Social Icons

5 Juni 2016

Menghafal Quran Bersama Altan

Mengikuti seleksi Dauroh Quran Ramadhan membuat satu persatu memori di Ma'had Tahfidz tiga tahun lalu terlintas. Tentang haru birunya menghafal Quran, hingga suara serak, hingga berderai-derai karena tak kunjung hafal, hingga lembaran demi lembaran Alquran perlahan usang saking seringnya dibaca dan dibolak balik. Juga.. tentang salah satu ummahat, teman kami sesama penghafal, yang selalu membawa putra putrinya turut serta menghafal meski masih balita.

Nyatanya tak mudah, menghafal sembari menggendong Altan. Dengan durasi hanya setengah jam kami diminta menghafal satu halaman Alquran yang belum pernah dihafal sama sekali. Tapi, saya bertekad Altan harus tetap ikut. Karena capaian yang saya inginkan adalah kami bersama-sama menghafal Quran.

Menit-menit pertama Altan masih tenang. Satu, dua, tiga ayat mulai bisa dihafalkan. Tapi kemudian Altan tidak nyaman. Maka saya berdiri menenangkan sembari tetap menghafal. Subhanallah.. ini tak mudah, tapi saya harus.

Sempat seorang nenek yang mengantarkan cucunya ikut seleksi menghampiri dan mengajak Altan bermain. Meski tak lama, Altan kembali ke pangkuan saya dan menunjukkan tanda-tanda haus. Dan.. A B C episode menenangkan Altan masih berlanjut hingga tiba giliran saya menyetorkan hafalan.

"Sip." Ustadzah Evi mengacungkan jempol. Padahal ada huruf yang salah ucap dan dibenarkan. Tapi legaaa.. setor juga akhirnya. Meski terlambat 15 menit, setidaknya satu episode menghafal bersama Altan telah terlewati.

Masih menanti kabar apakah saya diterima menjadi peserta dauroh atau tidak. Tapi apapun hasilnya, kita tetap menghafal Quran ya, Sayang <3

Bismillah.. Semoga Allah mudahkan.

0 komentar:

Posting Komentar