Social Icons

27 Juli 2015

Martabak Telur By Accident

Gitu banget ya judulnya :D

Awalnya memang ga niat bikin martabak telur karena rencana cemerlangnya mau bikin Zuppa Soup. Tapi, adek yang dimintai tolong beli kulit pastry malah beli kulit lumpia haha.. "Kata Mbaknya ini kulit buat zuppa kok.." nah nah.. Jadi siapa yang error XD

Ya sudah, karena terlanjur dibeli, kulitnya tetap harus diolah. Kebetulan kulkas Mama isinya komplit (ceritanya lagi mudik), ada ayam, jagung, wortel, jadilah dipotong kecil-kecil dan direbus sebentar, tambah garam, merica, irisan daun seledri & daun bawang, campur dengan telur dan bungkuuus pakai kulit lumpia. Jadi deh \(^.^)/

Sambal cocolannya Mama yang bikin untuk nasi uduk sarapan tadi (^^,)v

Readmore - Martabak Telur By Accident

23 Juli 2015

Selamat Datang, Cinta

Dear Kesayangan Ayah dan Mama..

Hari ini genap empat bulan Allah titipkan Nanda di rahim Mama. Alhamdulillah.. Mama mulai bisa merasakan gerakan lembutmu, Nak. Semoga terus bertumbuh, sehat dan cerdas.

Mama masih ingat April lalu, ketika untuk pertama kalinya Mama tahu kehadiran Nanda. Saat itu pukul dua pagi dan Ayah ada tugas di luar kota. Mama memberanikan diri untuk tes kehamilan dengan testpack yang sebelumnya Mama beli di apotek. Mama sedikit khawatir karena belasan bulan sebelumnya, hasil tes selalu menunjukkan satu garis yang artinya Mama tidak hamil. Tapi malam itu.. Feeling Mama lain.

Mama masih berdiri memegang testpack yang perlahan berubah warna, dengan dada yang rasanya berdegup semakin kencang. Satu.. dua.. tiga.. Detik-detik yang datang seperti melambat. Perlahan muncul satu garis tebal -yang pasti akan muncul meski Mama tidak hamil. Tapi kemudian.. Samar.. Ada garis lain yang muncul.. Seperti malu-malu. Mama mengerjab, mengedipkan mata berkali-kali khawatir ini hanya imajinasi. Dan melihat dua garis itu tetap ada di sana membuat Mama serasa berguncang. Cepat-cepat Mama mengambil wudhu.

Sayang.. Jika Ayah melihat Mama di malam itu, mungkin kami akan menangis bersama. Tapi Mama benar-benar sendirian. Rasanya Mama ingin teriak.. Berlari menjumpai Allah dan berterima kasih untuk karuniaNya. Tapi Mama hanya bisa berdiri di atas sajadah, dengan air mata yang tak henti-henti mengalir.. Dengan tubuh yang bergetar karena menahan luapan bahagia yang luar biasa.. Mama tak sabar menunggu Ayahmu pulang, mengabarkan betapa Allah sangat baik pada kita.

Cinta, tahukah.. Mama dan Ayah telah mengikhtiarkan banyak hal demi mendapatkanmu. Sempat Mama merasa kecil.. Merasa ketakutan luar biasa saat hasil check up mengatakan ada yang salah dengan organ reproduksi Mama. Tuba falopi Mama (yang menjadi jalan bertemunya 'putri dan pangeran' ) keduanya tersumbat, dan ini harus didiatermi atau operasi. Tahukah Nak, jika tuba falopi itu harus dipotong, Mama tak akan bisa mengandung dan harus menitipkan buah hati Mama di dalam sebuah tabung. Allah.. Rasanya Mama tak sanggup membayangkan.

Rasanya hampir setiap waktu Mama menangis karena ketidakberdayaan. Siapa lagi yang bisa menolong kalau bukan Allah..? Mama hanya bisa memperbanyak istighfar, sedikit demi sedikit memberi kepada yang membutuhkan, memuliakan suami dan keempat orang tua, menunaikan janji, memperbanyak tilawah dan ibadah sunnah.. Mama telusur setiap kemungkinan 'terhalangnya doa', berharap bisa merayu Allah dan mengabulkan harapan kami memiliki buah hati.

Dan kini.. Allah benar-benar tunjukkan mukjizatNya :)

Doakan Mama amanah, Sayang.. Mama ingin mengusahakan pendidikan terbaik untukmu. Mama belajar untuk mengisi hari-hari dengan tilawah dan hafalan Quran.. Mama juga punya satu halaqah tahfidz dan tante shaliha di sana mendoakan kebaikan untukmu. Semoga kelak engkau bertumbuh menjadi Ahlul Quran, yang tidak hanya membaca, menghafalkan, mengamalkan, tetapi juga berakhlak Alquran.

Sampai ketemu lagi, Cinta.. Mungkin Desember atau Januari :)

Readmore - Selamat Datang, Cinta