Social Icons

25 November 2017

Aliran Rasa

Bahwa kebiasaan 'lama' menulis ternyata menyegarkan kembali.

Rasa-rasanya sudah lama, tidak lagi merutinkan diri menulis setiap hari. Meski dulu lebih banyak habis untuk lembar-lembar diary yang disimpan sendiri (sesekali tukar pinjam dengan teman dekat, hihi), sekarang lebih suka publish. Semacam upaya menunjukkan pada dunia, saya masih ada, via postingan di sosial media, meski hanya postingan ringan.

Naik kelas ke Bunda Sayang di IIP, ternyata tugas pertamanya adalah menulis minimal sepuluh hari berturut-turut. Seharusnya saya antusias! Ini kan hobi lama (yang diminta) muncul kembali. Ternyata.. karena lamaaa tak lagi 'jujur dengan diri sendiri' melalui tulisan, ini agak sulit. Saya harus berpikir hari ini apa yang akan saya tulis.

Sempat tergoda memiliki statement yang sama dengan seorang bunda ketika suatu saat curhat di grup, "..mengapa saya justru terbebani dengan laporan?"

Tapi.. setelah melewati sepuluh hari, ternyata ini mulai menjadi kebiasaan. Harus ada cerita baru yang saya tuliskan. Semacam reminder hari ini apa yang harus saya lakukan supaya tema kumonukasi produktif tetap berjalan. Dan ini menjadi salah satu pengingat tentang apa dan bagaimana seharusnya saya bersikap.

Terimakasih IIP ❤ Saya, masih dan insyaAllah, akan terus bersemangat.

#Tantangan10Hari
#Level1
#KuliahBunsayIip
#Komunikasiproduktif

Readmore - Aliran Rasa

19 November 2017

Be Strong Altan

Jelang 48 jam Altan bebas ASI dan tiba di malam yang semakin berat. Ketika malam sebelumnya tidurnya nyenyak karena kelelahan (dan tak sempat terbangun untuk minum), malam ini tangis Altan pecah. Susu UHT berhasil diteguk tapi tak meredakan tangisnya. Air madu pun sama. Digendong Mama, cobaan semakin berat, maka Ayah turun tangan. Dan Mama beralih merayu Allah dalam dua rakaat singkat.
.
.
"Rabbi.. Engkau telah mengabulkan doaku, menyapih Altan tanpa berbohong, Engkau yang melembutkan hatinya, menguatkan ia sampai detik ini. Tambahkan lah kekuatan itu Ya Allah, Engkau Maha Menguatkan.
.
.
Sebagaimana Engkau menguatkan langkah Hajar di Padang tandus tanpa siapapun dan tanpa apapun, mudah bagiMu menguatkan Altan yang sedang kuajarkan untuk taat padaMu. Aku mencintai Altan karena Engkau dan kami ingin taat. Kuatkan kami. Karena jika bukan memohon kepadaMu, kepada siapa lagi ya Allah.. Ya Rahman.. Ya Rahim.."
.
.
Karena tak ada komunikasi efektif kepada anak jika kita tak menjaga komunikasi dengan penggenggam hatinya.
.
.
Be Strong Altan.. Be Strong..

(Foto ketika usia Altan 4 bulan)
#Hari17 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Be Strong Altan

14 November 2017

Sate Lilit

"The best season of your food is hungry" (Hungry, Dorama Jepang)
.
.
Dan.. ini laaah.. Sate lilit perdana ❤
.
.
Semacam melepas rindu dengan eksperimen ala-ala, nemu buku resep di rumah Mama dan jatuh cinta dengan ini. Tempo lalu sempat ingin buat nugget sehat karena Altan suka banget sama daging olahan. Tapi harus ke swalayan untuk beli tepung roti, jadi pilih sate lilit aja yang bahannya bisa beli di warung sayur terdekat.
.
.
Sate lilit khas Bali ini aslinya pakai ikan, tapi saya ganti dengan ayam yang lebih gampang didapat. Lain kali mungkin perlu coba yang versi ikan yaaa.. resep bisa ditengok di https://youtu.be/_ccyH_JNmtA
.
.
Saya membayangkan suatu saat duet dengan Altan eksperimen di dapur, atau juga dibantu adik-adiknya, setelah itu makan bareng. Konon, makan adalah salah satu momen untuk mendekatkan interaksi, saling bertukar cerita bahkan mimpi. Menautkan hati, dari hidangan-hidangan favorit keluarga yang dimasak dengan cinta.

