Social Icons

14 Juni 2016

Ramadhan di Waktu Sempit

~Dari mana datangnya kekuatan jika bukan karena cinta. Dari mana pula datangnya kekuatan jika bukan karena keimanan~

Sesaat terhenti dengan banyak keluhan menggoda pikiran, "..this is too much." hingga bagian terlemah diri merutuki sistem yang mewajibkan banyak hal untuk pekerja sementara nurani ingin fokus mengejar keutamaan Ramadhan. Ah.. bukan mereka yang salah. Siapa pula yang memilih di awal. Tak perlu menyalahkan keadaan.

Dan nasihat dari seorang ustadz dari tanah Jogja tiba-tiba melintas, "..khusyuknya sholat, bukan tentang sholat di ruang tertutup, dengan aromaterapi nan berAC. Khusyuknya sholat bisa jadi karena kaki yang terbakar gurun, dahi yang berdebu lantaran pasir menjadi sajadah, bahu dan punggung yang rela dinaiki sang cucu ketika bersujud. Khusyuknya sholat adalah anugerah yang datang kepada mereka yang mengusahakan." Wahai diri.. betapa kerdilnya engkau.

Mengharap barokah Ramadhan di sela-sela waktu sempit mengejar amanah yang satu dengan yang lain, tetap mencita-citakan diri menjadi penghafal quran meski seayat suliiit sekali dihafal karena bayi menangis, mencoba tetap terjaga sekalipun mata telah layu dan segera mengajak istirahat. Allah, Engkau Tahu ikhtiar kami.. mudahkan, mudahkan, mudahkan, kuatkan, kuatkan, kuatkan!

Kami tak ingin menjadi yang menyesal saat Syahrol Quran ini berlalu..

*gambar diambil dari google.com

0 komentar:

Posting Komentar