Social Icons

19 Agustus 2016

Altan vs Rencana Traveling

Altan (yang baru tumbuh gigi) vs Rencana Traveling

Ini lho, alasan Mamanya Altan rada gupek dengan menu MPASI selama traveling September nanti. Perjalan darat-laut sehari semalam bukan perjalanan mudah. Apalagi tempat singgah bukan hotel yang bisa direquest perkakas dan bahan makanannya (karena pasti di sana orang-orang sibuk juga urus manten dan pestanya, hihi). Tapi beruntung, September nanti usia Altan hampir 9 bulan, yang artinya sudah boleh makan nasi tim dan konsumsi finger food.

Mumpung masih ada waktu, agaknya perlu list apa aja yang mesti dibawa (mohon koreksinya ya Bu Ibuuu):

.:. Alat ~> Panci kecil, saringan kawat, mangkuk, sendok makan, cangkir.

.:. Makanan & Bahan Makanan

● Selama perjalanan:
~> Nasi lembut, ubi cilembu
~> Bubuk teri, abon ayam homemade, telur rebus
~> Bubuk tempe, tahu goreng
~> Rebusan buncis, wortel, labu siyam
~> Jeruk, apel, pisang, pepaya.

● Selama menginap:
~> Beras merah & putih
~> Wortel, buncis, labu siyam
~> Kecambah, tahu, bubuk tempe
~> Telur, abon ayam homemade, bubuk teri
~> Jeruk, apel, pisang, pepaya.
~> Minyak goreng
~> Bawang merah&putih, seledri, daun salam, serai.

Sebetulnya bahan makanan selama menginap agaknya bisa minta di dapur resepsi pernikahan ya.. Tapi takutnya ribet atau gimana nanti, jadi agaknya tetap harus disiapkan dari rumah.

Bismillah.. semangat (^^,)9

Readmore - Altan vs Rencana Traveling

10 Agustus 2016

Altan, Jadilah Pembawa Solusi

Brukkk!

Kotak segala, tempat saya menyimpan pernak-pernik kecil yang tak pernah bisa rapi dan bertengger di rak paling bawah, ditumpahkan Altan. Saya menoleh, meski tak beranjak dari dapur. Altan terlihat bingung melihat pernak-pernik menjahit, baterai, bekas charger, dan yang lainnya menghambur keluar dari kotaknya dan memenuhi lantai.

Saya bergeming, memperhatikan reaksi Altan. Ia yang semula berdiri, berusaha meraih apa yang ada di rak, kini terduduk. Menggapai satu persatu perkakas kecil di kakinya. Tidak menangis, meski saya tahu ia terkejut. Menoleh ke kanan dan ke kiri mencari ibunya. Saat bola matanya menangkap bayangan saya yang berdiri tak jauh darinya, seketika Altan mendekat. Saya tersenyum dan memeluk, "Penasaran ya.." napasnya terdengar memburu. "Ga apa-apa. Kadang jatuh, tapi kan bisa berdiri lagi. Yang berantakan bisa diberesin lagi."

Saya terlihat kejam, mungkin. Atau lebih tepatnya tega. Saya terbiasa meninggalkan Altan asyik bermain di ruang tengah sementara saya mondar-mandir nyapu, ngepel, bahkan nyetrika, dengan mata tetap mengawasi meski tak di dekatnya, menjaga. Jika Altan mulai mencari, saya akan berteriak, "Altaaan!" hingga ia menoleh, menemukan ibunya, dan merangkak menghampiri. Saya tega, membiarkan Altan menangis 'manja' sembari memeluk kaki, karena hendak merampungkan cucian piring terlebih dahulu. Kecuali tangisnya karena sakit, lapar, atau BAB.

"Ga semua yang kita ingin bisa langsung kita dapat," kata saya mengusap-usap kepalanya. "Kadang harus menunggu. Harus sabar." Saya memeluk dan mengecup pipinya yang berisi. "Nanti kan dipeluk Mama lagi. Tapi ga bisa.. selalu minta gendong."

Meski mungkin Altan belum mengerti.

Saya ingin ia tumbuh menjadi sosok yang kuat, yang cerdas, yang berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, yang tidak mudah mengadu lantas menyerah. Kelak ia adalah seorang pemimpin. Mungkin memimpin jutaan bahkan milyaran umat. Ia harus menjadi bagian masyarakat yang membawa solusi. Seperti namanya, Altan, yang berarti fajar. Ia hadir setelah malam yang begitu pekat.

Readmore - Altan, Jadilah Pembawa Solusi

7 Agustus 2016

Brownies Ala-ala

Brownies ala-ala (ikutan Mba Ajeng, hihi)

Sabtu-Ahad, selain hari beres-beres sedunia, kadang dinobatkan juga jadi hari jalan-jalan sedunia. Tapi, ntah kenapa boring banget pekan ini huhuuu.. Biasanya ada dua majelis ilmu di hari Sabtu, tapi 1 dicancel, jadilah celingak-celinguk, mau ngapain yaaa selain lala lili beres-beres dan nemenin Altan main, maem, bobooo..

Lama tak bersua dengan grup masak semacam Langsung Enak atau Natural Cooking Club. Lepas kangen deh mampir ke grup. Dan tiba-tiba kepengen makan brownies. Kebetulan ada telur, mentega, terigu. Tinggal nyari dark cooking chocolate. Alhasil, ayahnya Altan yang jadi korban dimintain tolong muter muter muter muteeer akhirnya nemu juga meski merk nya agak mengkhawatirkan (murah banget soalnyaaa).

Dan.. ya, beginilah. Yang penting brownies ((^.^')

Pas mau bikin, paaas Altan bangun dan masih ngalem-ngalemnya. Jadi tangan satu gendong Altan yang ga mau lepas, tangan satunya lagi ngayak terigu, oles-oles mentega di loyang, dan bla bla bla.. hebat juga ya ibu-ibu hihiii..

Ini betulan ala-ala deh, dan kategorinya 'lumayan'. Pakai takaran sendok lagi. Yang penting keinginan sudah terkabul. Kalau dari rasa, masih enakan brownies Mba Sukma, jauuuh, hihi.. yang mau order brownies enyak dan nyokelat banget, ke Mba Sukma aja ya :*

Anyway, shiny crush atau apa itu namanya, itu cara dapatnya gimana siy, di teknik memanggangnya ya.. ini kurang mateng atasnya apa gimana :O

Note: Resep bisa dilihat di sini ya..

Readmore - Brownies Ala-ala