#Hari12 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Sate Lilit

13 November 2017

Be Patient, Mama

Apa yang Ibu lakukan saat (untuk yang ke sekian kalinya) menemukan balita kita sungguh menakjubkan? Rasa ingin tahu yang tinggi, rasa ingin mengeksplorasi lagi dan lagi.. diungkapkannya dengan menabur beras ke mana-mana dalam kondisi lemari es terbuka?
.
.
Sekali menemukannya, kita tertawa ya Bu 😊 putra kita bertumbuh sangat cepat dan cerdas.
.
.
Tetapi.. masihkah tertawa dalam kondisi kelelahan? Berjibaku dengan pekerjaan domestik yang (ntah mengapa) tak juga usai? Belum sempat mengisi perut karena terlambat berbelanja, sudah tiba saatnya meninggalkan rumah untuk thalabul Ilmi atau bekerja, misalnya? Karena tidak memasak artinya merelakan rupiah lebih banyak untuk beli makanan siap santap.
.
.
Bagaimana Ibu tetap berkomunikasi kepada Ananda supaya tidak mematikan potensi emasnya?
.
.
Kita bukan malaikat ya, Bu.. yang bisa terus bertasbih saat Allah perintah, juga sujud sepanjang tahun tanpa lelah. Kita diciptakan dengan ragam emosi: bahagia, sedih, bahkan marah.
.
.
Tapi.. kita masih bisa (terus) memohon kepada Allah untuk menjaga lisan yang Ia ciptakan sangat mustajab. Agar hanya yang baik saja yang terucap, "Subhanallah Altan Sholih cerdas.. lagi eksperimen apa ini, belajar hitung beras? Kalau sudah mainnya bereskan ya.."
.
.
Jika ia tak mengerti dan rumah semakin kacau sementara kita tak mampu menahan (untuk membiarkan), mungkin baiknya kita alihkan kepada hal lain yang lebih aman: diajak nonton video edukasi supaya tenang sekejab. Dan Ibu beres-beres untuk menghibur 'mata' juga menenangkan hati agar tak ikut kacau dengan rumah yang berantakan.
.
.
"Be patient Mama, I am just little," mungkin begitu kata Altan ❤

#Hari11 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Be Patient, Mama

10 November 2017

Peradaban di Tangan Ibu

Salah satu adab komunikasi dengan anak adalah.. tidak berbohong.

Semisal menyalahkan batu saat anak terjatuh.. Atau menakut-nakuti anak dengan adanya sesuatu (yang tidak ada) supaya mau tidur.. Atau bermain-main (bercanda) tapi tidak benar.
.
.
Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim).
.
.
Anak adalah peniru terbaik. Lisan dan lakunya meniru orang terdekat, termasuk orang tua. Kita.. mengharapkan anak yang berakhlak baik di kemudian hari kan ya Bu.. Sumber : https://rumaysho.com/8848-bohong-yang-dibolehkan.html

#Hari8 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Peradaban di Tangan Ibu

Libatkan Allah Selalu

Salah satu alasan terkabulnya doa adalah.. yakin.

Sebagaimana Nabi Zakaria mengajarkan, "..sungguh aku tak pernah kecewa berdoa kepadaMu." (Maryam: 4). Iya. Kita yang lupa berdoa. Lupa melibatkan Allah dalam setiap inci urusan kita. Lupa bahwa berdoa adalah ibadah. Doa adalah aktivitas hamba yang sangat dicintai Rabbnya.
.
.
Maka.. dengan doa saya yakin bisa menyapih Altan dengan cinta. Kami mencintai Allah, dan kami ingin taat. Di usia 2 tahun, Altan sudah harus 'mandiri' dan minum sendiri dari gelasnya.

Saya ingin menyapih tanpa merepotkan suami atau orangtua.. Saya ingin menyapih tanpa menyakiti Altan, bahwa Altan paham ini adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.. Saya ingin menyapih tanpa membuatnya trauma dengan warna atau rasa tertentu.. Saya ingin menyapih dengan baik, sebagai salah satu amanah membangun peradaban mandiri dan berkarakter.. dan saya harus memperbanyak doa.
.
.
Karena komunikasi yang baik dengan Allah.. akan melahirkan komunikasi yang baik pula dengan anak. Semoga Allah, Arrahiim, mengijabah.

#Hari7 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Libatkan Allah Selalu

9 November 2017

Komunikasi dengan Anak

Setiap orangtua pasti punya cara tersendiri untuk berkomunikasi dengan putranya. Ini baik, itu tidak. Ini boleh, itu tidak.
.
.
Saya tipe yang 'tega', membiarkan anak eksplorasi ini dan itu. Ketika sebagian orang yang melihat berkali-kali mengingatkan, "..awas Bu, anaknya.." saya tetap duduk diam mengawasi dari jauh.
.
.
Altan jatuh. Saya cukup berseru "Ayooo banguuun.." karena Altan tipe yang jarang menangis kecuali sangat sakit (atau malu). Altan bermain dengan sepupunya dan menangis. Saya mengawasi dari jauh, membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan biasanya sepupunya yang mengalah karena Altan paling kecil. Mendiamkan, memberi ini memberi itu, kemudian bermain lagi.

