Social Icons

28 Juni 2016

Evaluasi 14 Hari Pertama MPASI Altan

Nyari alpukat ga ketemu, adanya brokoli. Ternyata mengakhiri MPASI tunggal di hari ke14 dengan brokoli dan Altan habis itu membahagiakan \(^.^)/ mungkin karena brokolinya ditumis dengan bawang merah&putih dan diberi kaldu ayam untuk melunakkan, jadi harum gurih rasanya. Kenapa ga dari kemarin-kemarin coba ngasih kaldunya ((^.^')

Ini menu yang direvisi dari rencana menu MPASI awal karena Mamanya padat merayap di kampus dan ga sempat belanja, jadi pakai bahan seadanya di kulkas. Meski resikonya, ternyata ada yang padu padan pagi-sorenya ga pas :(  Altan sembelit gara-gara wortel-beras putih-pisang (yang tinggi serat) diberikan berurutan. Dan.. 7 hari pertamanya kurang sayur, bahkan lebih banyak mengenalkan buah berair yang akibatnya Altan diare sampai BAB 8x sehari :'( panik siy ga, cuma ngerasa 'I am not good enough', jadi ibu itu ga mudah.. Perlu belajar lebih banyak lagi.

Akhirnya, hari ke8 cek ricek lagi menunya. Selang-seling karbo, sayur, protein hewani, protein nabati, dan buahnya harus pas. Tinggi serat dipadankan dengan rendah serat di sore harinya. Lemak tambahan (saya pakai minyak makan, minyak zaitun, dan santan) juga diberikan. Air putih hanya setelah makan, bukan ketika makan, supaya Altan belajar mengunyah dan menelan.

Siap-siap besok mulai menu 4* ya, Sayang ({})

Note: Menu di gambar bukan menu ideal dan harus banyak revisi. Wortel-beras putih-pisang bisa diganti menjadi wortel-daging sapi-pisang. Buah berair bisa diganti sayur atau buah berlemak seperti alpukat untuk variasi. Kurma, ternyata juga hanya boleh untuk 12+ kecuali kurma segar (kebanyakan kurma di Indonesia sudah kering bahkan sebagian berbentuk manisan)

Readmore - Evaluasi 14 Hari Pertama MPASI Altan

15 Juni 2016

MPASI Pertama Altan

Hari pertama MPASI \(^.^)/ Alhamdulillah untuk permulaan, cukup membahagiakan karena Altan habis 2 sdm kuning telur (pagi) dan 1 sdm ubi cilembu (sore). Sedikit lemak tambahan dari minyak zaitun sebagai pelengkap. Semangat untuk besok (^^,)9

Seharusnya siy, kalau mengikuti ketentuan MPASI WHO, 180 harinya Altan adalah 18 Juni 2016, bisa juga saat ulang bulan keenam yaitu 21 Juni 2016. Tapi mm.. Ramadhan ini banyak sekali tantangan. Tempo lalu Altan demam dan flu, jadi minta ASI lebih sering, mungkin efek badan yang kurang fit. Sementara Mamanya galau antara ingin puasa dan lihat anak sehat. Akhirnya diputuskan untuk mengorbankan sehari ga puasa demi supply jus sayur, susu berfermentasi, vit C, kurma, dan ikhtiar lain supaya Altan segera sehat. Tapiii.. ga lantas bikin ASI deras (karena butuh proses).

"Kita majukan aja MPASI nya," celetuk Ayahnya Altan. Tik tok tik tok.. hati pun bimbang.

Dua dokter (yang merupakan teman sejawat hihi) pun dihubungi, bolehkah dengan alasan supaya nutrisi terpenuhi dan Mamanya Altan bisa tetap puasa, MPASI dimajukan (3 hari)? Alhamdulillah jawabannya boleh. Fiuh..

