Social Icons

30 Agustus 2014

Mendadak Dering


Saya sedang mendampingi seorang pria tampan yang mengemudi ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Dari Mama. Reflek saya memeriksa ponsel di saku, siapa tahu sebelumnya Mama menelepon saya. Biasanya begitu, Mama baru akan menelepon menantunya ketika anak perempuan satu-satunya ini tidak mengangkat meskipun telah berkali-kali ditelepon.

Saya menarik napas, mempersiapkan diri, siapa tahu Mama mencak-mencak dengan kalimat khasnya, "Anak Mama ini susah banget lhooooo dihubungi. Udah kaya pejabat aja." Waduh!

Satu, dua, tiga, bismillah.. Saya pun mengangkat telepon karena si empunya ponsel sedang mengemudi, "Halo, assalamualaikum," jawab saya takut-takut.

"Walaikumsalam. Yaaa.. Mama kholas yaaa juz satuuu.."

Saya termelongo selama sepersekian detik. Tapi kemudian cepat-cepat menjawab, "Oke.. Sip sip sip. Alhamdulillah.." Dan klik, sambungan telepon terputus.

Olalaaa.. Mama laporan progres tilawah ternyata. Baru bergabung di One Day One Juz dan begitu bersemangat. Bangga saya.
Readmore - Mendadak Dering

27 Agustus 2014

Menghafal Al Quran bukan Perkara Matematis

Hafalan Al Quran itu.. tidak bisa dihitung secara matematis.

Yah.. Mengenyam pendidikan dengan spesifikasi matematika agaknya memang sedikit mempengaruhi perilaku dan cara berpikir saya. Misalnya ini. Karena hanya tersisa satu semester di Solo, maka saya hanya punya kesempatan enam bulan untuk menjadi hafidzhoh. Artinya, sebulan saya harus hafal minimal 5 juz. Maka sepekan hafalan saya minimal 1,5 juz. Sehari target setoran adalah 3 lembar. Wow!



Tapi serius ya.. Dulu saya begitu bersemangat lho untuk mengejar target itu. Sampai teman-teman sepermainan (ehm, sebelum masuk asrama tahfidz, sejarah saya adalah anak gaul yang suka main, hihihi..) heran, "Aul hebat bisa menghafal segitu banyaaak.." Seiring berjalannya waktu.. Saya menjadi stres. Ini sudah bulan apa, hafalan sudah berapa juz, tesis apa kabar, jodoh belum datang, aaaaaaargh.. Dan tibalah masa di mana saya bertanya, untuk apa saya menghafalkan Al Quran..

 
Sumber google.com

Saya menangis, karena yang saya pikirkan hanyalah waktu, waktu, dan waktu.. Tanpa meresapi makna dari setiap aktivitas yang saya pilih. Setoran hafalan seolah hanya berlalu begitu saja tanpa berbekas di hati. Bahkan, sembilan juz yang sempat disetorkan kepada ustadzah terkadang tak bisa saya ulang meski hanya berselang hari. Saya semakin menangis ketika kemudian tesis dimudahkan dan seseorang yang baik agama dan akhlaknya pun datang menjemput saya dari tangan orang tua. Ya Allah.. Betapa baiknya Engkau.. Dan saya malu karena hafalannya begini..

Tesis selesai, artinya saya harus kembali ke kampung halaman. Kebetulan suami asli Lampung, hanya berbeda kabupaten dengan saya. Lama merantau membuat saya tak mengenal lingkungan, tak pula mengenal banyak kawan. Sementara suami sering ke luar kota. Maka, jadilah saya yang menggalau karena tak punya banyak aktivitas seperti di Bandung ataupun Solo. 

Pesan ustadzah sebelum pamit dahulu, saya harus bisa murajaah satu juz sehari. Wah wah.. Dulu, untuk siap setor satu juz langsung, saya butuh persiapan satu pekan. Jadi deh hanya sanggup murajaah seperempat juz perhari. tapiii.. tetap saja berkendala T-T apalagi saya belum nemu halaqah yang sesuai kebutuhan. Di sini hanya ada halaqah tahfidz pekanan dan setorannya pun terbatas karena harus bergantian dengan teman-teman yang lain. Dan saya pun kembali menggalau karena murajaah yang belum juga selesai, padahal saya sudah ingin segera menambah hafalan. Hingga kemudian, hati saya tergerak untuk bergabung dengan komunitas One Day One Juz. 