Kecuali jika itu hal berbahaya, semisal Altan tak sengaja menemukan pisau, korek api, lem atau benda-benda lain yang berpotensi melukai atau tak ramah di mulut, biasanya harus langsung saya jauhkan.
.
.
Meski tantangannya adalah.. saya bisa saja abai. Karena merasa anak aman bermain, saya asik dengan aktivitas sendiri dan lupa untuk mengecek, mengawasi, memperhatikan.

Semoga lisan ini senantiasa basah dengan dzikrullah, bahwa Allah sebaik-baik penolong dan pelindung, bahwa tanpa orangtua, ada Allah yang akan menjaga anak-anak kita dari keburukan dan marabahaya.

#Hari6 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Komunikasi dengan Anak

8 November 2017

Istighfar

Bisa jadi.. kesulitan kita menghadapi kerewelan anak adalah karena dosa.

Bisa jadi.. kesulitan kita menghadapi pintanya (yang kadang melelahkan) adalah karena dosa.

Bisa jadi.. kesulitan kita berkomunikasi efektif dengan buah hati adalah karena dosa.

Karena sejatinya, anak adalah cerminan ibunya.
.
.
"..Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun'." (Nuh: 10)
.
.
Istighfar.. saat terlupa bahwa dahulu hadirnya anak adalah pinta kita.

Istighfar.. saat terlupa bersabar menghadapi tingkah buah hati yang sesungguhnya menakjubkan.

Istighfar.. saat terlupa kelak ia akan menjadi generasi terbaik, umat yang akan dibanggakan oleh penduduk langit dan bumi, maka tak semestinya kita mematikan potensi itu dengan amarah-amarah kita.
.
.
Istighfar.. dan mintalah perlindungan Allah dalam setiap detik berharga bersama buah hati kita.

#Hari5 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Istighfar

7 November 2017

Oreo Cheesecake

Lihat ini jadi ingat zaman masih selo untuk baking. Iya lhooo saya pernah bikin cheesecake dan berhasil fufufu.. meski pakai cheddar bukan creamchese hahaaa..
.
.
Tapi, kali ini beli #pukpuk
.
.
Tak perlu sesali diri yang serba terbatas waktu, tenaga, dan pikiran. Ga semua harus buat sendiri kok.. ada kalanya kita perlu menghibur diri untuk jajan sedikit karena all day long adalah kerja keras untuk istri dan ibu shaliha. Sesekali pun kita perlu melariskan jualan teman.
.
.
Dan ini pertama kalinya saya cicip creamchese dengan dusunnya. Enak ya ternyataaa.. sampai Altan ikut saingan ngabisin ini. Cuma 75.000 di Yussy Akmal. Dulu agak besar sedikit, Japanese cheesecake cuma 65.000, sayangnya kosong.
.
.
Trims a lot untuk penyokong dana terbesar, Ayah Altan tercinta. Apalagi siy yang lebih membahagiakan ibu-ibu irit selain diajak jajan enak plus dibayarin 😚😚😚

Readmore - Oreo Cheesecake

5 November 2017

Lillah Hapuskan Lelah

Terkadang.. yang membuat kita sulit berdamai dengan anak adalah kondisi hati yang sedang tidak sehat dengan suami.
.
.
Pernahkah merasa sendirian, lelah dengan beragam hiruk-pikuk sejak bangun tidur hingga malam menjelang?

Pernahkah merasa ingin bersandar, tetapi bahu yang diharapkan ada sedang menjauh ntah ke mana?

Pernahkah merasa ingin menyerah, aku sudah seperti ini seperti itu apa yang ia lakukan?
.
.
Dan ini pertanda, hati kita sedang melemah iman dan takwa nya. Karena jika lelah mulai menghampiri, artinya kita sedang berpayah-payah mencari perhatian dia bukan Dia.
.
.
Istighfar.. banyak-banyak istighfar. Karena dosa-dosa lah yang menutupi kita untuk melihat kebaikan-kebaikan suami. Karena khilaf-khilaf kitalah yang menghalangi kita untuk tetap taat kepadanya karena Allah.

