Social Icons

24 Mei 2016

Ia yang Kuat Itsar-nya

Dahulu, di hari-hari awal ba'da menikah, ketika pikiran saya terdominasi dengan honeymoon dan jalan-jalan, suami justru berkata, "..mending jalan-jalan ke tempat saudara, silaturahim." Dan ini menjadi karakter beliau hingga hari ini.

Jika kita pernah mendengar kata itsar (tingkatan tertinggi ukhuwah, mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita), mungkin itu yang menjadi prinsip beliau. Sesekali mendapat kisah, bahwa dahulu, saat hanya selembar uang sepuluh ribuan yang menemani perjalanan, beliau harus urus keperluan administrasi seorang teman (yang jauh lebih sempit kondisi ekonominya) supaya bisa dirawat gratis di rumah sakit. Kakinya hancur dan hampur amputasi karena kecelakaan. Bayangkan berapa ratus juta biaya yang harus dikeluarkan untuk berbulan-bulan perawatan di RS jika tidak ada Jamkesmas. Harus ada yang tuntaskan urusan administrasi! Maka beliau yang maju dengan bantuan beberapa teman. Dan kini.. melihat sang teman telah mampu berjalan bahkan mengendarai motor sendiri, membuat saya menitikkan air mata diam-diam.

Punya uang ataupun tidak, jika ada yang meminta bantuan, beliau akan memberi, ntah bagaimanapun caranya. Berapa kali dimintai bantuan untuk mencarikan pekerjaan, beliau bantu sekalipun sendirinya (dianggap) pengangguran oleh beberapa kalangan. Setiap kali berkunjung ke sebuah tempat, ".. kita ke tempat Pak Fulan (atau) Mbah Fulanah dulu.." sekedar menyelipkan beberapa lembar rupiah yang bisa diberikan. Melihat raut wajah bahagia dari mereka yang menerima, bagi beliau cukup.

Mungkin.. sebagai wujud terima kasih karena dahulu, untuk bisa menuntaskan pendidikan hingga sarjana, banyaaak sekali orang baik yang membantu.

Dan hari ini, saat tiba masa untuk memurojaah hadist (dalam program one day one hadist), saya tertegun. Ada.. Satu hadist yang bagi saya saaangat menghibur kami.

Tak ada yang tahu bagaimana kondisi kami, apakah lapang ataukah sempit, apakah memiliki ataukah kekurangan. Tapi saat ada yang datang meminta bantuan, maka Allah sedang menguji apakah kita yakin dengan pertolongannya atau tidak.

Cinta.. usiamu 29 tahun, 27 Mei nanti. Semoga barokah, semoga terus menebar manfaat.

Loving you always, lillah, fillah..

0 komentar:

Posting Komentar