Saya sudah mendapat ajakan bergabung sejak lama, apalagi kebanyakan teman-teman aktivis bergabung di sini. Tapi, pada waktu itu saya menolak dengan alasan harus mengejar target hafalan. Yah.. ternyata saya merasa waktu saya kurang efektif karena menghafal lebih besar tantangan ’malas’nya, apalagi tanpa musyrifah untuk menyimak. Baiklah, daripada waktu saya terbuang sia-sia (karena banyak tidur dan nonton tipi), bismillah.. dengan ini saya nyatakan bergabung dengan grup ODOJ via whatsapp (ketok palu, tok tok tok!)
Sumber: google.com
Waaaaaaah.. Subhanallah senangnya bisa gabuuung \(^.^)/
Kenal dengan teman-teman dari berbagai daerah dengan berbagai cerita, bahkan saling memotivasi untuk tilawah tidak hanya satu juz sehari, share info dan nasehat-nasehat untuk berbuat baik.. dan yang pasti saya punya kesibukan baru: tilawah.

Tilawah.. tilawah.. tilawah.. ternyata tilawah ampuh mengusir galau! Karena asyiknya, terkadang saya menyesal ketika bepergian dan tidak membawa Al quran. Padahal kan bisa menunggu (jemputan, misalnya) sambil tilawah.. Dan alhamdulillah.. Berkat motivasi dari ODOJ saya bisa mengkhatamkan alquran 3x selama ramadhan. Dan air mata saya kali ini, benar-benar air mata bahagia.. Sebelumnya saya tidak pernah khatam lebih dari sekali selama ramadhan..

Tak lama berselang, Faizah, teman saya seasrama tahfidz dulu men-chat, mengajak gabung ke grup One Day One Line menghafal alquran. Yeeeeeee.. Alhamdulillah nambah lagi semangat hafalannya. Apalagi sistem setorannya perhari. Meski via audio dan tidak bertatap langsung dengan penyimak hafalan, saya merasakan efektifnya grup ini.

Yah.. Berinteraksi dengan Al Quran memang membahagiakan. Satu hal yang kemudian saya sadari, bahwa bercita-cita menjadi penghafal Al Quran tidak bisa hanya mengejar waktu. Memangnya, kalau bisa menghafal 30 juz dalam setahun, sudah berhenti sampai di situ? Ya tidak. Interaksi dengan Al Quran harus terus-menerus. Apalagi 'hafidz' yang artinya penjaga, tidak cukup hanya lancar menyebutkan ayat ini surat ini, juz ini.. Kita harus pula meresapi makna ayatnya, bagaimana sejarah ayat itu diturunkan. Ah.. Menjadi hafidz adalah sebuah perjalanan panjang. Maka, tetap berada di lingkungan para pecinta Al Quran adalah salah satu cara untuk tetap bersemangat mempelajari, mentadabburi, dan menghafalkannya. Ntah itu melalui ODOJ, ODOL, maupun komunitas yang lainnya.

Semoga kita selalu dimudahkan untuk menjadi ahlul Quran ya :)
Readmore - Menghafal Al Quran bukan Perkara Matematis

23 Agustus 2014

Cokelat Dove

Biasanya, selepas halaqah tahfidz dengan mahasiswa di kampus, saya akan memberikan kuis berhadiah yang jawabannya ada di ayat atau surat tertentu di dalam Al Quran. Dan di pertemuan kedua, saya ingin memberi hadiah cokelat, cemilan favorit saya

Setibanya di sebuah toko swalayan, saya melihat cokelat ini di antara cokelat-cokelat lain di rak saji. Sekilas tak menemukan label halal MUI, tapi agaknya cokelat ini memang barang impor karena saya melihat bagian bertuliskan ’ingredient’ berbahasa Indonesianya ditempel, bukan dicetak di plastik pembungkusnya. Wah, Indonesia belum produksi agaknya.

Setelah diulik, ketemu! Label halalnya ngumpet di balik lipatan pembungkus. Dan yang membuat takjub adalah.. Logonya asli dari China, dari (semacam) majelis ulamanya.

Waaah.. Jadi pengen beli lagi ((^.^’)
Readmore - Cokelat Dove

19 Agustus 2014

Infused Water


  1. Infused water. Pertama dengar istilah ini dari seorang kakak tingkat, kira-kira setahun lalu. Karena penasaran, saya coba tanya Mbah Google, ini apaan siy.. Dan ternyata ini adalah alternatif meminum air supaya air juga lebih segar bahkan berfungsi sebagai anti oksidan. 

     Dulu masih kos, jadi ga langsung saya coba. Eh.. tempo hari teman sekelas saya di SMP ngepost infused water. Jadi pengen ikutan deh haha.. Berhubung ada jeruk nipis, jadilah si jeruk saya rendam dengan air mineral dan disimpan di kulkas.

    Sewaktu diminum? Segeeer.. Lumayan efektif menambah selera minum karena saya agak susah mengikuti anjuran ahli kesehatan untuk minum air minimal delapan gelas sehari :D
    Infused water. Pertama dengar istilah ini dari seorang kakak tingkat, kira-kira setahun lalu. Karena penasaran, saya coba tanya Mbah Google, ini apaan siy.. Dan ternyata ini adalah alternatif meminum air supaya air juga lebih segar bahkan berfungsi sebagai anti oksidan.

