Social Icons

15 Mei 2016

Memperdengarkan Kisah untuk Altan

Mendapat tugas dari salah satu majelis ilmu untuk merangkum sejarah tentang Zaid Bin Khattab. Parahnya, saya baru ingat dua jam sebelum majelis ilmu dimulai! Waaa.. panik pun melanda. Sementara Baby Altan masih aktif-aktifnya dan sedikit protes jika diabaikan. Duh duuuh.. Semakin rewel saat mamanya pegang ponsel untuk buka-buka shirah dari jendela termudah mobile internet. Baiklah.. yuk, Nak, keliling dulu sambil digendong.

Mungkin karena tahu saya tidak fokus, tidak tenang, berkali-kali berusaha meraih ponsel meski tangan satunya tetap mendekap, Altan masih tidak bisa tenang. Padahal, biasanya tak butuh waktu lama untuk Altan tidur jika digendong kain. Dan tiba-tiba.. ah.. mengapa saya bisa lupa. "Altan Sholih mau ikut baca shirah ya.." perlahan, saya pun membacakan.

Seperti mendapat yang diinginkan, Altan terlihat tenang, dengan mimik wajah serius memperhatikan. Tapi matanya semakin sayu.. semakin berat.. dan.. tidur dengan lelapnya. Subhanallah.. Sembari mengecup perlahan keningnya, saya berbisik, "Maaf Sayang, Mama lupa Altan suka dibacakan cerita.."

Teringat kembali nasehat salah seorang ummahat tentang kurikulum pendidikan anak, terutama di seribu hari pertama kehidupannya. Bahwa memperdengarkan dan mengajak anak (sejak dalam kandungan) untuk berinteraksi dengan Alquran saja tidak cukup. Selama ini saya hanya memperdengarkan murottal dan memurojaah hafalan saat Altan minta ASI. Sementara nalarnya juga membutuhkan teladan dari kisah-kisah yang dibacakan dengan menggunakan bahasa ibu.

Beberapa kali mencoba membacakan terjemah Alquran ataupun buku cerita, Altan terlihat tertarik, bahkan merespon, "O.. ooo.. aooo.." membuat saya semakin bersemangat. Membacakan kisah (bukan dongeng) dengan harap kelak Altan bisa meneladani. Dan ini menjadi salah satu cara menambah kosakatanya selain bernyanyi.

Oh iya.. tentang bernyanyi. Awalnya saya suka menyanyikan lagu anak-anak, sesekali lagu anak-anak yang agak Islami. Tapi belakangan, karena sedang belajar menghafal huruf dalam Bahasa Arab plus artinya dan harus menyetorkan hafalan setiap hari, saya nyanyikan saat bersama Altan, "Bi dengan.. Ka seperti.. Li/la untuk.. ilaa kepada.. 'alaa di atas.. min dari.." dan diprotes ayahnya Altan karena nyanyinya pakai lagu qasidah dengan suara sumbang ((^.^')

Apapun itu.. Ikhtiar saja lah.. Nanti Allah yang menunjukkan Kuasanya. Menjadikan Altan (kelak) cerdas, sholih, nan ahlul Quran misalnya?

Bismillah.. Semoga Allah mudahkan..

0 komentar:

Posting Komentar