Social Icons

15 September 2015

Ternak Ayam Nuansa Alquran

Ayam kami, beberapa hari setelah diambil dari tempat penetasan. Sempat ada dua ekor yang mati dan satu ekor pincang karena terinjak ayam-ayam lain. Tapi, mendengar seorang teman bercerita tentang salah satu peternakan ayam di Jember yang memperdengarkan Alquran 24 jam dan ayam-ayamnya semakin produktif, kami tertarik mencoba. Setelah ayam-ayam dipindahkan ke kandang yang lebih besar, kami menyediakan murottal yang sementara masih diputar melalui aplikasi mp3 ponsel jadul kami.

Alhamdulillah.. Tidak ada lagi ayam yang sakit (bahkan mati). Kami tak pernah memberi vaksin, hanya pakan dan air yang rutin diberi vitamin. Sekarang, terhitung kurang lebih 15 hari, beratnya sudah 600 gram-an. Meski saya kurang paham standar pertumbuhan ayam, saya yakin murottal yang kami sediakan membawa pengaruh. Mungkin ke keberkahan daging yang akan dikonsumsi? :)

Readmore - Ternak Ayam Nuansa Alquran

6 September 2015

Churros

Pertama kenal Churros dari Via, salah satu teman di facebook. Waktu itu ada food challenge dan Via pamer Churros untuk food challenge nya. Yang bikin penasaran, pertama karena bahannya sedikit dan praktis, plus agak mirip donat tapi ga perlu nguleni sampe keringetan, hihihi.. Tapi yaaa berhubung resep lain seliweran dan lebih bikin penasaran, akhirnya baru sekarang semoat eksekusi Churrosnya.

Ini saya copas dari fb Via ya, dengan sedikit perubahan ^^

~* Resep Churros *~

Bahan:
-250 ml air
-50 gram butter/margarin
-1 sdm gula pasir
-1/4 sdt garam
-150 gram terigu protein sedang/all purpose flour, ayak
-1/4 sdt vanilla
-1 butir telur ukuran besar, kocok lepas
-Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng churros

Bahan taburan:
-gula pasir halus
-cokelat bubuk

Cara membuat:

1. Masak air, butter/margarin, gula dan garam hingga mendidih dan butter/margarin meleleh. Matikan api. Masukkan terigu yang sudah diayak dan vanilla. Aduk cepat. Nyalakan kembali api kecil, aduk-aduk hingga adonan licin dan kalis (tidak menempel di panci). Angkat. Biarkan sampai agak hangat.

2. Masukkan telur, aduk rata dengan menggunakan sendok kayu. Adonan akhir adalah adonan yang lengket tapi tidak terlalu lembek seperti adonan kue sus. Bila adonan terasa masih agak susah dispuit, tambahkan telurnya (menjadi 2 butir) karena ukuran telur berbeda-beda.

3. Masukkan adonan ke dalam piping bag/kantong segitiga hingga adonan habis. Gunting ujungnya lalu masukkan lagi ke dalam piping bag/kantong segitiga yang sudah diberi spuit bintang ukuran besar.

4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, spuitkan adonan ke dalam minyak goreng sepanjang 10 cm atau sesuai selera. Goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Atau bisa juga menyemprotkan dulu adonan churros ke atas loyang yang ditabur terigu tipis, lakukan sampai adonan habis. Simpan sebentar di freezer sampai adonan agak mengeras, baru digoreng. Hasilnya lebih cantik (saya hanya punya spuit bintang ukuran kecil, jadi churrosnya saya spuit memutar seperti bunga supaya tidak terlalu kering setelah digoreng)

5. Tunggu sampai agak hangat, baru balut dengan bahan taburan. Sebaiknya jangan saat terlalu panas langsung dibalut karena gulanya akan sedikit meleleh. Atau sajikan dengan chocolate sauce (churros con chocolate)

Readmore - Churros

5 September 2015

Chizkek Lumer Ala Rumahan

Lagi heboh Chizkek Lumer yang dijual online ya.. Daripada penasaran, mending bikin sendiri, hihihi..

Kemarin Pipit, salah satu anak buah jaman kuliah (damai, Pit :D ) ngepos homemade cheesecake di facebook. Daaan.. ternyata simpel banget bahannya, jadilah mupeng, fufufu.. Sayangnya saya sedikit anti mainstream, jadi otak-atik bahan yang ada di dapur aja, yang penting secara konsep sama haha..

Resep aslinya Pipit ada di sini.