Semangat Ibuuu.. win win solution selalu ada untukmuuu \(^.^)/

Readmore - MPASI Pertama Altan

14 Juni 2016

Ramadhan di Waktu Sempit

~Dari mana datangnya kekuatan jika bukan karena cinta. Dari mana pula datangnya kekuatan jika bukan karena keimanan~

Sesaat terhenti dengan banyak keluhan menggoda pikiran, "..this is too much." hingga bagian terlemah diri merutuki sistem yang mewajibkan banyak hal untuk pekerja sementara nurani ingin fokus mengejar keutamaan Ramadhan. Ah.. bukan mereka yang salah. Siapa pula yang memilih di awal. Tak perlu menyalahkan keadaan.

Dan nasihat dari seorang ustadz dari tanah Jogja tiba-tiba melintas, "..khusyuknya sholat, bukan tentang sholat di ruang tertutup, dengan aromaterapi nan berAC. Khusyuknya sholat bisa jadi karena kaki yang terbakar gurun, dahi yang berdebu lantaran pasir menjadi sajadah, bahu dan punggung yang rela dinaiki sang cucu ketika bersujud. Khusyuknya sholat adalah anugerah yang datang kepada mereka yang mengusahakan." Wahai diri.. betapa kerdilnya engkau.

Mengharap barokah Ramadhan di sela-sela waktu sempit mengejar amanah yang satu dengan yang lain, tetap mencita-citakan diri menjadi penghafal quran meski seayat suliiit sekali dihafal karena bayi menangis, mencoba tetap terjaga sekalipun mata telah layu dan segera mengajak istirahat. Allah, Engkau Tahu ikhtiar kami.. mudahkan, mudahkan, mudahkan, kuatkan, kuatkan, kuatkan!

Kami tak ingin menjadi yang menyesal saat Syahrol Quran ini berlalu..

*gambar diambil dari google.com

Readmore - Ramadhan di Waktu Sempit

12 Juni 2016

Mengajak Altan Berpuasa

Baru kali ini, setelah ribuan hari (pernah) menjalankan puasa, saya kembali seperti anak kecil: berharap bisa buka kulkas dan minum susu saat Dzuhur tiba. Sebegitu lemahnya kah imanku, huhuuuuu T-T

Menyiapkan kurma nabeez (infused water dari kurma), susu UHT, air kelapa muda, jus buah, jus sayur, makan sedikit tapi sering, adalah beberapa ikhtiar saya mempersiapkan diri untuk menahan lapar dan dahaga di siang hari. Scaraaa biasa makan dan minum ga pandang porsi, ga pandang waktu, selalu lapar karena nutrisi disedot baby Altan. Maka puasa adalah tantangan. Subhanallah.. begini ya rasanya.

"Ada rukhsah untuk ibu menyusui, Dek, jangan memaksakan diri," kata salah satu senior suatu waktu. Tapi, saat saya menyerah, saya takut menyesal di kemudian hari :'( ada banyak ibu di luar sana yang tetap berpuasa dengan segudang aktivitasnya. Saya takut menjadi Muslim yang lemah, sementara Muslim yang kuat lebih dicintai Allah. Dan.. saya takut kelak melahirkan anak-anak yang lemah pula.

Tekad yang harus dikuatkan. Ikhtiar harus dioptimalkan. Doa, doa, doa, senjata utama. Selama Altan tetap mendapat asupan nutrisi, tidak rewel, maka saya hanya harus memperbaiki manajemen konsumsi nutrisi di malam hari. Saya boleh berbuka (tidak berpuasa) jika dan hanya jika Altan butuh asupan lebih sementara saya tidak mampu menyediakan.

Semangat Ibu.. Semoga dimudahkan.

Readmore - Mengajak Altan Berpuasa

5 Juni 2016

Menghafal Quran Bersama Altan

Mengikuti seleksi Dauroh Quran Ramadhan membuat satu persatu memori di Ma'had Tahfidz tiga tahun lalu terlintas. Tentang haru birunya menghafal Quran, hingga suara serak, hingga berderai-derai karena tak kunjung hafal, hingga lembaran demi lembaran Alquran perlahan usang saking seringnya dibaca dan dibolak balik. Juga.. tentang salah satu ummahat, teman kami sesama penghafal, yang selalu membawa putra putrinya turut serta menghafal meski masih balita.

