Social Icons

3 November 2017

Janganlah Engkau Marah, dan Bagimu Surga

"..janganlah engkau marah dan bagimu surga.." (HR. Ibnu Abid Dunya)
.
.
Bahwa bekal terpenting dalam mendidik buah hati, selain ilmu, adalah menahan amarah.
.
.
Bukan sulit diatur, ia hanya sedang belajar mengeksplorasi..
Bukan kasar dan pemarah, ia hanya berusaha mengungkapkan perasaan..
Bukan tidak menurut, ia hanya mencoba berpendapat, ada hal lain yang ia suka, ada hal lain yang ia ingin kerjakan.
.
.
Hari pertama tantangan 'komunikasi efektif' di kelas Bunda Sayang IIP, dan saya memilih Altan untuk menjadi partner. Mencoba hal sederhana, mengendalikan marah. Karena komunikasi kami tidak akan berjalan lancar jika saya, yang selayaknya menyampaikan informasi, tidak mampu menjaga atmosfer.
.
.
Hal pertama, membaca permintaan anak.
.
.
Ketika Altan mulai rewel, meminta sesuatu yang saya tidak pahami, pertama yang harus saya lakukan adalah cek kualitas tidur dan makannya.
.
.
Aman? Lanjut 'diagnosis'.
"Altan mau main?"
"Mau minum?"
"Mau jalan-jalan?"
Dan biasanya ini bisa saya lakukan dalam kondisi free.
.
.
Bagaimana jika saya sedang mengerjakan sesuatu yang harus segera diselesaikan? Yang rentan 'emosi' jika satu, dua, ikhtiar tidak meredakan kerewelannya?
.
.
Abaikan. Setelah sekiranya keperluan Altan sudah saya penuhi dan rewelnya adalah untuk minta perhatian (ngalem, red). Abaikan, adalah salah satu cara agar tidak terpancing emosi. Abaikan, adalah salah satu cara untuk memasuki zona konsentrasi, saya harus menyelesaikan ini dulu, baru Altan.
.
.
Selesai. Peluk dan gendong Altan. "Maaf ya.. tadi Mama masih ngerjain ini. Altan minta apa.."
.
.
Happy ending.
#Hari1 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsay

0 komentar:

Posting Komentar