Social Icons

1 September 2014

Aquaponik untuk Halaman Belakang

Bahagianyaaa.. Rumah sudah bisa ditempati \(^.^)/
Belum selesai sebetulnya, belum ada plafon dan lantainya juga masih semen kasar. Tapi, saran Papa kami paling tidak harus menunggu setahun dulu untuk memastikan lantai kuat dan siap dikeramik. Supaya ga retak atau bolong karena tanah timbunannya kurang padat.

Selama menunggu setahun itu, sembari menabung, saya ingin menata halaman depan dan belakang dulu, hihihi.. Amatir siy, tapi boleh kan punya cita-cita. Halaman depan nanti kita bahas di ruang yang lain. Kali ini saya ingiiin sekali cerita tentang aquaponik.
sumber: google.com
Sekitar 7x3 meter halaman yang tersisa di belakang rumah. Padahal saya bercita-cita menanam banyaaaaaaak sekali jenis tanaman, terutama sayur-mayur dan bumbu dapur, hihihi... Di kota begini harganya melambung, bikin nangis setiap kali belanja ke warung.

Awalnya saya ingin menanam dengan teknik hidroponik, tapi kok ingin punya kolam ikan juga yaaa... Dan paaas banget tempo hari lihat liputan di televisi tentang aquaponik. Ternyata bisa digabungkan  ((^.^')

Teknik aquaponik ini selain menghemat tempat, baik juga untuk kolam ikannya. Air terus diputar dari kolam ke media tanam dan kembali ke kolam. Jadi, media tanam juga berfungsi sebagai penyaring. Makanya, cocok untuk berbagai jenis ikan, termasuk ikan yang agak rewel dengan air (air harus selalu bersih) seperti ikan mas. Tapi, suami sukanya lele siy ('.')a
sumber: google.com
Hanya tanaman tertentu yang cocok dengan teknik hidroponik, misalnya sayuran hijau. Kalau cabe, tomat, daun bawang, dan bumbu dapur lain tetap butuh tanah untuk menanamnya. Mungkin pakai polybag atau paralon yang diisi tanah seperti ini ya nanti...

sumber: google.com
sumber: google.com















Mudah-mudahan benar-benar bisa terealisasi (^.^)v

0 komentar:

Posting Komentar