Social Icons

12 Juni 2016

Mengajak Altan Berpuasa

Baru kali ini, setelah ribuan hari (pernah) menjalankan puasa, saya kembali seperti anak kecil: berharap bisa buka kulkas dan minum susu saat Dzuhur tiba. Sebegitu lemahnya kah imanku, huhuuuuu T-T

Menyiapkan kurma nabeez (infused water dari kurma), susu UHT, air kelapa muda, jus buah, jus sayur, makan sedikit tapi sering, adalah beberapa ikhtiar saya mempersiapkan diri untuk menahan lapar dan dahaga di siang hari. Scaraaa biasa makan dan minum ga pandang porsi, ga pandang waktu, selalu lapar karena nutrisi disedot baby Altan. Maka puasa adalah tantangan. Subhanallah.. begini ya rasanya.

"Ada rukhsah untuk ibu menyusui, Dek, jangan memaksakan diri," kata salah satu senior suatu waktu. Tapi, saat saya menyerah, saya takut menyesal di kemudian hari :'( ada banyak ibu di luar sana yang tetap berpuasa dengan segudang aktivitasnya. Saya takut menjadi Muslim yang lemah, sementara Muslim yang kuat lebih dicintai Allah. Dan.. saya takut kelak melahirkan anak-anak yang lemah pula.

Tekad yang harus dikuatkan. Ikhtiar harus dioptimalkan. Doa, doa, doa, senjata utama. Selama Altan tetap mendapat asupan nutrisi, tidak rewel, maka saya hanya harus memperbaiki manajemen konsumsi nutrisi di malam hari. Saya boleh berbuka (tidak berpuasa) jika dan hanya jika Altan butuh asupan lebih sementara saya tidak mampu menyediakan.

Semangat Ibu.. Semoga dimudahkan.

0 komentar:

Posting Komentar