Social Icons

3 September 2015

Bekal Masa Tua

Saya berharap, kelak tidak menjadi ibu yang mudah mengeluh..

Sore itu kami hanya berbincang ringan. Dan ntah bagaimana obrolan kami sampai pada persoalan anak. "Dikasih adek aja, Bu, supaya lebih dewasa," kata saya kepada teman dosen yang menceritakan anaknya yang menangis karena tidak menang dalam lomba mewarnai.

"Iya ya.. Tapi, suamiku ga mau anak cowok. Takut nakal katanya." Jawaban yang membuat saya tersentak.

"Terus, gimana dong biar anaknya cewek?" saya tertawa kecil berusaha tetap memberi feedback positif.

"Suamiku pengennya satu aja. Cukup," jawabnya lagi.

Ah.. Saya tak pandai soalan semacam ini. Tapi tetap menyayangkan mengapa beliau berpikiran seperti itu. Dan saya, dengan pengetahuan yang terbatas, hanya mampu menutup perbincangan kami dengan memberi komentar, "..padahal anak itu investasi ya, Bu."

Saya ingat sekali suatu saat pernah berbincang pula dengan Mamak mertua. Sedikit membuat gurauan tentang beliau yang luar biasa menghadapi anak-anak nakal berjumlah sembilan di rumah. "Nggo sangu mati, Nduk.." dan saya terdiam menyimak dengan khikmad.

Betul kata Mamak, apa lagi yang diharapkan oleh orang-orang yang telah renta selain perlakuan baik dari anak-anaknya. Lebih dari itu, setelah raga tak lagi bernyawa, tak ada yang dapat menolong kita di hari pembalasan kecuali doa anak-anak yang shalih kepada orang tuanya. Dan saya.. adalah satu dari sekian banyak hambaNya yang tak berdaya, yang mengharapkan anugerah putera-puteri shalih shaliha di masa mendatang.

Dan belajar untuk tidak mengeluh ketika mendidik mereka, adalah salah satu modalnya :)

0 komentar:

Posting Komentar