Social Icons

13 November 2017

Be Patient, Mama

Apa yang Ibu lakukan saat (untuk yang ke sekian kalinya) menemukan balita kita sungguh menakjubkan? Rasa ingin tahu yang tinggi, rasa ingin mengeksplorasi lagi dan lagi.. diungkapkannya dengan menabur beras ke mana-mana dalam kondisi lemari es terbuka?
.
.
Sekali menemukannya, kita tertawa ya Bu 😊 putra kita bertumbuh sangat cepat dan cerdas.
.
.
Tetapi.. masihkah tertawa dalam kondisi kelelahan? Berjibaku dengan pekerjaan domestik yang (ntah mengapa) tak juga usai? Belum sempat mengisi perut karena terlambat berbelanja, sudah tiba saatnya meninggalkan rumah untuk thalabul Ilmi atau bekerja, misalnya? Karena tidak memasak artinya merelakan rupiah lebih banyak untuk beli makanan siap santap.
.
.
Bagaimana Ibu tetap berkomunikasi kepada Ananda supaya tidak mematikan potensi emasnya?
.
.
Kita bukan malaikat ya, Bu.. yang bisa terus bertasbih saat Allah perintah, juga sujud sepanjang tahun tanpa lelah. Kita diciptakan dengan ragam emosi: bahagia, sedih, bahkan marah.
.
.
Tapi.. kita masih bisa (terus) memohon kepada Allah untuk menjaga lisan yang Ia ciptakan sangat mustajab. Agar hanya yang baik saja yang terucap, "Subhanallah Altan Sholih cerdas.. lagi eksperimen apa ini, belajar hitung beras? Kalau sudah mainnya bereskan ya.."
.
.
Jika ia tak mengerti dan rumah semakin kacau sementara kita tak mampu menahan (untuk membiarkan), mungkin baiknya kita alihkan kepada hal lain yang lebih aman: diajak nonton video edukasi supaya tenang sekejab. Dan Ibu beres-beres untuk menghibur 'mata' juga menenangkan hati agar tak ikut kacau dengan rumah yang berantakan.
.
.
"Be patient Mama, I am just little," mungkin begitu kata Altan ❤

#Hari11 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

0 komentar:

Posting Komentar