjahat, dia nyeletuk "Innal hasanaat tushrifna sayyiaat / Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan" (Hud:114).

Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dengan temannya tentang orang lain, anaknya akan nyeletuk "Mama, ghibah ya?" (soalnya dia sudah belajar ayat "laa yaghtab ba'dhukum ba'dhaa" Mujadalah:12). Anak saya (dan anak-anak lain, sesuai penuturan ibu-ibu mereka), ketika sendirian, suka mengulang-ngulang ayat-ayat itu tanpa perlu disuruh. Ayat-ayat itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka. Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung.

Tapi, setelah diajarkan ayat tentang jilbab (An-Nur:31) mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab. Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya janji nggak main lama-lama, trus ternyata mainnya lama) saya ingatkan ayat "limaa taquuluu maa laa taf'alun" (As-Shaf:2).. dia langsung bilang "Nanti enggak gitu lagi Ma..!" Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!

Setelah tanya-tanya ke pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini, tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak-anak kepada Al Quran. Anak-anak balita itu dimasa depan akan mempunyai kenangan indah tentang Al Quran. Saya pikir-pikir benar juga. Saya ingat, dulu waktu kecil pergi ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran) di Indonesia, rasanya maless.. banget (kalo nggak dipaksa ortu, nggak jalan deh). Bagi saya TPA identik dengan beban berat, PR yang banyak, hapalan bejibun, guru galak dsb.

Pernah saya dengar, di sekolah Kristen anak-anak diberi hadiah dan dikatakan kepada mereka bahwa itu dari Yesus. Nah, kenapa kita kaum muslim yang meyakini bahwa agama kitalah yang paling benar tidak meniru cara ini agar anak-anak merasa cinta kepada Allah dan Quran? Bagaimanapun, dunia anak-anak adalah dunia materi. Mereka baru bisa menyerap hal-hal yang nyata, seperti hadiah (dan belum paham, pahala itu apa). Para orangtua teman sekelas anak saya juga pada cerita bahwa anak-anaknya malah nangis kalau nggak diajak ke sekolah. Malah, buat anak saya, ancaman tidak diantar ke sekolah adalah ancaman paling ampuh, kalau dia nakal (dia akan langsung nangis, hehehe... mamanya nakal ya? )

Metode pengajaran ayat Quran degan menggunakan isyarat ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Sayyid Thabathabi. Anak beliau yang pertama pada usia 5 tahun dibawah bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al Quran, berikut maknanya, hapal topik-topiknya (misalnya ditanyakan, coba sebutkan ayat-ayat mana saja yang berbicara tentang akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut, ayat ini..ini..ini..) dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al Quran (misalnya ditanya: makanan favoritmu apa, dia akan menjawab "Kuluu mimma fil ardhi halaalan thayyibaa" (Al Baqarah:168)

Anak kedua juga memiliki keampuan sama, tapi sedikit lambat, mungkin usia 6 atau 7 tahun. Keberhasilan anak-anak Sayyid Thabathabi itu benar-benar fenomenal (bahkan anak pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ulumul Quran oleh sebuah universitas di Inggris) sehingga sejak itu, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil benar-benar digalakkan di Iran.

Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil dibawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (jumlah ini lebih banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari sekolah-sekolah lain). Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecah-belah umat muslim yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu beda/lain dari pada yang lain)

Saya pernah diskusi dengan teman saya dosen ITB, dia mengatakan bahwa metode seperti itu merangsang kecerdasan anak karena secara bersamaan anak akan melihat gambar, mendengar suara, melakukan gerakan-gerakan yang selaras dengan ucapan verbal dll. Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta, malah akan membuntukan otak anak.

Selain itu, menurut guru di Jamiatul Quran ini, pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke sekolah itu) lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana ketika usia SD. Selain itu, menghapal Al Quran lengkap dengan pemahaman atas artinya jauh lebih bagus dan awet (nggak cepat lupa) bila dibandingkan dengan hapal cangkem (mulut).

Nah.. segitu dulu pengalaman saya. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
 
 
Readmore - Cara Menarik Mengajar Hapalan Al Qur'an Kepada Balita

19 Mei 2014

My First Pizza

Agak berantakan, tapi dari tiga pizza yang dibuat, yang ini paling menarik perhatian saya karena rotinya tebal :D

Kalau lihat di acara-acara masak di televisi, adonan roti disebut kalis kalau sewaktu dicubit teksturnya elastis. Tapi adonan ini, ampuuun lama betul kalisnya. Ntah karena tangan saya yang lemah gemulai atau memang salah milih ragi (seharusnya saf instan, tapi saya pakai fermipan).