Nyatanya tak mudah, menghafal sembari menggendong Altan. Dengan durasi hanya setengah jam kami diminta menghafal satu halaman Alquran yang belum pernah dihafal sama sekali. Tapi, saya bertekad Altan harus tetap ikut. Karena capaian yang saya inginkan adalah kami bersama-sama menghafal Quran.

Menit-menit pertama Altan masih tenang. Satu, dua, tiga ayat mulai bisa dihafalkan. Tapi kemudian Altan tidak nyaman. Maka saya berdiri menenangkan sembari tetap menghafal. Subhanallah.. ini tak mudah, tapi saya harus.

Sempat seorang nenek yang mengantarkan cucunya ikut seleksi menghampiri dan mengajak Altan bermain. Meski tak lama, Altan kembali ke pangkuan saya dan menunjukkan tanda-tanda haus. Dan.. A B C episode menenangkan Altan masih berlanjut hingga tiba giliran saya menyetorkan hafalan.

"Sip." Ustadzah Evi mengacungkan jempol. Padahal ada huruf yang salah ucap dan dibenarkan. Tapi legaaa.. setor juga akhirnya. Meski terlambat 15 menit, setidaknya satu episode menghafal bersama Altan telah terlewati.

Masih menanti kabar apakah saya diterima menjadi peserta dauroh atau tidak. Tapi apapun hasilnya, kita tetap menghafal Quran ya, Sayang <3

Bismillah.. Semoga Allah mudahkan.

Readmore - Menghafal Quran Bersama Altan

2 Juni 2016

Jadwal Edukasi Altan

Belajar dari salah satu ummahat KE(ren dan)CE(rdas), lahirlah jadwal edukasi yang masih jaaauh dari sempurna ini. Semacam ikrar bahwa keseharian Altan harus diisi dengan banyak hal positif. Kalau ga dibuat begini Mamanya lalai, huhuhu..

All day long murottal, bahwa Alquran membawa rahmat bagi pendengarnya. Rahmat itu bisa berupa ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Bukan hanya untuk Altan, tapi juga kami orang tuanya. Sekaligus mengenalkan ragam kosa kata di dalamnya agar kelak mudah bagi Altan untuk membaca dan menghafalkan.

Murojaah saat mengASI. Selain untuk mengikat kembali hafalan (yang hingga hari ini belum juga mutqin), mengajak ikut menghafal Quran, juga menjadi waktu khusus untuk kami berdua, tidak diganggu gadget ataupun aktivitas lain yang membuat saya beralih dari memandang putra pertama kami ini dengan penuh cinta.

Ba'da Shubuh, waktu paling fresh di mana Altan mulai ber'aaaooo' ria, saya membacakan kisah dari terjemah Alquran, sesekali dari buku edukasi anak. Bahwa dengan kisah (bukan dongeng) Altan akan belajar banyak hikmah juga teladan. Ba'da Maghrib, meski agak sulit, terkadang saya upayakan untuk tetap membaca, karena saat mengantuk kabarnya menjadi salah satu waktu emas untuk menerima ilmu melalui alam bawah sadarnya.

Peran ayah pun saaangat besar untuk pendidikan anak. Jika dekat dengan ibu membuat anak memiliki karakter lembut, tekun, dan ulet, maka dekat dengan ayah akan mengajarkannya menjadi sosok pemberani dan bertanggung jawab. Dengan Mama Altan adalah sosok yang cerdas dan patuh, dengan Ayah Altan terlihat lebih aktif dan ekspresif. Play time! Mungkin begitu ya ((^.^')

Buku bantal, heboh sekali saat pertama membeli ini, setahun lalu saat Altan belum lahir. Meski akhir-akhir ini justru agak kurang dilirik. Alasan memilikinya dulu untuk menstimulus agar Altan suka membaca. Daaan.. supaya bukunya awet ((^.^') tapi ya.. buku sesungguhnya bukan yang seperti ini. Tapi setidaknya mengenalkan sejak dini kepada Altan tentang warna, tulisan, dan gambar.

Semoga.. ini bukan sekedar rencana. Semoga kami dimudahkan untuk merealisasikan. Bismillah..

Readmore - Jadwal Edukasi Altan