    Foto: google.com
    Resep lengkapnya, ini saya copas dari fb Mbak Bekti Rahayu (yang juga copas dari tempo :p )

    1. Stroberi dan kiwi
    Bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular, menguatkan sistem kekebalan, menurunkan gula darah, dan memperlancar pencernaan.

    2. Teh hijau + daun mint + jeruk nipis
    Bermanfaat untuk pembakaran lemak, pencernaan, meredakan sakit kepala, mengatasi susah buang air besar, dan menjaga kesehatan pernapasan.

    3. Timun + jeruk nipis + lemon
    Bermanfaat untuk mengatasi kembung, mengontrol nafsu makan, mengatasi dehidrasi, dan menjaga kesehatan pencernaan.

    4. Lemon, jeruk nipis
    Manfaatnya sebagai sumber vitamin C dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

    gak semua buah cocok dimasukkan ke dalam air mineral. Menurut Detik Health, ada beberapa buah yang A-Big-No bergabung ke perkumpulan Minuman Infus. Contohnya :

    1. Buah yang mengandung banyak air seperti Semangka.

    2. Buah yang bertekstur lembek seperti Pepaya, Pisang dan Durian juga ndak cocok lantaran penampilannya yang bakal hilang kece saat menyatu dengan air.

    3. Nangka, sah-sah aja bergabung masuk jadi anggota perkumpulan Minuman Infus tapi kandungan alkoholnya tinggi sehingga ndak bagus buat lambung apalagi penderita maag.

    4. Si Apel crunchy juga kurang oke dimasukkan ke dalam perkumpulan Minuman Infus. Tau sendiri dong, Apel itu buah yang mudah teroksidasi. Dibelah dikit, warna buahnya langsung berubah apalagi kalo direndam berjam-jam.

    Cara buatnya mudah. Siapkan buah-buah yang mau dipakai. Cuci bersih dan potong-potong. Masukkan buah-buahan tsb ke dalam botol atau jar. Diamkan di dalam kulkas minimal 3 jam. Buah-buahan bisa diisi ulang setelah pemakaian 24 jam. Infused Water bisa tahan 3 hingga 5 hari, tergantung buah yang dipakai.
     
Readmore - Infused Water

17 Agustus 2014

Rendang Jengkol

Suami sukaaa sekali dengan jengkol. Tapi saya yang galak, "Pokoknya ga boleh makan jengkol sering-sering." Enak siiiiy, tapi baunya itu lhooo.. Meski kalau dipikir, jahat juga saya membuat suami harus ’nyumput-nyumput’ makan jengkol. Baiklah.. Berhubung dapur sudah jadi, saya mau deh masakin jengkol untuk beliau.

Awalnya jengkol ini ingin saya semur karena lebih praktis dan saya tau bumbunya. Eh tapi beliau maunya direndang. Haduuuh.. Minta resep ke mama ponselnya tak bisa dihubungi. Terpaksa deh ngintip arsipnya Mbah Google. Dan... This is it, my first rendang jengkol :D


Saya ga puas siy karena warnanya agak kuning. Biasanya mama kalau masak rendang itu merah kecokelatan. Agaknya rendang mama tak berkunyit. Lain kali mungkin saya pakai parutan kelapa yang disangan supaya santannya lebih gurih. Ini saya pakai kemiri jadi kentalnya agak aneh (in my humble opinion ;p )

Anyway, saya berharap ada yang bisa ngajarin food fotografi lho ((^.^’)
Readmore - Rendang Jengkol

13 Agustus 2014

Lap

Setelah sepekan bertugas di luar kota.

A: Nih.. (menyodorkan plastik berisi kain atau semacamnya)
B: Apa ini..? (bertanya lugu)
A: Lap. (ekspresinya lurus)
B: Oh..

Setelah berhari-hari tergeletak di kamar dan tak tersentuh, A membuka plastik yang berisi (semacam) kain yang tempo lalu ia bawa.

A: Apa ini, Yank? (merentangkan kain yang selebar taplak meja)
B: (menoleh sebentar). Kan kemaren katanya lap.

Hening sesaat.

B: Oooooooooooh.. Hahahahaha.. (bangun dan mengambil kain di tangan A). Jadi ini maksudnya oleh-oleh? Kerudung thooo.. Kemarin bilangnya lap siiiy..
A: (ekspresinya seperti mau menjitak)

B: Makasih ya, Sayaaaaaaaang..

*fenomena lelaki lapangan beristrikan perempuan lurus serius
Readmore - Lap