Social Icons

6 Maret 2016

Belajar Menjadi Ibu

Menjadi 'new mom' memang bukan soal mudah. Saya kira, banyak membaca, mengikuti diskusi seputar pendidikan anak, cukup. Ternyata perlu juga mempersiapkan mental terutama menghadapi banyak suara yang berdatangan, harus ini harus itu, yang terkadang menjatuhkan mental, "I'm not good enogh."

Dalam masa belajar ini, saya (merasa) lebih butuh disupport daripada justifikasi mengapa tidak begini mengapa tidak begitu. Meski tetap saya menghargainya sebagai bentuk perhatian.

Seperti saat Altan sakit. Ini untuk yang pertama kalinya. Mungkin karena saya yang (bermaksud mengenalkan, tetapi justru) ceroboh ketika sabtu lalu mengajak Altan ke majelis ilmu. Usianya dua bulan, saya pikir cukup aman. Tetapi malamnya suhu badan Altan naik. Sempat curiga ini gejala sakit, tetapi suami menenangkan, "Cuma kepanasan kok, coba bawa keluar kamar." Dan ternyata Senin malam ada cairan bening yang mengganggu hidungnya. Altan flu.

Yang saya tahu, batas wajarnya adalah 3-10 hari. Maka selama menunggu batas maksimal, saya menjemurnya di pagi hari, memberi uap dari air panas yang ditetesi telon, mengoleskan balsam bayi di dada dan punggungnya, meminum madu, Yakult, jamu beras kencur, berharap nutrisinya (melalui ASI) bisa meringankan sakit Altan. Saya percaya ini berhasil, apalagi Altan adalah bayi ASI. Tentu saja saya berencana mengunjungi dokter, tetapi nanti ketika (setidaknya) satu pekan terlewati dan sakitnya tidak membaik. Hanya tidak ingin menjadi ibu yang panik, maka saya menyiapkan bekal ilmu dari berbagai sumber.

Alhamdulillah, Sabtu pagi caiean di hidungnya telah mengering. Sampai hari ini, saya masih melanjutkan ikhtiar-ikhtiar penyembuhan ala rumahan, karena sesekali Altan batuk dengan dahak di tenggorokan.

Dari pengalaman ini, saya hanya menitipkan satu harap: beri saya kesempatan belajar :)

0 komentar:

Posting Komentar