Social Icons

13 Agustus 2015

Suamiku Sayang, Suamiku Malang

Dari DP BBM seorang teman, kurang tau sumber aslinya, tapi.. Berhasil membuat saya dan suami terbahak :D Iya, kami dan mungkin mayoritas pasangan suami istri merasakan hal yang serupa. Istri marah, inginnya didengarkan, diiyakan. Suami berusaha memahami, tapi tetap mencari celah untuk berkata bijak. Endingnya tetap sama, "Pokoknya lelaki selalu salah, sekalipun maksudnya benar." :D

Tapi jujur, melihat gambar ini saya kasihan sekali melihat tokoh lelakinya (sembari melirik suami yang sudah tertidur pulas di samping saya). Para suami seperti itukah, nerimo, demi meredam suasana hati istrinya..? Kasihan T-T

Tapi di sisi lain, saya berpikir, apakah mungkin para suami punya alasan tersendiri mengapa memutuskan untuk 'nerimo'? Sebagaimana yang juga dilakukan oleh Umar bin Khattab ra ketika sang istri marah..? "Sebab ia melaksanakan kewajibannya untuk menjaga harta dan kehormatanku, ia pula yang menjadi guru pertama bagi anak-anakku.." jawabnya ketika seorang sahabat bertanya.

Ah.. Tapi semarah apapun, saya ingin terus berusaha untuk diam, tidak melampiaskannyadengan mengomel panjang lebar yang membuat illfeel siapapun yang mendengar. Dan beliau.. yang selalu tau saya sedang kesal, memilih untuk berdamai dengan memeluk dan mengusap-usap kepala istrinya. Membuat amarah yang memenuhi dada perlahan mencair dan keluar melalui bening di mata. Itu lebih melegakan daripada banting-bantingpiring kan ((^.^')

Terima kasih kepada para lelaki hebat yang telah bersabar menghadapi belahan jiwanya.. Semoga kesabaranmu berbuah kebaikan di surgaNya :)

0 komentar:

Posting Komentar