Versi saya:

>>>Bahan:

~150 gr keju (saya pakai mozarella kw yang tempo hari saya buat)
~1 sdm susu kental manis
~1 sdm gula pasir
~1 gelas air
~18 keping Roma Biskuit Kelapa
~1 sdm margarin
~Mesis Ceres untuk taburan

Cara Membuat:

1. Hancurkan biskuit tapi jangan terlalu halus.

2. Cairkan margarin, lalu campurkan dengan biskuit yang sudah dihancurkan. Tata di dasar wadah.

3. Masak susu, 100 gram keju parut, gula dan air sampai mendidih dan mengental, sambil diaduk (saya menambahkan sedikit margarin agar gurih karena mozarella kw saya agak manis, tidak segurih cheddar). Siramkan ke dalam wadah berisi biskuit.

4. Taburkan coklat Ceres atau taburan lain sesuai selera.

5. Setelah panasnya hilang, masukkan ke dalam freezer selama 2-3 jam.

Percaya atau tidak, Chizkek ini berhasil saya habiskan sendirian ga sampai setengah hari ((^.^')

Readmore - Chizkek Lumer Ala Rumahan

Berkata yang Baik atau Diam

Sebegitu sulitnyakah bicara santun? Nyatanya berkata yang baik atau diam memanglah berat..

Mendapatkan amanah di Divisi Pendaftaran ODOLA (One Day One Line -hafal quran- Akhwat) membuat saya harus menghadapi beragam calon member dengan sifatnya masing-masing. Bagi saya, berkomunikasi via tulisan kini tidaklah sulit, apalagi aplikasi WhatsApp yang memungkinkan kita menggunakan banyak emoticon untuk menegaskan postingan kita.

Tapi nyatanya.. Masih banyak yang kurang pandai mengolah kata untuk disampaikan kepada lawan bicara.

Saya teringat suatu saat guru saya mengingatkan bahwa kata-kata yang kita lontarkan mencerminkan isi kepala. Dan Rasulullah, yang akhlaknya adalah Alquran, mencontohkan kepada kita agar berkata yang baik atau diam. Maka alasan apa yang membuat kita enggan berkata santun? Apalagi di media sosial yang notabene disaksikan oleh ratusan (bahkan mungkin ratusan ribu) netizen. Suatu saat postingan-postingan kita akan dimintai pertanggungjawaban.

Semoga kita selalu mempu menjaga diri agar senantiasa berkata yang baik atau diam.

Readmore - Berkata yang Baik atau Diam

3 September 2015

Bekal Masa Tua

Saya berharap, kelak tidak menjadi ibu yang mudah mengeluh..

Sore itu kami hanya berbincang ringan. Dan ntah bagaimana obrolan kami sampai pada persoalan anak. "Dikasih adek aja, Bu, supaya lebih dewasa," kata saya kepada teman dosen yang menceritakan anaknya yang menangis karena tidak menang dalam lomba mewarnai.

"Iya ya.. Tapi, suamiku ga mau anak cowok. Takut nakal katanya." Jawaban yang membuat saya tersentak.

"Terus, gimana dong biar anaknya cewek?" saya tertawa kecil berusaha tetap memberi feedback positif.

"Suamiku pengennya satu aja. Cukup," jawabnya lagi.

Ah.. Saya tak pandai soalan semacam ini. Tapi tetap menyayangkan mengapa beliau berpikiran seperti itu. Dan saya, dengan pengetahuan yang terbatas, hanya mampu menutup perbincangan kami dengan memberi komentar, "..padahal anak itu investasi ya, Bu."

Saya ingat sekali suatu saat pernah berbincang pula dengan Mamak mertua. Sedikit membuat gurauan tentang beliau yang luar biasa menghadapi anak-anak nakal berjumlah sembilan di rumah. "Nggo sangu mati, Nduk.." dan saya terdiam menyimak dengan khikmad.

Betul kata Mamak, apa lagi yang diharapkan oleh orang-orang yang telah renta selain perlakuan baik dari anak-anaknya. Lebih dari itu, setelah raga tak lagi bernyawa, tak ada yang dapat menolong kita di hari pembalasan kecuali doa anak-anak yang shalih kepada orang tuanya. Dan saya.. adalah satu dari sekian banyak hambaNya yang tak berdaya, yang mengharapkan anugerah putera-puteri shalih shaliha di masa mendatang.

Dan belajar untuk tidak mengeluh ketika mendidik mereka, adalah salah satu modalnya :)

Readmore - Bekal Masa Tua