Social Icons

12 September 2014

Tahfidz Bersama Mahasiswa

"Sodaqallaahul’adziim.." Ia mengakhiri setoran hafalan hari itu. Saya pun menggerakkan pena untuk menuliskan nilai di buku rapor.

"Yaaah.. Ibuuu.." rengeknya ketika saya baru menorehkan huruf J. Ia tahu saya akan menuliskan Jayyid (baik) atau Jayyid Jiddan (baik sekali) dan bukanlah mumtaz (sempurna) seperti yang ia harapkan.

"Hehe," saya tersenyum saja. "Ada yang salah siy tadi.." Padahal di antara teman-teman, rapornya lah yang paling banyak menyimpan nilai mumtaz.

Dan seketika saya merindukan asrama 
google.com
Dulu, saya pun begitu. Sedikit ’ngambeg’ saat Ustadzah menorehkan nilai tak memuaskan. Kecewa pada diri sendiri yang tidak bisa menghafal lebih baik di hari itu.

Semangat anak-anaaak (^^,)9

Begitulah dinamika menghafal Al Quran. Tak linear sebagaimana ekspektasi kita. Seringkali menurun bahkan tak jarang dihinggapi putus asa dan ingin menyerah. Beruntunglah kalian yang memilih menjadi berbeda, memilih tetap menghafal sekalipun dihinggapi kesibukan setiap harinya. Semoga barokah Al Quran mewarnai hari-hari kalian, menjadi tabungan kebaikan di akhirat kelak.
Uhibbukunna, fillah..

0 komentar:

Posting Komentar