Social Icons

29 Juli 2016

Belajar Kuat Altan

Dug!

Altan terjatuh, kepalanya membentur karpet styrofoam, karena tidak seimbang saat mengubah posisi dari merangkak ke duduk. Sementara saya duduk tenang menyetrika satu meter dari tempatnya bermain. Saya bergeming, memperhatikan reaksi Altan. Napasnya terdengar cepat dan mimik wajahnya mulai berubah dan.. tangisnya pun pecah. Saya membiarkan. Sesaat.. dan akhirnya mengalah mendekat ketika volume tangisnya semakin besar.

"Yuk, bangun." Saya meraih kedua lengannya dan langsung disambut Altan yang menghambur ke pelukan. Mama datang, tangisnya reda.

"Kan Altan masih main, jatuh sendiri. Ga ada yang salah. Besok lebih hati-hati ya.." Altan hanya ber ao ria sambil mengulum jari.

Mungkin saya adalah tipe ibu yang tega, tidak gesit langsung menimang saat buah hati menangis. Tapi di situlah saya belajar mengelola emosi. Dominasi emosi terkadang bukan edukasi yang baik. Altan lelaki, kelak tanggung jawabnya sangat besar. Ia harus tumbuh menjadi sosok yang kuat dan menguatkan. Bahwa apa yang ia lakukan, ia pula yang kelak menanggung resikonya, bukan menyalahkan orang lain.

"Apa iya siy anak segitu ngerti," komentar selewat. Kenapa bisa tidak mengerti? Bayi kan mendengar :)

Belajar terus, Altan Shalih. Menjadilah pembelajar yang melesat menjadi insan terbaik.

0 komentar:

Posting Komentar