Saatnya meruqyah diri dengan memperbanyak bacaan Alquran, mengingat bahwa setiap kelelahan akan ada yang membayarnya kontan di hari akhir nanti.
.
.
"..yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu". (Fatir: 35)
.
.
Sesekali perlu kita agendakan untuk shalat sunnah berjamaah, tilawah bersama, atau datang ke majelis ilmu berdua. Agar senantiasa mengingat, ikatan ini Allah yang menghalalkan, dan kita mengharap akhir yang indah di surga.

#Hari3 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Lillah Hapuskan Lelah

4 November 2017

Mari Berkisah

Berkisah.. adalah salah satu ikhtiar untuk mengajarkan kosakata, mengajarkan bercerita, mengajarkan akhlak terutama dari salafussalih.. dan ini menjadi salah satu media untuk mendekatkan komunikasi dengan buah hati.
.
.
Awalnya saya mengajak Altan membaca buku sebelum tidur. Ternyata hanya betah beberapa menit kemudian tergoda untuk "..mimik.. Bobo.." waaah..
.
.
Dapat tugas (juga) dari Komunitas Ibu Berkisah untuk membiasakan berkisah (bukan mendongeng). Dan ternyata tidak harus mengajak ananda membaca buku. Buku hanya stimulus. Selebihnya, ibu yang harus lebih banyak bercerita. Dan di sini tantangannya. Karena ini artinya ibu harus paham baaanyak kisah. Berarti ibu harus banyak-banyak baca buku 😍😍😍
.
.
Kisah pertama, tentang penciptaan Nabi Adam as. Diceritakan saat perjalanan, karena Altan biasanya cepat bosan kalau diajak murojaah, menyanyikan lagu makhorijul huruf, dan yang lain. Dengan bekal 'lebay' yang sudah dimiliki Mama sejak lahir (eaaa), mengalirlah cerita tentang iblis yang membangkang, angkuh, dan diusir dari surga. Nabi Adam dan Hawa yang tergoda untuk makan buah khuldi yang dilarang, kemudian diusir juga dari surga.. berakhir dengan kesimpulan, kita harus senantiasa menaati perintah Allah.
.
.
Altan yang awalnya main, aktif ke sana ke mari, akhirnya mendengarkan. Alhamdulillah.. .
.
Kelak, saya berharap, dari kebiasaan berkisah ini akan menstimulus Altan untuk bertanya, "..Mama kok tau ceritanya.." yang akhirnya saya tuntun untuk membaca buku-buku shirah untuk menggali lebih banyak lagi kisah.
.
.
Karena orang besar, belajar dari sejarah.
.
.
#Hari2 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Mari Berkisah

3 November 2017

Janganlah Engkau Marah, dan Bagimu Surga

"..janganlah engkau marah dan bagimu surga.." (HR. Ibnu Abid Dunya)
.
.
Bahwa bekal terpenting dalam mendidik buah hati, selain ilmu, adalah menahan amarah.
.
.
Bukan sulit diatur, ia hanya sedang belajar mengeksplorasi..
Bukan kasar dan pemarah, ia hanya berusaha mengungkapkan perasaan..
Bukan tidak menurut, ia hanya mencoba berpendapat, ada hal lain yang ia suka, ada hal lain yang ia ingin kerjakan.
.
.
Hari pertama tantangan 'komunikasi efektif' di kelas Bunda Sayang IIP, dan saya memilih Altan untuk menjadi partner. Mencoba hal sederhana, mengendalikan marah. Karena komunikasi kami tidak akan berjalan lancar jika saya, yang selayaknya menyampaikan informasi, tidak mampu menjaga atmosfer.
.
.
Hal pertama, membaca permintaan anak.
.
.
Ketika Altan mulai rewel, meminta sesuatu yang saya tidak pahami, pertama yang harus saya lakukan adalah cek kualitas tidur dan makannya.
.
.
Aman? Lanjut 'diagnosis'.
"Altan mau main?"
"Mau minum?"
"Mau jalan-jalan?"
Dan biasanya ini bisa saya lakukan dalam kondisi free.
.
.
Bagaimana jika saya sedang mengerjakan sesuatu yang harus segera diselesaikan? Yang rentan 'emosi' jika satu, dua, ikhtiar tidak meredakan kerewelannya?
.
.
Abaikan. Setelah sekiranya keperluan Altan sudah saya penuhi dan rewelnya adalah untuk minta perhatian (ngalem, red). Abaikan, adalah salah satu cara agar tidak terpancing emosi. Abaikan, adalah salah satu cara untuk memasuki zona konsentrasi, saya harus menyelesaikan ini dulu, baru Altan.
.
.
Selesai. Peluk dan gendong Altan. "Maaf ya.. tadi Mama masih ngerjain ini. Altan minta apa.."
.
.
Happy ending.
#Hari1 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

Readmore - Janganlah Engkau Marah, dan Bagimu Surga