Social Icons

27 Mei 2016

Pesantren Quran Ramadhan

"Ibuuu.. ada Pesantren Quran Ramadhan di Darul Hikmah. Target 5 juz selama 20 hari," kata Intan suatu waktu.

"Ikut!" titah saya. "Semua harus daftar. Kita ga jadi bikin supermanzil mandiri Ramadhan ini. Kalian harus naik level."

Dan berbagai ragam 'tapi' keluar dari bibir mereka satu persatu.

"Mumpung ada kesempatan. Mumpung masih single. Jangan sampai di kemudian hari menyesal."

Berangkat, empat orang, untuk mendaftar meski ada ragu. Dan yang tiga tersisa, semoga kelak ikut mendaftar.

Ah.. anak-anak, tahukah.. saya begitu ingin mengikuti pesantren quran. Saaangat ingin. Tapi ada tanggungjawab lebih besar di sini, mendampingi suami juga putra kami yang masih bayi. Berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat! Karena sungguh, seusai Ramadhan, akan ada semangat jaaauh lebih besar daripada hanya berada di halaqah tahfidz kecil kita. Bertemu dengan sesama penghafal quran, saling berbagi motivasi dan inspirasi, akan memacu kita untuk lebih lebih dan lebiiih semangat berinteraksi dengan alquran.

Dan seusai tahfidz di pesantren, kabarkan sebahagia apa kalian di sana :)

*gambar diambil dari google.com

Readmore - Pesantren Quran Ramadhan

24 Mei 2016

Ia yang Kuat Itsar-nya

Dahulu, di hari-hari awal ba'da menikah, ketika pikiran saya terdominasi dengan honeymoon dan jalan-jalan, suami justru berkata, "..mending jalan-jalan ke tempat saudara, silaturahim." Dan ini menjadi karakter beliau hingga hari ini.

Jika kita pernah mendengar kata itsar (tingkatan tertinggi ukhuwah, mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita), mungkin itu yang menjadi prinsip beliau. Sesekali mendapat kisah, bahwa dahulu, saat hanya selembar uang sepuluh ribuan yang menemani perjalanan, beliau harus urus keperluan administrasi seorang teman (yang jauh lebih sempit kondisi ekonominya) supaya bisa dirawat gratis di rumah sakit. Kakinya hancur dan hampur amputasi karena kecelakaan. Bayangkan berapa ratus juta biaya yang harus dikeluarkan untuk berbulan-bulan perawatan di RS jika tidak ada Jamkesmas. Harus ada yang tuntaskan urusan administrasi! Maka beliau yang maju dengan bantuan beberapa teman. Dan kini.. melihat sang teman telah mampu berjalan bahkan mengendarai motor sendiri, membuat saya menitikkan air mata diam-diam.

Punya uang ataupun tidak, jika ada yang meminta bantuan, beliau akan memberi, ntah bagaimanapun caranya. Berapa kali dimintai bantuan untuk mencarikan pekerjaan, beliau bantu sekalipun sendirinya (dianggap) pengangguran oleh beberapa kalangan. Setiap kali berkunjung ke sebuah tempat, ".. kita ke tempat Pak Fulan (atau) Mbah Fulanah dulu.." sekedar menyelipkan beberapa lembar rupiah yang bisa diberikan. Melihat raut wajah bahagia dari mereka yang menerima, bagi beliau cukup.

Mungkin.. sebagai wujud terima kasih karena dahulu, untuk bisa menuntaskan pendidikan hingga sarjana, banyaaak sekali orang baik yang membantu.

Dan hari ini, saat tiba masa untuk memurojaah hadist (dalam program one day one hadist), saya tertegun. Ada.. Satu hadist yang bagi saya saaangat menghibur kami.

Tak ada yang tahu bagaimana kondisi kami, apakah lapang ataukah sempit, apakah memiliki ataukah kekurangan. Tapi saat ada yang datang meminta bantuan, maka Allah sedang menguji apakah kita yakin dengan pertolongannya atau tidak.

Cinta.. usiamu 29 tahun, 27 Mei nanti. Semoga barokah, semoga terus menebar manfaat.

Loving you always, lillah, fillah..

Readmore - Ia yang Kuat Itsar-nya

15 Mei 2016

Memperdengarkan Kisah untuk Altan

Mendapat tugas dari salah satu majelis ilmu untuk merangkum sejarah tentang Zaid Bin Khattab. Parahnya, saya baru ingat dua jam sebelum majelis ilmu dimulai! Waaa.. panik pun melanda. Sementara Baby Altan masih aktif-aktifnya dan sedikit protes jika diabaikan. Duh duuuh.. Semakin rewel saat mamanya pegang ponsel untuk buka-buka shirah dari jendela termudah mobile internet. Baiklah.. yuk, Nak, keliling dulu sambil digendong.

Mungkin karena tahu saya tidak fokus, tidak tenang, berkali-kali berusaha meraih ponsel meski tangan satunya tetap mendekap, Altan masih tidak bisa tenang. Padahal, biasanya tak butuh waktu lama untuk Altan tidur jika digendong kain. Dan tiba-tiba.. ah.. mengapa saya bisa lupa. "Altan Sholih mau ikut baca shirah ya.." perlahan, saya pun membacakan.