Pizza pertama kriuk banget rotinya mungkin karena terlalu tipis, mungkin juga karena kelamaan dipanggang. Tapi benar kata Nova, yang bikin pizzanya enak, karena toppingnya buanyuak hohoho..


Oh iya, adonan rotinya pakai adonan donat. Kalau topping, suka-suka kita :)
Saya pakai wortel, buncis, jagung, ditumis dengan bawang bombay, saus tomat & cabe, sedikit garam.
Readmore - My First Pizza

4 Mei 2014

"..sesungguhnya aku tak pernah kecewa berdoa kepadaMu,"

Beliau, salah satu teman halaqah saya, usianya sudah menginjak kepala empat. Saya bisa melihat dari garis-garis usia yang terukir di wajahnya. Tetapi bukan itu yang membuat saya tertegun, melainkan ketika beliau berkata, "..kami belum punya anak." di sela-sela percakapan kami tentang asuransi syariah.

"Allah..!" Pekik saya.

Mungkin selama ini saya yang terlalu sering membandingkan diri dengan mereka yang usianya lebih muda atau mereka yang menikah beberapa bulan setelah kami, tetapi dengan mudahnya Allah karuniai putra. Sementara kami masih terus berdoa dan berikhtiar, berusaha untuk terus berhusnuzdon kepada Allah bahwa mungkin Ia akan menghadirkan buah hati nanti, ketika kami benar-benar telah siap.

Tetapi jujur, keadaan teman halaqah yang baru saya ketahui ini membuat saya benar-benar termangu. Betapa Allah memberikan cobaan kepada hambaNya, cobaan yang tak jarang membuat kita merasa begitu berat dan seringkali berbasah air mata.

"..sesungguhnya aku tak pernah kecewa berdoa kepadaMu," kata Nabi Zakaria, di usia rentanya yang merindukan putra. "Allahku, anugerahkanlah kepadaku, seorang putra dari sisiMu, yang tergolong ke dalam orang-orang shalih.." Dan benar, Allah anugerahkan Yahya yang juga adalah seorang Rasul sebagaimana ayahandanya.

Terus berdoa ya, Mbakku sholihah.. Semoga kebaikan untukmu, juga untuk para orangtua yang selalu bersabar dan berhusnudzon kepada Allah. Semoga Dia bersegera menganugerahkan kepadamu, putra-putri yang kelak akan membawa kebaikan untuk kedua orang tuanya, di dunia juga di akhirat.
 

Readmore - "..sesungguhnya aku tak pernah kecewa berdoa kepadaMu,"

18 Februari 2014

Buah Hati yang Dinanti

Untuk yang kesekian kalinya saya menghembuskan nafas dalam-dalam. Ya. Seorang teman baru saja memberi kabar gembira sepulangnya dari dokter kandungan. Pertanyaannya adalah.. kapan giliran saya?
Dahulu saya kira, setiap pasangan suami istri (baru) mudah mendapatkan anak pertama. Sebagaimana yang saya perhatikan dari teman-teman yang lebih dulu menikah. Hanya berjarak satu atau dua kali haid, mereka dinyatakan ’positif’. Ternyata tidak seperti itu..

Bulan pertama menikah, saya begitu menggebu-gebu membeli testpack. Membayangkan dua garis merah tertera di sana.. kemudian saya hadiahkan ketika suami pulang. Saya salah. Setelah garis merah pertama muncul, yang kedua tak terlihat juga meski saya menunggu satu.. dua.. bahkan sepuluh menit.
Bulan berikutnya pun sama. Hingga saya terlambat haid (sampai dua belas hari) tetapi masih saja testpacknya bergaris satu. Pada akhirnya saya tetap haid dan saya mulai ketakutan. Apakah mungkin saya (atau suami) tidak sehat..

Pada bulan keenam, kami memutuskan untuk menemui dokter kandungan. Rasanya berbagai ikhtiar sudah dilakukan dan kami ingin mengoptimalkan. Maka, mengikuti program hamil dari dokter menjadi pilihan. Ah.. Tak semudah yang saya bayangkan. Saya sudah patuh mengonsumsi obat dari dokter, tetapi suami agak sulit. Lokasi kerja yang jauh, makan yang tidak teratur, pulang larut.. Membuat obat hampir tak tersentuh, bahkan ketika saya mengingatkan via pesan singkat di ponsel. Huft..

Saya percaya bahwa rizki telah ada yang mengatur. Mereka yang lebih dahulu menikah, belum tentu langsung diberi momongan. Mereka yang dianugerahi keturunan, mungkin belum memiliki rumah sendiri. Mereka yang rumahnya mewah, semua fasilitas ada, belum tentu menginginkan anak. Selain saya, bahkan ada yang menanti hingga hitungan tahun. Nabi Ibrahim dan Zakaria, yang tak diragukan kesholehannya pun tak lepas dari cobaan keturunan.

