Social Icons

17 Agustus 2014

Rendang Jengkol

Suami sukaaa sekali dengan jengkol. Tapi saya yang galak, "Pokoknya ga boleh makan jengkol sering-sering." Enak siiiiy, tapi baunya itu lhooo.. Meski kalau dipikir, jahat juga saya membuat suami harus ’nyumput-nyumput’ makan jengkol. Baiklah.. Berhubung dapur sudah jadi, saya mau deh masakin jengkol untuk beliau.

Awalnya jengkol ini ingin saya semur karena lebih praktis dan saya tau bumbunya. Eh tapi beliau maunya direndang. Haduuuh.. Minta resep ke mama ponselnya tak bisa dihubungi. Terpaksa deh ngintip arsipnya Mbah Google. Dan... This is it, my first rendang jengkol :D


Saya ga puas siy karena warnanya agak kuning. Biasanya mama kalau masak rendang itu merah kecokelatan. Agaknya rendang mama tak berkunyit. Lain kali mungkin saya pakai parutan kelapa yang disangan supaya santannya lebih gurih. Ini saya pakai kemiri jadi kentalnya agak aneh (in my humble opinion ;p )

Anyway, saya berharap ada yang bisa ngajarin food fotografi lho ((^.^’)

0 komentar:

Posting Komentar