Seperti mendapat yang diinginkan, Altan terlihat tenang, dengan mimik wajah serius memperhatikan. Tapi matanya semakin sayu.. semakin berat.. dan.. tidur dengan lelapnya. Subhanallah.. Sembari mengecup perlahan keningnya, saya berbisik, "Maaf Sayang, Mama lupa Altan suka dibacakan cerita.."

Teringat kembali nasehat salah seorang ummahat tentang kurikulum pendidikan anak, terutama di seribu hari pertama kehidupannya. Bahwa memperdengarkan dan mengajak anak (sejak dalam kandungan) untuk berinteraksi dengan Alquran saja tidak cukup. Selama ini saya hanya memperdengarkan murottal dan memurojaah hafalan saat Altan minta ASI. Sementara nalarnya juga membutuhkan teladan dari kisah-kisah yang dibacakan dengan menggunakan bahasa ibu.

Beberapa kali mencoba membacakan terjemah Alquran ataupun buku cerita, Altan terlihat tertarik, bahkan merespon, "O.. ooo.. aooo.." membuat saya semakin bersemangat. Membacakan kisah (bukan dongeng) dengan harap kelak Altan bisa meneladani. Dan ini menjadi salah satu cara menambah kosakatanya selain bernyanyi.

Oh iya.. tentang bernyanyi. Awalnya saya suka menyanyikan lagu anak-anak, sesekali lagu anak-anak yang agak Islami. Tapi belakangan, karena sedang belajar menghafal huruf dalam Bahasa Arab plus artinya dan harus menyetorkan hafalan setiap hari, saya nyanyikan saat bersama Altan, "Bi dengan.. Ka seperti.. Li/la untuk.. ilaa kepada.. 'alaa di atas.. min dari.." dan diprotes ayahnya Altan karena nyanyinya pakai lagu qasidah dengan suara sumbang ((^.^')

Apapun itu.. Ikhtiar saja lah.. Nanti Allah yang menunjukkan Kuasanya. Menjadikan Altan (kelak) cerdas, sholih, nan ahlul Quran misalnya?

Bismillah.. Semoga Allah mudahkan..

Readmore - Memperdengarkan Kisah untuk Altan

8 Mei 2016

Altan Berenang

Akhirnya berenang \(^.^)/

Kolamnya udah nabung sejak hamil, buat renang Mamanya Altan dulu, hihihi.. Jadi belinya sengaja yang gede biar muat berdua bahkan bertiga ayahnya ((^.^')

Ini pakai air biasa lhooo, ga dingin ga hangat, untuk membiasakan aja supaya Altan kelak ga takut mandi. Pertama berenang sore pas gerah, jadi dicelup sebentar kakinya di air, udah digerak-gerakin sama Altan, lama-lama sepaha.. didudukin.. dan dilepas.. wuuu.. senengnyaaa.. Tapi pas dicoba pagi-pagi kelihatan agak takut dan megangin neck-ring terus, dingin mungkin ya ((^.^') baru mulai gerak-gerak lagi pas Mamanya ikut nyebur.

Berenang untuk bayi, di beberapa sumber dibolehkan sejak usia 3 bulan. Tapi di bidanku.com baru dibolehkan mulai usia 6 bulan. Tergantung ibu masing-masing. Intinya harus memastikan keselamatan si kecil. Yang pasti, selain melatih keberanian, berenang bagus untuk perkembangan otot dan motorik bayi. Daaan.. nyunnah juga kaaan.. Semoga lain kali diberi kesempatan dan waktu untuk membelajarkan memanah dan berkuda (Mamanya juga mau belajaaar hahaha..)

Happy holiday semuaaa.. (sambil ngelirik diri sendiri, koreksian tugas dan UTS mahasiswa masih numpuk belum tersentuh. Lupakan sejenak :D )

Readmore - Altan Berenang

3 Mei 2016

Rencana Menu MPASI Altan

Rencana menu MPASI Altan. Ga sabaaar \(^.^)/

Awalnya bingung step by step nya, ngulik buku di Gramedia pun ga nemu yang benar-benar klik. Daaan.. dipertemukan dengan grup Homemade Healthy Baby Food. Belajar banyak terutama panduan MPASI sesuai standar WHO.

Bahwa 14 hari pertama adalah menu tunggal untuk tes alergi.. Bahwa 7 hari pertama harus banyak eksplore protein hewani.. Bahwan padu padan karbo-protein-sayur-buah harus dilihat apakah sama-sama berserat tinggi (untuk meminimalisasi resiko sembelit).. Bahwa gula dan garam dihindarkan dari MPASI.. Bahwa untuk menghilangkan amis atau rasa getir bisa dengan bumbu aromatik.. Bahwa penyajian MPASI juga disandingkan dengan lemak tambahan (minyak kelapa, zaitun, unsalted butter, santan).. Sampaaai cara menyimpan dan memasak menunya. So lucky I am \(^.^)/

Menu ini mencontoh Bunda Mayang Piastiari, yang rajiiin banget pos diary MPASI putranya. Dari beliau juga saya belajar banyak. Trims a lot, Bunda.. Semoga terus menginspirasi dan menebar manfaat <3

Readmore - Rencana Menu MPASI Altan