Maka.. Sebagai hamba yang tak punya kuasa, saya harus menyerahkan segala sesuatunya kepada Dia. Kami tidak lebih baik dari para nabi dan rasul. Semoga ini menjadi penggugur dosa-dosa kami, peningkat derajat kami.

Mungkin.. Saya diberi kesempatan untuk memperbagus hafalan terlebih dahulu sebelu membimbing anak-anak untuk hafal quran nantinya :-)

"..maka aku berkata (kepada mereka), ’mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia perbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (Nuh: 10-12)
Readmore - Buah Hati yang Dinanti

6 Februari 2014

SMS Iseng

Percakapan dalam pesan singkat di ponsel.

A: Asslkm..maaf ibu, betul ini dengan ibu aulia. Dosen matematika
B: Iya.. ini siapa ya?

A: Saya dosen bahasa inggris, mau tanya sesuatu tentang mahasiswa yg ambil mata kuliah matematika.
B: Iya, bagaimana? Maaf ini dengan bapak/ibu siapa ya..

A: Saya Ibu Fitri kalau malam, kalau siang Bapak Yanto.. Hahahaha.. Mau dijemput jam berapa, Ay?
B: (kejengkang)
 

*indikasi suami kangen istri

Note: Nama suami saya Pitriyanto :D
Readmore - SMS Iseng

29 Januari 2014

Semacam Blackforest

Cita-cita bikin cake untuk Bayu, adik saya, sebetulnya sudah sejak setahun lalu, sewaktu usia Bayu genap 20 tahun. Tapi, Mbah Kakung sakit. Kami bergantian menjenguk ke RS. Al hasil, hanya bisa mengukus brownies pandan yang kurang nendang, hehe.. Dan kali ini, pokoknya harus berhasil.

Yah.. Memang bukan keharusan, menghadirkan cake, tart atau semacamnya di hari lahir. Tapi, saya adalah penggemar cake dan amat sangat penasaran ingin bereksperimen. Maka, dengan dalih ’memberi hadiah untuk Bayu’, terkabullah cita-cita membuat ’semacam blackforest’.

Daaan.. Taraaaa.. Jadilah cake yang amat sangaaat, biasa. Dengan dekorasi yang juga amat sangaaat standar :D

Tapi laku, lumayan haha.. Sampai my husby bilang, "..kayanya kita perlu buka Aulia Bakery." Itu komen yang wow karena beliau agak pelit kalau diminta komen positif, fufufu..

Barakallah fii umrik untuk Bayu Antrakusuma. A year older, a year better. Bertumbuhlah bersama cita-cita besar menjadi orang besar :-)

Ini resep untuk yang mau ikut coba buat (^^,)v

Bahan:
- telur 6 butir
- gula pasir 125 gr
- emulsifier (SP/TBM) 1 ½ sdt (saya pakai ovalet)
- tepung terigu protein sedang 125 gr
- coklat bubuk 30 gr (saya pakai van houtten)
- susu bubuk 5 gram
- baking powder ½ sdt
- margarine 125 gr , lelehkan
- coklat masak 50gr, aduk bersama margarin leleh yang masih panas

- buttercream untuk olesan 400 gram
- strawberry secukupnya

Cara Membuat:
- Telur bersama emulsifier dan gula pasir dikocok hingga mengembang.
- Tambahkan terigu, cokelat dan susu bubuk yang sudah diayak. Aduk dengan spatula.
- Tambahkan margarin dan cokelat masak yang sudah dilelehkan. Aduk rata.

Di resep yang saya dapatkan, adonan seharusnya dipanggang. Berhubung saya agak trauma karena pernah manggang cake dan gosong, akhirnya saya putuskan untuk dikukus saja. Hasilnya sama, hanya sedikit lebih berair.

Untuk topping, sebetulnya ada buttercream yang siap pakai. Tapi, saya ga nemu waktu belanja. Akhirnya buat buttercream sendiri:

- 225 gr mentega tawar, kocok hingga lembut
- 125 gr gula bubuk
- 1,5 sdm susu kental manis

Kocok ketiganya sampai rata. Siap digunakan.

Saya pilih strawberry untuk hiasan karena lebih fresh (dan murah tentunya haha). Ada siy, cerry kalengan. Tapi sayang.. Yang dipakai cuma berapa biji, harus beli sekaleng yang 40ribuan itu (._.)

Oh iya pemirsah.. Sesungguhnya.. Buttercream yang saya buat itu kurang lembut. Alhasil, waktu dicetak ga terlalu bagus bentuknya. Akhirnya saya tutupin pakai irisan strawberry biar ga keliatan, hihihi..

Readmore - Semacam Blackforest